Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Resolusi 2020: Saatnya Mulai Usaha dan Cari Uang dari Rumah

by Gentur Putro Jati on 26 Desember, 2019

Sebagian dari kamu tentu sudah merancang resolusi yang akan kamu lakukan di 2020. Jika kamu bertekad untuk bisa memperoleh penghasilan lebih besar tahun depan, bekerja di kantoran sambil menjalankan bisnis sampingan tentu tidak ada salahnya dilakukan.

Siapa tahu, dari yang awalnya iseng mencoba berdagang atau menyediakan jasa, pendapatan yang kamu hasilkan dari bisnis tersebut malah lebih besar dari uang gaji bulanan yang kamu dapat dari kantor.

Di titik itulah kamu harus memberanikan diri terjun 100% untuk membesarkan bisnis tersebut. Urusan permodalan tidak perlu dipusingkan, karena ada CekAja.com yang bisa memberikan alternatif kredit tanpa agunan (KTA) buat mengembangkan usaha kamu menjadi lebih besar lagi.

Nah, buat kamu yang juga berangan-angan memiliki penghasilan tambahan di 2020 namun belum tahu ide usaha apa yang bisa dilakukan. Berikut kami rekomendasikan beberapa usaha rumahan bermodal kecil yang bisa kamu jalani:

  1. Freelance Content Writer

Menjamurnya perusahaan-perusahaan startup di Indonesia membuka ceruk pasar yang besar bagi kamu yang hobi menulis. Sebab umumnya, pemilik perusahaan startup yang baru berdiri umumnya belum memiliki tim sendiri untuk menulis artikel-artikel sebagai cara softselling produk atau jasa yang diberikan perusahaannya. Disinilah peluang kamu untuk masuk!

Akan lebih mudah lagi jika kamu memiliki jejaring pertemanan di perusahaan-perusahaan startup tersebut sehingga jasa penulisan artikel yang kamu tawarkan bisa digunakan oleh perusahaan tersebut.

(Baca juga: Hal-hal yang Bikin Resolusi Tahun Baru Tidak Tercapai)

Biasanya, untuk satu artikel di perusahaan startup dihargai mulai dari Rp60.000 sampai Rp200.000, bergantung dari panjang-pendeknya tulisan atau dari tingkat kesulitan untuk mengerjakannya. Jadi bisa dihitung, untuk jasa menulis setidaknya 30 artikel di satu startup saja kamu bisa memperoleh antara Rp1,8 juta sampai Rp6 juta per bulan.

  1. Laundry Kiloan dan Cuci Sepatu

Rumah kamu dekat dengan kampus? Mengapa tidak membuka jasa laundry kiloan dan tempat cuci sepatu yang lagi ngehits belakangan ini? Garasi di rumah bisa kamu sulap menjadi tempat laundry dari pada sekadar tempat parkir mobil yang jarang digunakan.

Untuk tahap awal, kamu bisa membeli satu mesin cuci, satu mesin pengering, dua setrikaan, beberapa etalasi untuk menyimpan pakaian yang sudah selesai di cuci dan setrika, sabun cuci dan pewangi untuk keperluan operasi satu bulan, hanger untuk pakaian, serta obat pembersih khusus sepatu.

Pekerjakan ibu-ibu di sekitar rumah kamu untuk menjadi karyawan, sehingga kamu bisa fokus menjadi tenaga pemasaran yang rajin melakukan promosi ke kost-kostan mahasiswa kampus tersebut.

Oiya, disarankan untuk membeli mesin cuci dan mesin pengering yang memang khusus untuk industri laundry, bukan yang untuk digunakan di rumahan. Karena dengan load pemakaian setiap hari, mesin-mesin cuci dan pengering tersebut jelas lebih kuat dibandingkan dengan yang dibuat untuk keperluan rumahan.

  1. Jasa penterjemah

Kamu tergolong orang yang mahir dalam bercas-cis-cus dalam Bahasa Inggris? Apalagi kamu memang memiliki skor TOEFL atau IELTS yang tinggi dan memiliki sertifikat sebagai bukti mampu melakukan pekerjaan penterjemah tersebut? Mengapa tidak beranikan diri menjajakan jasa tersebut secara komersial?

Buat poster yang menarik, untuk ditempelkan di beberapa gerai foto copy di sekitar kampus sebagai tempat mempromosikan jasa kamu. Tentunya dengan izin dari pemilik foto copy tersebut ya. Kamu bisa menyisihkan 10 persen dari tarif jasa yang kamu sediakan untuk pemilik foto copy. Hitung-hitung sebagai biaya marketing usaha kamu bukan?

Kalau mau lebih lancar lagi usaha terjemahan tersebut, manfaatkan juga jejaring pertemanan yang kamu miliki. Siapa tahu, perusahaan-perusahaan tempat teman-teman kamu bekerja memang membutuhkan jasa penterjemah.

Umumnya, tarif penterjemah dihitung Rp500-Rp1.000 per kata bergantung dari kualitas terjemahan yang kamu hasilkan. Semangat ya!

  1. Jasa Penitipan Anak

Kamu suka berinteraksi dengan anak-anak kecil? Lalu halaman dan ruangan di rumah cukup besar untuk menampung mereka? Mengapa tidak membuka jasa penitipan anak alias daycare rumahan?

Pelanggannya untuk tahap awal tentu saja, tetangga-tetangga di rumah yang merupakan pasangan suami istri bekerja yang anaknya masih kecil-kecil. Mereka tentu akan percaya kalau kamu yang menjaga anak-anaknya selama berada di kantor untuk bekerja, karena kamu sudah kenal lama dengan mereka.

Jalin kerja sama dengan pemilik usaha catering untuk makan siang dan camilan anak-anak tersebut, kalau kamu tidak mau repot memasak dalam jumlah banyak untuk mereka. Sesuaikan menunya dengan makanan dan minuman kegemaran anak-anak tersebut yang bisa kamu cari tahu lewat orang tuanya.

(Baca juga: Berbagai Resolusi Keuangan untuk Anda di Tahun Baru)

Lengkapi juga rumah dengan beberapa permainan fisik yang merangsang motorik anak-anak sehingga mereka tidak bosan selama menunggu orang tua pulang. Sediakan juga beberapa tempat tidur untuk anak-anak tersebut tidur siang.

Jika usaha kamu sudah maju dan ada banyak orang tua yang mempercayakan anak-anaknya dititipkan di daycare kamu, perlu dipikirkan untuk terjun lebih serius lagi di bisnis tersebut dengan melakukan renovasi rumah. Tujuannya, tentu saja menjadikan rumah kamu area bermain yang menyenangkan bagi anak-anak.

Tetapi ingat ya, jangan pernah lengah dalam mengawasi anak-anak tersebut selama dititipkan di rumah kamu. Karena setiap orang tua yang telah mempercayakan anaknya untuk kamu rawat, tentu tidak ingin ada hal yang tidak diinginkan terjadi kepada mereka bukan?

Nah, balik lagi ke urusan permodalan, kamu bisa mendapatkan pinjaman berbentuk KTA dari beberapa bank mitra CekAja.com untuk memuluskan rencana kamu berwirausaha. Pinjamannya bervariasi, mulai dari Rp3 juta sampai Rp200 juta bergantung kebutuhan bisnis kamu.

Semangat ya, demi 2020 yang lebih sejahtera!

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum