Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Budidaya Ternak Ikan Nila Termudah, Yuk Dicek!

by Ayunindya Annistri on 5 November, 2019

Budidaya ternak ikan nila rupanya tidak sesulit apa yang dibayangkan. Hal ini karena ikan tersebut dapat dikembang biakan dengan mudah dan mampu beradaptasi di lingkungan mana saja, bahkan lahan sempit sekalipun.

Menjalani bisnis budidaya ternak ikan bisa jadi alternatif menarik. Selain keuntungan yang akan diterima bisa mencapai puluhan juta rupiah, budidaya ikan juga memiliki sasaran pasar yang cukup luas, tidak terkecuali ikan nila.

Untuk memulai bisnis budidaya ternak ikan nila, kamu membutuhkan beberapa panduan khusus, supaya nantinya hasil panen melimpah. Tanpa berlama-lama, yuk simak panduan budidaya nya berikut ini:

Buatlah Kolam Budidaya Ternak Ikan Nila yang Layak

Sebelum melakukan pembibitan, hal pertama yang harus kamu lakukan untuk budidaya ternak ikan nila adalah mempersiapkan kolam yang layak. Mengingat habitat ikan nila di air tawar, jenis kolam yang cocok untuk budidaya ikan tersebut adalah kolam tanah.

Membuat kolam tanah untuk budidaya sebenarnya cukup mudah, pertama-tama kamu harus mengeringkan dasar kolam tersebut hingga tampak berbentuk retak-retak. Setelah itu, lakukan pembajakan kolam dengan kedalaman sekitar 10 cm. Tujuannya sendiri untuk mengangkat sampah-sampah yang biasa mengendap di dasar kolam.

Perhatikan pula tempat yang digunakan untuk budidaya ternak ikan nila, dimana idealnya berada pada ketinggian 300 sampai 600 dpl di kawasan dataran rendah dengan pH tanah sekitar 6-8. Tak hanya itu saja, kamu juga harus memastikan suhu di kolam tersebut berada diantara 25 hingga 30 derajat celcius.

Takaran air untuk kolam budidaya ternak ikan nila juga tidak bisa sembarangan. Pengairan yang baik umumnya dilakukan secara berkala dengan ketinggian awal sekitar 10-20 cm. Kemudian diamkan terlebih dahulu selama 7 hari hingga organisme kecil di dalam kolam tumbuh sempurna. Setelah itu, barulah kolam bisa diisi kembali dengan takaran yang jauh lebih banyak, hingga mencapai ketinggian 75 cm.

Pilih Benih Ikan Nila yang Berkualitas

Selesai kolam dibuat, selanjutnya yang perlu kamu persiapkan adalah benih ikan. Ciri-ciri benih ikan nila yang baik biasanya memiliki berat 30 gr, sempurna tanpa cacat fisik, berwarna cerah, serta lincah dalam bergerak dan masih berlendir.

Pilihlah benih ikan nila yang berkelamin jantan. Karena pertumbuhan ikan nila jantan terbilang lebih cepatb 40% dibandingkan ikan nila betina.

Kamu bisa mendapatkan benih ikan tersebut di toko ikan atau melalui online dengan kisaran harga sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta lebih, sesuai dengan jenis, ukuran, dan banyaknya benih ikan yang ingin dibeli.

(Baca Juga: Budidaya Tanaman Hias yang Bikin Rekeningmu Lebih Gendut)

Cara Penebaran Benih Ikan Nila

Setelah benih didapat, langkah selanjutnya dalam budidaya ternak ikan nila adalah menebar benih ke dalam kolam.

Untuk satu kolam ikan, biasanya hanya boleh diisi 15 sampai 20 ekor benih ikan nila dengan berat sekitar 10-20 gr saja. Namun sebelum itu, coba lakukan proses adaptasi terlebih dahulu dengan menempatkan benih-benih ikan nila tersebut ke dalam wadah yang berisi air kolam. Gunanya untuk mengurangi risiko stress dan kematian pada benih ikan.

Penebaran benih ikan nila juga memiliki cara tersendiri. Pertama, turunkan kantong benih ikan nila ke dalam permukaan air kolam. Kemudian tunggu hingga sekitar 30 menit, sampai suhu di dalam kantong sama dengan lingkungan sekeliling kolam.

Lalu, bukalah tali pada kantong benih dan biarkan suhu yang ada didalam kantong keluar. Terakhir, jangan lupa untuk memiringkan kantong dan biarkan ikan tersebut keluar dengan sendirinya, karena jika ikan dapat keluar sendiri, berarti suhu air kolam dan air dalam kantong benih sudah sesuai untuk kondisi budidaya ternak ikan nila ini.

Cara Mengelola Air yang akan Digunakan untuk Budidaya

Untuk memiliki nila yang berkualitas dari hasil budidaya ternak ikan nila ini, kita harus memperhatikan kandungan-kandungan yang terdapat di dalam air yang akan digunakan, mulai dari pH air, kadar NH3, CO2, serta H2S.

Sebagai contoh, jika kadar oksigen yang terdapat pada kolam menurun, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mempercepat sirkulasi air dengan cara memperbesar atau menaikkan debit air kolam.

Pada kasus lain, jika air kolam yang digunakan mulai berbau busuk, maka kolam kemungkinan terindikasi mengandung NH3 atau yang biasa disebut amoniak dan H2S, jalan satu-satunya yang harus dilakukan ialah segera mengganti air yang ada di kolam.

(Baca Juga: Inspirasi Bisnis Kuliner Kekinian dengan Untung Besar)

Pemberian dan Pengelolaan Pakan

Selama proses budidaya ternak ikan nila ini, pemberian dan pengelolaan pakan untuk ikan nila merupakan hal yang sangat pokok, karena biaya untuk pakan jauh lebih besar ketimbang biaya lain yang diperlukan selama proses budidaya. Namun, ikan nila sebenarnya hanya membutuhkan pakan kira-kira 3% dari bobot tubuhnya setiap hari.

Penggunaan pelet dengan kadar protein pada kisaran 20-30% dinilai cukup untuk pakan ikan nila ini. Pemberian pakan juga hanya dilakukan saat pagi dan sore hari. Jangan lupa untuk melakukan pengukuran berat badan pada ikan nila setiap dua minggu sekali dengan menggunakan satu ekor ikan nila sebagai sampel. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan dapat melakukan penyesuai jumlah pakan yang harus diberikan pada ikan nila tersebut.

Lantas, bagaimana cara menghitung jumlah pakan yang dibutuhkan selama proses budidaya ternak ikan nila ini? Sebagai contoh, bila dalam satu kolam terdapat 3500 ekor dengan berat diantara 12-18 gram/ekor, maka rata-rata bobot tiap ikan nila dapat kita hitung dengan menambahkan berat paling minimum dan berat paling maksimum (dalam contoh ini, maka kita menambahkan 12+18) lalu kita bagi 2, hasil yang akan kita dapatkan adalah 15 gram/ekor.

Hasil tersebut adalah rata-rata bobot ikan nila dalam kolam. Sehingga, perhitungan pakan untuk ikan nila yaitu  15 x 3500 x 3% = 1575 gram atau setara 1,575kg

Ikan Nila Siap Dipanen

Setelah melewati berbagai tahap dan waktu yang beragam sesuai kebutuhan pasar, pemanenan ikan nila akhirnya dapat dilakukan. Apabila budidaya ternak ikan nila ini dikembangkan untuk dijual di pasar-pasar sekitar atau domestik, maka bobot ikan nila yang harus dicapai pemanen biasanya 300-500 gram/ekor dengan waktu pembudidayaan selama 4 hingga 6 bulan.

Pemanenan biasanya dilakukan dengan cara mengeringkan kolam sebagian atau bahkan seluruhnya, namun kolam tetap harus dialirkan air yang segar agak ikan tidak mengalami stress yang bakal memicu kematian. Ikan akan berkumpul di kubangan air segar dan saat itu juga pemanen dapat menyerok ikan-ikan yang siap. Namun, kolam juga harus dikeringkan setelah panen untuk mempersiapkan budidaya ternak ikan nila yang baru.

Begitulah cara-cara budidaya ternak ikan nila yang sudah terbukti ampuh untuk meningkatkan keuntungan besar bagi pemanen. Bagaimana, apakah kalian tertarik untuk mengembangkan bisnis  budidaya ternak ikan nila ini? Jika iya, tentu kamu membutuhkan modal usaha untuk memulainya.

Maka dari itu ajukan pinjaman modal usahamu lewat CekAja. Ajukan sekarang dan nikmati berbagai keuntungannya.

Tentang Penulis

Ayunindya Annistri

Penulis amatir yang hobi merantau