Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Penyebab Tagihan Listrik Mahal, Perlu Dipahami Agar Hemat Biaya!

by Teti Purwanti on 19 Maret, 2020

Seluruh masyarakat saat ini pasti membutuhkan pasokan listrik sebagai salah satu kebutuhan dasar. Untuk mempermudah aktivitas sehari-hari.

penyebab tagihan listrik besar

Akan tetapi, setiap penggunaan listrik tentu ada konsekuensi biaya yang harus ditanggung penggunanya secara rutin bulanan ataupun berdasarkan penggunaan token listrik.

Seringkali jantung berdebar-debar pada saat mendapatkan tagihan listrik. Khawatir tagihan listriknya membesar, walaupun sudah melakukan upaya penghematan. Tagihan listrik yang membengkak seringkali mengganggu alokasi keuangan bulanan yang seharusnya bisa dipakai untuk kepentingan yang lain.

Oleh karena itu, sebaiknya pengguna listrik memahami tentang penghitungan tarif listrik dan penyebab tagihan listrik membengkak.

Formula penghitungan tarif

Tarif listrik ditetapkan sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero). Formula penghitungan tarif berdasarkan penyesuaian tarif pelanggan non listrik hanya memperhitungkan perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan inflasi.

Formula baru yang juga akan mempengaruhi tarif listrik yaitu kenaikan harga batu bara, mengingat sumber energi pembangkit listrik terbesar di Indonesia berasal dari batu bara.

Agar bisa mengontrol penggunaan listrik, ada baiknya untuk memahami cara penghitungan tarif listrik. Hal yang perlu dipahami adalah cara menghitung daya listrik yang digunakan dalam satuan kWh (kilowatt hour).

Rumus penghitungan kWh = daya alat listrik X lama pemakaian (jam). Total pemakaian listrik untuk seluruh rumah tinggal akan diakumulasikan pengalian watt listrik dengan jam pakai lalu dijumlahkan setiap unitnya.

Apabila dalam sehari kamu menyalakan 20 buah lampu di rumah selama 10 jam dengan daya rata-rata lampu sebesar 20 watt, maka kWh yang dipakai dalam sehari adalah sebesar 20 watt x 20 pcs X10 jam:1.000* = 4 kWh sehari (*dibagi 1.000 karena satuannya dalam kilowatt).

Kemudian tarif dasar listrik non-subsidi sebesar Rp1.467,28 per kWh, dengan penghitungan tarif biaya lampu dalam sebulan adalah 4 kWh X Rp1.467,28 X 30 = Rp176.040

Kenapa tagihan listrik membengkak?

Terkadang kita sering mengeluh tagihan listrik yang semakin mahal. Walaupun tidak ada kenaikan tarif dasar listrik yang dilakukan pemerintah. Sebenarnya, penyebab membengkaknya tagihan listrik tersebut tanpa disadari akibat kesalahan dalam perilaku dan penggunaan listrik sehari-hari. Sehingga tagihan listrik membesar walaupun sudah melakukan upaya penghematan.

Berikut ini kebiasaan sepele yang bisa membuat tagihan listrik semakin mahal:

Boros dalam menggunakan lampu

Penyebab tarif listrik mahal seringkali disebabkan oleh penggunaan lampu yang boros seperti masih menyalakan lampu di siang hari pada saat tidak dibutuhkan. Namun, seiring perkembangan teknologi saat ini kian marak lampu LED berbagai merk dan jenis dengan daya konsumsi listrik yang lebih rendah. Sehingga bisa menghemat penggunaan listrik.

Oleh karena itu, agar penggunaan listrik lebih hemat, tidak ada salahnya untuk mengganti lampu di rumah dengan lampu LED dengan watt yang lebih rendah. Lampu LED bisa menghemat pemakaian listrik hingga 90 persen.

Kabel Rice Cooker dan Dispenser yang selalu tercolok

Rice Cooker memang merupakan salah satu alat elektronik yang sangat membantu aktivitas sehari-hari khususnya untuk menanak nasi dan menghangatkan nasi dengan mudah dan cepat. Tapi, di sisi lain alat ini juga menjadi salah satu penyebab dari membengkaknya tagihan listrik.

Sebagai simulasi penghitungan, bila dalam sehari rice cooker memanaskan nasi selama 10 jam, dan berlangsung sepanjang hari selama sebulan, maka pemakaian listriknya adalah 77 W x 10 jam/hari x 30 hari/bulan = 23,1 kWh per bulan. Kemudian tinggal dikalikan dengan tarif dasar listrik yang dipakai di rumah.

(Baca Juga: Cara Unik Turunkan Tarif Pembayaran Listrik Hingga 50 Persen)

Oleh karena itu, penggunaan rice cooker sebaiknya dihemat dengan penggunaan hanya pada saat ingin memakan nasi hangat saja atau hanya dipakai pada saat memasak.

Hal yang sama juga terjadi pada dispenser bila dipakai sepanjang hari maka akan mengkonsumsi energi listrik yang besar. Sehingga biaya tagihan listrik bisa membengkak. Oleh karena itu, sebaiknya colokkan kabel dispenser ke daya listrik hanya pada saat dibutuhkan saja untuk melakukan penghematan. Karena daya listrik yang dibutuhkan dispenser cukup besar, yakni 80-450 watt.

Apabila ingin pergi ke luar rumah untuk jangka waktu yang lumayan lama maka sebaiknya cabut kabel rice cooker dan dispenser dari sambungan listrik untuk penghematan biaya tagihan listrik.

Penggunaan setrika yang terlalu panas

Setrika juga merupakan alat elektronik penting yang ada hampir di seluruh rumah tangga. Fungsi dari setrika sangat bermanfaat untuk merapikan baju yang kusut setelah dicuci ataupun pada saat ingin digunakan.

Akan tetapi, suhu setrikaan yang tidak diatur dengan tepat pada saat penggunaan akan menyedot banyak konsumsi daya listrik apabila suhu setrika terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, karena bisa menyedot listrik hingga 300 watt.

Agar bisa menghemat listrik pada saat menggunakan setrika, maka sebaiknya atur suhu setrika sesuai dengan bahan kain yang akan dirapikan agar efektif dan menghemat konsumsi listrik.

Tidak mematikan tv saat tidur

Banyak kebiasaan orang yang tidak mematikan tv pada saat tidur. Sehingga seringkali justru tv yang menonton kita tertidur dan bisa saja berlangsung dalam waktu yang lama, bahkan bisa hingga pagi hari.

Kebiasaan buruk ini bisa memicu membengkaknya tagihan listrik bulanan. Oleh karena itu, sebaiknya matikan tv pada saat kita mengantuk saat menonton tv untuk menghindari penggunaan tv yang sia-sia karena tidak kita tonton karena tertidur.

Oleh karena itu, untuk menghemat listrik, gunakan tv hanya pada saat benar-benar ingin menonton saja. Selain itu, sebaiknya gunakan tv LED. Karena konsumsi listrik tv jenis ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan tv tabung.

Tidak mencabut colokan listrik

Tidak mencabut colokan listrik juga merupakan salah satu kebiasaan yang bisa menyebabkan tagihan listrik membengkak. Seringkali kita lupa mencabut colokan setelah mengisi daya atau charging handphone, laptop, dan sejenisnya. Sehingga charger tetap terpasang pada sambungan daya listrik.

Kebiasaan ini akan membuat konsumsi listrik tetap berjalan. Sehingga merupakan pemborosan dalam penggunaan daya listrik yang sia-sia.

Sebaiknya, jangan lupa mencabut charger dari sambungan listrik setelah digunakan agar bisa menghemat penggunaan daya listrik dan juga membuat ruangan menjadi lebih rapi.

Jangan telat membayar tagihan listrik

Banyak orang yang sibuk. Sehingga lupa untuk membayar tagihan listrik bulanan yang harus dibayarkan tepat waktu. Resikonya yaitu jika terlambat membayar tagihan, maka kita harus membayar denda dengan jumlah yang tidak murah.

Semakin sering lupa, semakin tinggi pula denda yang harus dibayarkan. Masalah lain yang membuat kita lupa untuk membayar adalah karena jarak loket pembayaran tagihan listrik yang cukup jauh dari rumah kita. Sehingga memakan waktu dan tenaga untuk melunasi tagihan listrik.

Saat ini, kamu bisa memanfaatkan banyak layanan pembayaran tagihan listrik secara online melalui beragam aplikasi marketplace online yang tersedia.

Penggunaan pompa listrik yang tak terjadwal

Banyak rumah yang menggunakan pompa air sebagai sumber pasokan air, ataupun untuk jaga-jaga apabila pasokan air dari PDAM mati. Salah satu penyebab membengkaknya tagihan listrik adalah penggunaan pompa air yang tidak terjadwal. Sehingga membuat konsumsi listrik membengkak.

Pompa air bisa mengonsumsi listrik hingga 10 ribu watt. Sehingga penggunaannya harus dilakukan dengan cermat dan hemat agar tagihan listrik tidak membengkak dan membuat kantong bolong.

Sebaiknya, pilih pompa air yang bisa mati otomatis pada saat bak penampungan sudah penuh, atau bisa juga hanya menggunakan sumber air dari PDAM saja agar bisa menghemat konsumsi listrik.

Memasang AC selalu dibawah suhu 22 derajat

Penggunaan AC di bawah suhu 22 derajat bisa menyebabkan konsumsi daya listrik yang semakin besar, terlebih lagi bila AC digunakan pada suhu 16-18 derajat untuk membuat ruangan cepat dingin pada saat suhu udara di luar ruangan sangat terik.

Sebaiknya, gunakan AC pada suhu 22 derajat. Karena rata-rata suhu ruangan di Indonesia berada pada suhu tersebut. Sehingga penyesuaian suhu ini bisa membuat mesin AC bekerja optimal dan stabil. Penggunaan AC pada suhu yang tidak tepat akan membuat mesin AC bekerja lebih keras. Sehingga mengkonsumsi daya listrik yang lebih besar. Membuat tagihan listrik membengkak setiap bulannya.

Cek meteran kWh secara berkala

Salah satu langkah paling mudah untuk mengetahui alasan pasti pembengkakan tagihan listrik di rumah kita yaitu dengan melakukan pengecekan pada meteran kWh setiap bulan. Kita bisa bandingkan meteran bulan sebelumnya dengan bulan ini.

Semakin tinggi angka kWh, maka semakin tinggi pula biaya tagihan yang harus kita bayarkan. Jika terjadi kenaikan tagihan rekening listrik, artinya angka kWh meter atas penggunaan perangkat elektronik kita juga meningkat.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka penggunaan listrik pada dasarnya bisa disiasati agar tagihan listrik tidak membesar dan memberatkan keuangan kita pada saat harus membayar listrik di akhir bulan. Seperti kata pepatah, hemat pangkal kaya. Semakin kita hemat menggunakan listrik, maka akan ada uang lebih untuk dihemat daripada harus dipakai untuk membayar tagihan listrik yang membengkak.

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.