Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Tips Berbisnis Budidaya Ternak Ikan Arwana Untuk Pemula

by Estrin Vanadianti Lestari on 5 November, 2019

Ikan arwana yang memiliki nama latin Scleropages formosus, merupakan ikan air tawar yang sangat populer dan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Terlebih, ikan yang biasa digunakan sebagai ikan hias ini, memang memiliki bentuk fisik dan warna yang unik. Maka tak heran jika, ikan hias asal Asia Tenggara ini memiliki harga yang fantastis. Sehingga, peluang bisnis untuk budidaya ternak ikan arwana, bisa dibilang cukup tinggi, bahkan sangat menguntungkan.

Ikan arwana sendiri memiliki beragam jenis dari seluruh dunia. Berikut jenis-jenisnya:

  • Ada ikan Arwana Merah
  • Arwana Golden
  • Arwana Golden Red
  • Arwana Golden Pino atau Hijau
  • Arwana Banjar
  • Arwana Irian
  • Arwana Arapaima Gigas
  • Arwana Brazil
  • Arwana Black Golden
  • Arwana Afrika

Semua jenis ikan arwana dijual dengan harga yang berbeda, sesuai tempat atau daerah penjualan, ukuran, kelangkaan, hingga kualitas ikan. Bahkan harganya pun bisa berubah sewaktu-waktu, dan bahkan bisa naik setiap tahunnya.

Selain itu, ikan arwana juga termasuk salah satu ikan hias paling digemari atau banyak penggemarnya di Indonesia. Sehingga, para penggemar ikan hias, pasti akan rela merogoh kocek berapapun, untuk seekor ikan arwana dengan kualitas terbaik. Pasalnya, harga seekor ikan arwana bisa menyentuh harga hingga jutaan rupiah. Bagaimana, tertarik untuk budidaya ternak ikan arwana yang memiliki peluang bisnis besar ini?

Meski terlihat menguntungkan, budidaya ternak ikan arwana juga membutuhkan kegigihan dalam proses pemeliharaannya. Sehingga, kamu tentunya harus memiliki modal besar untuk biaya produksi. Ketika sudah ada modal usaha dan niat, maka keuntungan yang berlipat ganda pun, bisa kamu dapatkan dari hasil budidaya.

(Baca Juga: Panduan Lengkap Budidaya Ternak Ikan Nila Termudah, Yuk Dicek!)

Tips Mengelola Bisnis Budidaya Ternak Ikan Arwana Untuk Pemula

Jika kamu tertarik untuk mencoba bisnis menguntungkan, dari budidaya ternak ikan arwana, sebaiknya ketahui beberapa tips berbisnis ikan arwana berikut ini, terutama bagi kamu para pebisnis ikan hias pemula. Yuk langsung disimak langkah-langkahnya:

  • Melakukan Persiapan Media Budidaya Ikan Arwana

Tips berbisnis budidaya ternak ikan arwana yang pertama adalah, kamu harus mempersiapkan media budidayanya, yakni berupa akuarium. Untuk awal-awal atau pemula, kamu bisa menyiapkan hingga 5 buah akuarium beserta peralatan akuarium lengkap, seperti heater, aerator, filter air, alat pengukur suhu, dan lampu penerang.

  • Memilih Jenis Ikan Arwana yang Akan Dibudidaya

Untuk memulai budidaya ternak ikan arwana, kamu bisa memilih jenis ikan yang mudah didapat atau mudah dibudidayakan. Namun, jika kamu ingin mendapatkan keuntungan yang besar dari budidaya ternak ikan arwana, kamu bisa memilih jenis ikan arwana super red. Mengapa?

Jenis ikan arwana super red, memiliki harga yang tinggi, bahkan harganya bisa mencapai Rp6 juta rupiah per ekornya. Tidak hanya itu, penggemar ikan arwana jenis super red juga cukup banyak, sehingga kamu tidak terlalu sulit dalam melakukan pemasaran.

Kamu bisa membeli benih ikan arwana jenis super red, seharga Rp1 jutaan. Namun, jika kamu belum mampu untuk membeli benih jenis tersebut, kamu bisa membeli benih ikan arwana yang lebih murah, untuk dibudidayakan.

  • Mempersiapkan Indukan Ikan Arwana

Tidak hanya media pembudidayaan dan jenis ikannya yang harus diperhatikan, untuk menghasilkan budidaya ternak ikan arwana yang berkualitas, kamu juga perlu memilih indukan ikan arwana yang bagus, apapun jenis ikannya. Pasalnya, indukan ikan akan memperngaruhi hasil panen ikan arwana dan juga keuntungan yang akan didapat, dari bisnis budidaya tersebut.

Bagaimana mengetahui bahwa indukan ikan arwana berkualitas? Di sini kamu bisa melihat kualitas indukan dari usianya, yakni telah mencapai usia 5 tahun atau lebih. Tidak hanya itu, indukan yang baik biasanya berasal dari pemeliharaan dan pemberian pakan yang khusus, daripada ikan arwana dewasa lainnya.

Nah, ada satu hal lagi yang perlu kamu tahu terkait indukan ikan arwana, yakni cara membedakan ikan arwana betina dan jantan. Kamu bisa mengetahui dari bentuk tubuhnya hingga kepala. Ikan arwana betina memiliki bentuk kepala dan tubuh yang lebih kecil dari ikan arwana jantan.

  • Pemilihan Waktu

Tidak sembarangan, dalam pemilihan waktu budidaya ternak ikan arwana, juga ada waktunya. Pasalnya, sama seperti manusia, ikan arwana juga membutuhkan waktu dalam menemukan pasangannya. Cara kamu melihat bahwa ikan arwana di dalam akuarium telah menemukan pasangan (jantan-betina), akan memberikan tanda seperti sering berenang bersama.

Setelah itu, kamu bisa memisahkan dua ikan arwana tersebut dari ikan arwana lainnya. Pisahkan di akuarium yang berbeda, yang dikhususkan untuk perkembangbiakan. Bahkan, jika perlu buat akuarium tersebut senyaman mungkin, demi menghasilkan bibit yang berkualitas.

  • Proses Pembenihan

Setelah sepasang ikan arwana menghasilkan benih, benih ikan arwana yang berukuran sekitar 1 cm tersebut, harus diperlakukan dengan baik, seperti diberi pakan khusus berupa cacing pita, agar pertumbuhannya bisa maksimal. Nah, jika ikan arwana telah mencapai ukuran kurang lebih 12 cm, kamu bisa melakukan pemisahan dari induknya. Karena jika tidak, benih ikan arwana bisa saja akan dimakan oleh induknya sendiri.

  • Memelihara Benih Ikan Arwana

Setelah benih ikan arwana dipisahkan, selanjutnya agar budidaya ternak ikan arwana bisa menghasilkan ikan yang berkualitas adalah dengan melakukan penjemuran ikan, di atas sinar matahari pagi, agar warna yang akan dihasilkan bisa bagus. Dalam proses pemeliharaan benih ikan yang sudah dipisahkan ini, kamu harus melakukan pemeliharaan hingga ikan berukuran kurang lebih 24-25 cm.

  • Melakukan Panen Ikan Arwana

Setelah semua proses beserta tips budidaya ternak ikan arwana di atas telah dilakukan, maka kamu akan mendapatkan hasil ikan arwana yang berkualitas, dari segi ukuran, warna, hingga kesehatan. Nah, setelah ikan arwana kamu sudah memiliki kriteria tersebut, maka ikan sudah siap dipanen.

Nah, untuk menjual hasil panen ikan arwana, kamu bisa mencari tahu informasinya di internet. Pasalnya, untuk menjual ikan hias ini kamu bisa memasarkan lewat penyalur atau penyuplai ikan arwana di kota-kota sekitar tempat tinggalmu. Kamu juga bisa menjual ikan arwana secara online, untuk mempermudah kamu dalam melakukan penjualan.

Itulah beberapa tips berbisnis budidaya ternak ikan arwana, yang bisa dilakukan untuk pemula. Jangan, sia-siakan kesempatan berbisnis hanya karena kekurangan modal usaha. Karena kamu bisa mengajukan pinjaman dana tunai cepat, dengan mudah, aman, dan praktis, hanya di situs Cekaja.com.

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk