Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

11 Alat Pembayaran Internasional untuk Transaksi Dagang Dunia

by Vera Khairifah on 19 November, 2019

Industri perdagangan berbagai produk barang dan jasa kini makin berkembang. Di balik transaksi dagang dunia ini, ada alat pembayaran internasional yang dilibatkan.

11 Alat Pembayaran Internasional untuk Transaksi Dagang Dunia

Sebagai orang awam, mungkin kamu hanya mengetahui uang tunai dan kartu kredit sebagai alat pembayaran internasional. Nyatanya, ada beberapa alat pembayaran internasional lainnya yang biasa digunakan dalam transaksi dagang dunia. Berikut informasi lengkapnya.

1. Kontan/Uang Tunai

Pembayaran secara kontan atau dengan menggunakan alat pembayaran internasional yakni uang tunai adalah hal termudah dan paling umum dilakukan. Transaksi dagang dunia dengan uang tunai biasanya dilakukan kala seseorang berada di luar negeri.

Pembayaran bisa menggunakan mata uang negara tempat dilakukannya transaksi dagang tersebut, atau dengan mata uang bawaan turis sebagai pembeli. Hal ini bergantung dari kesepakatan penjual dan pembeli.

(Baca juga: Cara Menghemat Uang Jajan Ala Mahasiswa Rantau)
2. Cek

Seperti yang kita ketahui, cek adalah surat perintah tak bersyarat oleh nasabah bank untuk membayarkan atau memindahkan sejumlah uang yang tertera kepada si pembawanya.

Pemindahan dana akan dicairkan jika cek memang tervalidasi oleh tandatangan atau cap resmi pemberi kuasa.

Transaksi dagang dengan cek biasanya dilakukan oleh importir yang mengirimkan lembar cek kepada eksportir lewat bank yang ada di negara eksportir sebagai penerima dana.

3. Telegrafik Transfer

Jika dana cek dapat dicairkan apabila ditunjukkan oleh penerima dana, telegrafik transfer memiliki prosedur yang sedikit berbeda.

Alat pembayaran internasional yang satu ini diartikan sebagai lembar cek yang merupakan perintah pemilik dana awal untuk memindahkan dana ke rekening lain (baik di dalam maupun luar negeri) melalui sistem telegram otomatis di bank.

Sehingga lembar cek tak perlu dimiliki atau dikirimkan ke si penerima dana. Meskipun lebih mudah dibandingkan cek biasa, pengiriman uang ini berisiko tinggi.

Maka dari itu, harus ada kesepakatan dan rasa percaya yang tinggi antara pengirim dan penerima dana.

4. Wesel

Wesel atau bill of exchange mungkin tidak terdengar asing bagi masyarakat Indonesia. Dengan wesel, pengiriman uang dari dalam maupun luar negeri menjadi lebih mudah.

Caranya dengan mengisi formulir pengiriman uang di penyedia jasa wesel (Misalnya Pos Indonesia, BNI Wesel PIN, dsb), kemudian masukkan rekening bank atau nama penerima dana yang dituju.

Untuk menggunakan wesel, kamu (baik sebagai pengirim maupun penerima uang) tidak perlu memiliki akun atau rekening. Karena proses pengiriman dan konfirmasi penerimaan dana menggunakan PIN.

5. Letter of Credit

Letter of credit memiliki kesamaan dengan wesel. Hal yang membedakan adalah jika menggunakan alat pembayaran wesel, maka pembayaran uang harus secara kontan (langsung lunas). Sedangkan dengan letter of credit, pembayaran bisa secara mencicil atau kredit.

Dan apabila terjadi pembayaran yang tersendat, maka pihak bank akan melunasi ke pihak penjual. Kemudian dana talangan itu akan menjadi hutang si pembeli pada pihak bank. Letter of credit digunakan saat transaksi dagang dilakukan oleh pihak yang belum saling percaya.

Sehingga keamanan transaksinya lebih terjamin. Terutama bagi pihak penjual yang sudah mengirimkan barangnya ke negara lain namun khawatir barangnya tidak dibayar.

6. Emas

Emas sebagai alat pembayaran internasional memiliki fungsi yang sama dengan uang tunai. Di mana nilai barang yang dijual disesuaikan berat sejumlah emas. Pembayaran dengan emas akan melindungi nilai barang tersebut karena tidak akan dirusak oleh inflasi.

7. Kompensasi Pribadi

Yang dimaksud dengan kompensasi pribadi adalah pembayaran yang dilakukan menyilang dalam satu negara. Misalnya, Anis yang berasal dari Indonesia membeli barang dari Andrew (Amerika) sebesar US$ 1000, kemudian Brian (Amerika) membeli barang dari Budi (Indonesia) dengan nilai yang sama.

Jika keempat pihak tersebut saling mengenal dan percaya, maka mereka bisa menggunakan kompensasi pribadi sebagai alat pembayaran internasional. Jadi, Anis akan memberikan uang kepada Budi sebesar US$ 1000, kemudian demikian pula dengan Brian yang memberikan jumlah uang yang sama kepada Andrew.

8. Valuta Asing

Valuta asing adalah alat pembayaran internasional yang melibatkan pertukaran kurs mata uang antar negara. Agar lebih mudah, satuan mata uang valuta asing biasanya berbentuk dollar Amerika Serikat atau USD. Dengan valuta asing, pembayaran akan lebih mudah karena dihitung dalam satu mata uang yang sama.

(Baca juga: Yuk Coba, Investasi Ramah Lingkungan Sukuk Tabungan Seri ST006)
9. Kartu Kredit

Untuk transaksi dagang yang umum dalam skala kecil, seperti di e-commerce, kartu kredit memang banyak dipilih sebagai alat pembayaran internasional. Kamu cukup memasukkan nomor kartu kredit saat membayar tagihan belanja, kemudian transaksi dagang pun sukses dilakukan.

Saldo kartu kredit akan otomatis terpotong dari jumlah limitnya, dan kamu bisa membayarnya dengan mencicil dalam masa tenor yang dipilih.

10. Escrow Account

Escrow account adalah rekening yang dibuka untuk dua pihak sekaligus. Sehingga akses dan penggunaannya dipakai bersama. Untuk menggunakan escrow account sebagai alat pembayaran internasional, dibutuhkan rasa percaya yang tinggi.

Jadi, pihak pembeli akan menyetorkan uang ke rekening escrow account tersebut, kemudian penjual bisa mengambil uangnya di rekening yang sama itu.

Jika terjadi sesuatu hal yang menyebabkan pembeli ingin menarik uangnya kembali, maka bisa saja hal itu dilakukan asalkan uang tersebut belum ditarik oleh penjual.

11. E-Wallet

Sesuai namanya, e-wallet yang berarti dompet elektronik kini makin marak digunakan untuk berbagai transaksi. Sudah banyak penyedia e-wallet yang ada di dunia sebagai alat pembayaran internasional. Sebut saja PayPal, OVO, GoPay, DANA, dan lain sebagainya.

Tidak hanya digunakan untuk transaksi dagang dalam negeri, e-wallet bisa dipakai di hampir semua transaksi dimana saja. Misalnya seperti Jenius yang sekarang bisa dipakai untuk membayar tiket MRT di negara Singapura.

Ajukan KTA untuk berbagai kebutuhan kini semakin mudah karena bisa dilakukan secara online di CekAja.

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast