Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Wisata Sejarah di Kepulauan Seribu Yuk, Ini Pilihan Destinasinya!

by Ayunindya Annistri on 29 November, 2019

Kepulauan Seribu menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini dikarenakan keindahan pantai dan bawah airnya mampu memikat siapa saja yang datang berkunjung ke sana untuk sekedar melepas penat.

wisata sejarah di kepulauan seribu

Tidak hanya itu saja, pulau tersebut juga menyimpan sejuta cerita tentang Indonesia di masa lalu. Penasaran? Yuk, ketahui apa saja wisata sejarah di Kepulauan Seribu, berikut ini!

Berbicara mengenai sejarah di Kepulauan Seribu memang enggak akan ada habisnya. Pasalnya keberadaan pulau tersebut masih berkaitan erat dengan berbagai cerita mengenai Batavia, pada masa penjajahan Belanda dulu.

Bahkan menurut beberapa sumber terpercaya, diantara banyaknya nama pulau di Kepulauan Seribu, ada beberapa yang dulu bernama kolonial. Sebut saja Pulau Middbur (Pulau Rambut), Rotterdam (Pulau Ubi Besar), dan Kuiper (Pulau Cipir). Namun sayangnya, kini nama-nama tersebut sudah diubah dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Pilihan Wisata Sejarah di Kepulauan Seribu

Nah, bagi kamu yang ingin menghabiskan akhir pekan dengan mempelajari sejarah Batavia, nampaknya berkunjung ke Kepulauan Seribu menjadi pilihan yang tepat. Berikut beberapa rekomendasi wisata sejarah di Kepulauan Seribu yang wajib kamu kunjungi:

1. Pulau Kelor

pulau kelor

Pulau Kelor adalah satu diantara gugusan pulau yang berada di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Letak pulau ini tidak terlalu jauh dengan Pulau Kelapa, Pulau Petondan Besar, Pulau Bidadari, dan Pulau Cipir.

Salah satu wisata sejarah bekas peninggalan kolonial Belanda di Pulau Kelor yang bisa kamu kunjungi adalah Benteng Martello. Benteng ini dibangun oleh VOC sekitar tahun 1850 untuk mempermudah pemerintah Belanda dalam menghadapi berbagai serangan laut dari pihak Portugis di abad ke-17.

Uniknya lagi, seperti yang dikutip dari berbagai sumber, wisata sejarah di Kepulauan Seribu ini dibangun oleh pekerja Indonesia yang ditahan oleh pihak Belanda.

Dimana saat itu, Belanda sedang mengembangkan sistem pertahanan Nieuwe Hollandse Waterlinie dan salah satu uji coba sistem tersebut adalah Benteng Martello, yang fungsinya sebagai menara pengintai musuh serta benteng pertahanan.

Arsitektur bangunan Benteng Martello terbuat dari batu bata merah yang sangat kokoh dengan bentuk melingkar. Pada bagian tengah benteng, terdapat meriam besar yang kala itu digunakan untuk pertahanan maritim.

2. Pulau Onrust

pulau onrust

Tidak terlalu jauh dari kawasan Pulau Kelor, terdapat Pulau Onrust yang ditetapkan sebagai Taman Arkeologi pada masa pemerintahan gubernur DKI Jakarta ke-7, yaitu Ali Sadikin. Predikat itu tidak hanya dipegang oleh Pulau Onrust, namun termasuk pula Pulau Bidadari, Cipir, dan Kelor.

Di tahun 1618 silam, wisata sejarah di Kepulauan Seribu ini menjadi satu diantara empat pulau yang digunakan oleh VOC pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen sebagai tempat pertahanan.

Malah, Pulau Onrust sempat menjadi tempat karantina haji bagi jamaah Indonesia yang terjangkit penyakit menular dari luar negeri. Kemudian, pulau itu juga difungsikan sebagai pemakaman Belanda.

Namun sayangnya, dari 42 jenazah yang dimakamkan, hanya 4 nama saja yang berhasil diidentifikasi, salah satunya adalah Maria van de Velve, seorang perempuan Belanda yang tinggal di Pulau Onrust bersama sang kekasih.

Tidak hanya menjadi saksi kependudukan Belanda saja, Pulau Onrust juga sempat menjadi tempat bernaung bagi pihak tentara Jepang saat menguasai Batavia alias Jakarta.

Hal ini terlihat dari banyaknya peninggalan Jepang pada masa itu, mulai dari penjara hingga terowongan bawah tanah yang bisa menembus bawah laut.

Akan tetapi wisatawan yang datang berkunjung wisata sejarah di Kepulauan Seribu ini tidak diperbolehkan masuk, karena beberapa alasan tertentu, salah satunya adalah pondasi bangunan yang sudah tidak kokoh.

(Baca Juga: 10 Wisata Luar Negeri yang Wajib Dikunjungi Para Pelancong)
3. Pulau Cipir

pulau cipir

Wisata sejarah di Kepulauan Seribu berikutnya yang bisa kamu kunjungi adalah Pulau Cipir. Di pulau ini, kamu bakal menemukan berbagai fakta menarik sekaligus memilukan bagi masyarakat Indonesia.

Karena, di masa penjajahan Jepang, Pulau Cipir menjadi tempat hukum gantung untuk orang Belanda dan pribumi kala itu.

Lain halnya dengan Jepang, saat Belanda menduduki Batavia, Pulau Cipir atau Pulau Kuyper digunakan sebagai tempat karantina haji hingga bangsal rumah sakit. Sempat beredar kabar pula, bahwa pulau ini menjadi saksi kematian para jamaah haji yang sengaja di suntik mati oleh para penjajah.

Selain menyimpan banyak sejarah kelam, Pulau Cipir tak ubahnya menjadi pulau favorit yang selalu ramai dikunjungi.

Bagaimana tidak, pemandangan lautnya yang indah serta semilir angin segar di kala matahari tenggelam, menjadi momen terbaik yang paling ditunggu-tunggu oleh wisatawan.

Jika datang kesana, jangan lupa untuk memotret beberapa spot jadul yang tentunya sangat bagus untuk melengkapi feed Instagrammu.

4. Pulau Panggang

pulau panggang

Pulau Panggang juga menjadi satu diantara banyaknya rekomendasi wisata sejarah di Kepulauan Seribu yang wajib kamu kunjungi saat akhir pekan. Pulau ini ditetapkan sebagai kelurahan pada tahun 1986 dan masuk dalam Pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Di pulau ini, kamu bakal menemukan banyak bangunan bekas masa penjajahan Belanda yang sampai saat ini masih digunakan sebagai kantor Kelurahan Pulau Panggang.

Tak hanya itu saja, wisata sejarah di Kepulauan Seribu ini juga menyimpan cerita lain yang rasanya sulit diterima logika manusia, tapi dipercaya oleh masyarakat setempat, yaitu cerita tentang pendekar darah putih.

Konon katanya, pendekar darah putih hidup di masa penjajahan Belanda dan dianggap sebagai orang yang sangat sakti. Bahkan saking saktinya, para bajak laut tidak dapat menjarah apapun harta yang ada di Pulau Panggang tersebut.

5. Pulau Edam

pulau edam

Satu lagi wisata sejarah di Kepualaun Seribu yang juga memiliki kisah unik, yaitu Pulau Edam. Nama pulau ini diambil dari sebuah kota yang ada di Belanda.

Dulu, Pulau Edam menjadi salah satu pulau tersibuk pada masa VOC. Hal ini tampak jelas dari beberapa bekas bangunannya, dimana kamu bisa melihat mercusuar Vast Licht dan reruntuhan fondasi bekas rumah Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Tidak hanya Belanda saja yang pernah menduduki tempat wisata sejarah di Kepulauan Seribu ini, pada masa Perang Dunia II, Jepang juga menjadikan Pulau Edam sebagai bunker pertahanan sekaligus tempat pengintaian tentara Jepang pada masa itu.

Letak bunker tersebut ada di dalam hutan dengan ukuran yang sangat bervariasi, mulai dari 3x2x2 meter hingga 5x3x2 meter dengan dinding beton dan masing-masing bunker dilengkapi pintu serta jendela.

Itulah kelima rekomendasi wisata sejarah di Kepulauan Seribu, yang mana semua pulau bisa dicapai dengan Kapal Dishub dari Muara Angke dan kisaran harganya Rp 44 ribu per orang. Namun sebelum pergi, jangan lupa lindungi dirimu juga dengan asuransi perjalanan yang bisa didapat melalui situs CekAja.com .

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Ayunindya Annistri

Penulis amatir yang hobi merantau