Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Tips dan Trik Hemat Belanja di Supermarket

by Ariesta on 24 Maret, 2016

Masak sendiri sejatinya bisa menghemat pengeluaran dibanding membeli makanan jadi. Sayangnya, pemborosan malah terjadi ketika kamu sedang berbelanja di supermarket untuk membeli bahan makanan yang ingin dimasak. Karena itu, ketahui trik ini agak kamu tidak lebih boros saat belanja.

Tahukah kamu kalau supermarket menaruh barang-barang yang harganya mahal di rak yang posisinya sejajar dengan rata-rata tinggi badan banyak orang? Tujuannya agar kamu yang belanja terburu-buru tidak membandingkan harga, sehigga memilih barang yang lebih mahal tersebut. Jika tidak ingin terjebak, kamu harus tahu trik-trik hemat belanja di supermarket. Dengan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, niscaya kamu bisa berhemat banyak. Apa saja triknya?

    • Membuat daftar belanjaan. Tanpa daftar belanjaan, kamu akan sangat mudah tergoda membeli barang diskon. Daftar belanjaan berguna agar kamu tidak membeli bahan-bahan yang tak berguna.
    • Sebelum pergi belanja, kamu harus tahu menu apa yang akan kamu masak. Sehingga kamu hanya membeli bahan-bahan yang kamu butuhkan.
    • Sebelum pergi belanja, catat bahan-bahan apa saja yang masih kamu miliki di dapur beserta tanggal kadaluarsanya. Ini akan mencegahmu dari membeli bahan-bahan yang sudah kamu miliki.
    • Belanjalah sendirian. Karena semakin banyak orang yang kamu ajak belanja, akan semakin mahal pula belanjaan kamu. Studi yang dilakukan oleh Marketing Science Institute seperti yang dimuat dalam TIME menunjukkan, 65 persen barang yang dibeli saat belanja bersama orang lain adalah barang-barang yang tidak berguna. Jadi, tinggalkan anakmu di rumah dan belanjalah sendirian.
    • Supermarket adalah bagian dari bisnis. Dan seperti layaknya bisnis lainnya, mereka punya taktik untuk menggiring konsumen membeli barang yang lebih mahal. Misalnya dengan menempatkan barang-barang di rak yang posisinya sesuai dengan tinggi badan kita. Sebaliknya mereka menempatkan yang murah di luar jangkauan kita. Cara terbaik adalah tidak belanja terburu-buru dan rajin membandingkan harga.
    • Gunakan headphone. Mengapa? Berdasarkan laporan dalam Reader’s Digest, banyak supermarket memutar lagu berirama lambat agar kamu pun menghabiskan lebih banyak waktu berbelanja. Gunakan headphone dan putarlah lagu upbeat agar kegiatan belanjamu efektif dan efisien.
    • Jangan belanja saat perutmu sedang lapar. Rasa lapar mendorongmu membeli banyak makanan yang tidak kamu butuhkan.
    • Meskipun nyaman, bukan hal yang bijak untuk membeli semua keperluan di supermarket. Barang elektronik misalnya, toko khusus elektronik pasti menawarkan lebih banyak promo dan diskon dibandingkan supermarket.
    • Jangan membeli buah potongan karena meskipun harganya terkesan lebih murah, sebenarnya lebih mahal jika dibandingkanmembeli buah dalam bentuk utuh. Buah potongan juga lebih cepat busuk daripada buah utuh.
    • Buat budget setiap bulannya lalu masukan uang belanja ke dalam amplop. Kamu hanya boleh membawa amplop tersebut tanpa tambahan uang kas, kartu debit, atau kartu kredit. Ini akan membuatmu berpikir dua kali sebelum membeli sesuat.
    • Mendaftar sebagai anggota supermarket. Supermarket ingin agar kostumer yang pernah berbelanja padanya kembali lagi. Karena itulah mereka menawarkan loyalty Program tersebut bisa berupa akumulasi poin yang bisa ditukarkan dengan potongan harga, kupon, atau hadiah menarik.
    • Beberapa perusahaan kartu kredit bekerja sama dengan supermarket dengan memberikan cashback atau diskon. Contohnya jika belanja di Carrefour dan Transmart Carrefour di Indonesia, kamu mendapatkan diskon 10 persen jika bertransaski dengan kartu kredit bank Mega.
    • Memasak variasi menu berbeda dengan menggunakan bahan yang sama. Misalnya kamu membeli kentang sekilo. Dalam seminggu kamu bisa memasak perkedel kentang, sambel goreng kentang, atau mashed potato.

Pelajari bon belanjaan. Lihat apa yang paling mahal atau bahan apa yang bisa diganti dengan bahan lebih murah. Misalnya kamu membeli mentega berukuran besar padahal kamu jarang sarapan dengan roti. Saat sesi belanja berikutnya, kamu bisa memilih mentega yang lebih kecil.

(Baca juga: Empat Tips Irit Atur Belanja Bulanan Untuk Ibu Muda)

Tentang Penulis