Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

4 Cara Membuat Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

by Kyla Damasha on 4 Juni, 2020

Cara membuat daftar pustaka sangatlah penting untuk diketahui oleh setiap orang, terutama bagi kamu yang saat ini tengah menyusun skripsi ataupun jurnal.

Cara Membuat Daftar Pustaka

Mengapa? Karena hadirnya daftar pustaka itu sendiri memang seakan-akan menjadi bukti bahwa karya tulis ilmiah yang kamu buat memang berasal dari sumber-sumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada intinya, karya tulis ilmiah maupun jurnal merupakan suatu media yang digunakan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada para pembaca. Sehingga, dalam menulisnya pun kamu tidak bisa dilakukan secara sembarangan, melainkan didasari oleh fakta-fakta yang memang benar adanya.

(Baca Juga: Langkah-langkah Membuat Skripsi yang Perlu Diketahui Mahasiswa Semester Akhir)

Terutama dalam hal membuat skripsi, tata cara pembuatan daftar pustaka seringkali dijadikan sebagai salah satu poin penilaian tersendiri. Salah penulisan daftar pustaka, maka tidak menutup kemungkinan kamu dapat mengalami pengurangan nilai.

Walaupun cara membuat daftar pustaka di setiap Universitas ataupun instansi biasanya berbeda-beda, namun sedikit banyak cara penulisannya memiliki tata cara yang tak jauh berbeda. Maka dari itu, bagi kamu yang saat ini masih bingung tentang cara membuat daftar pustaka, wajib banget untuk menyimak pembahasan kita kali ini.

Apa itu Daftar Pustaka?

Daftar pustaka merupakan rangkaian daftar tulisan yang berisikan berbagai sumber ataupun referensi yang berasal dari buku, jurnal dan skripsi terdahulu, makalah, hingga artikel yang mana akan dijadikan sebagai landasan di dalam sebuah laporan penelitian atau karya tulis ilmiah.

Pada umumnya, daftar pustaka selalu diletakan di lembar paling akhir karya tulis ilmiah yang juga diposisikan sebagai penutup.

Apa itu Daftar Pustaka dan Tujuan Membuat Daftar Pustaka - 4 Cara Membuat Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

Tujuan Membuat Daftar Pustaka

Bagi sebagian besar mahasiswa semester akhir, membuat daftar pustaka mungkin akan dirasa menambah beban pekerjaan. Karena, bukan hanya daftar pustaka tidak bisa ditulis secara sembarangan, melainkan penulisan dari daftar pustaka itu sendiri perlu dilakukan secara berurutan A-Z. Sehingga, banyak orang yang mengesampingkan penulisan daftar pustaka walaupun nyatanya ini merupakan bagian terpenting di dalam sebuah karya ilmiah.

Nah, sebelum kita membahas tentang cara membuat daftar pustaka, ada baiknya jika kita juga turut mengetahui tujuan dari dibuatnya daftar pustaka, yaitu sebagaimana berikut ini:

  • Terhindar dari tuduhan penjiplakan/plagiarisme
  • Menghargai karya dari penulis terdahulu
  • Membantu pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sumber kutipan

Di dalam pembuatan karya tulis ilmiah, plagiarisme merupakan salah satu isu yang cukup serius dan patut diwaspadai. Karena, plagiarisme itu sendiri memiliki pasal-pasal yang bisa menjeratmu ke jalur hukum. Maka dari itu, hadirnya daftar pustaka sangatlah diwajibkan di dalam penulisan karya tulis ilmiah.

Cara Membuat Daftar Pustaka
1. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Sumber Buku

Di dalam cara membuat daftar pustaka dari sumber buku, maka unsur-unsur yang wajib masuk ke dalamnya adalah nama penulis, tahun terbit, judul buku, kota terbit serta nama penerbit, yang mana di setiap unsur harus menyertakan tanda titik (.) sebagai pembatasnya.

·   Nama Penulis

Nama belakang penulis selalu ditulis lebih awal dan dilanjutkan dengan tanda koma (,), kemudian nama dengan dan tengah. Jika terdapat nama penulis yang lebih dari satu orang, maka hanya penulis pertama saja yang ditulis secara terbalik. Sementara itu untuk penulis kedua dan seterusnya ditulis secara lengkap.

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam menulis nama untuk daftar pustaka bersumber pada buku adalah:

–  Gelar akademis maupun non-akademis tidak perlu dituliskan.

– Jika terdapat editor, maka penulisan daftar pustaka ditambah singkatan (Ed).

– Jika jumlah penulis lebih dari tiga, maka tidak semua nama penulis harus dituliskan. Melainkan gunakanlah singkatan (dkk) atau (et all).

– Jika kamu menggunakan berbagai sumber buku dengan satu nama pengarang, maka kamu tidak perlu menuliskan nama pengarang secara berulang, cukup 1 kali saja. Kamu hanya perlu mencantumkan garis sepanjang 10 ketukan dan akhiri dengan tanda titik (.). Kemudian, kamu bisa melanjutkan dengan menulis tahun terbit. Jika tahun terbit berbeda, maka urutkanlah berdasarkan tahun terbit terlama ke tahun terbit terbaru.

·   Tahun Terbit

Setelah nama penulis, maka dilanjutkan dengan menulis tahun terbit dari buku yang kamu gunakan sebagai referensi. Selain itu, perhatikan pula edisi cetakan. Biasanya, terdapat buku-buku yang tidak hanya melalui satu cetakan saja, melainkan kedua maupun ketiga. Nah, apabila terdapat cetakan dalam edisi, maka kamu juga wajib mencantumkannya.

·   Judul Buku

Tulislah judul buku secara lengkap dan dalam bentuk italic atau tulisan miring.

·   Kota dan Nama Penerbit

Urutan untuk cara menulisnya adalah dengan diawali nama kota yang kemudian dipisahkan dengan tanda titik dua (:) dan dilanjutkan dengan nama penerbit.

·   Contoh Penulisan

Asrori, Mohammad. 2008. Psikologi Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

2. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Sumber Skripsi

Pada umumnya, cara membuat daftar pustaka untuk sumber skripsi memiliki struktur yang tak jauh berbeda dengan penulisan daftar pustaka buku. Hanya saja, yang menjadi perbedaan adalah penambahan jurusan, fakultas, nama universitas, serta lokasi universitas.

Cara penulisannya itu sendiri juga turut berlaku untuk sumber tesis dan disertasi. Berikut adalah format dalam penulisan daftar pustaka untuk sumber skripsi, tesis, dan disertasi.

  •       Nama Penulis
  •       Tahun Terbit
  •       Judul (ditulis dengan menyertai tanda petik (“))
  •       Skripsi, Tesis, atau Disertasi
  •       Nama Fakultas
  •       Nama Jurusan
  •       Nama Universitas
  •       Kota atau Kabupaten Universitas

Contoh Penulisan:

Niam, Muwasaun. 2018. “Analisa Putusan MK Nomor 30-74/PUU-XII/2014 Tentang Batas Usia Minimal Perkawinan Perempuan Ditinjau dari Mashlahah Murshalah”, Skripsi. Tidak diterbitkan, Fakultas Syarah dan Hukum UNISNU: Jepara.

3. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Sumber Internet

Sementara itu, cara membuat daftar pustaka dari sumber yang diambil dari internet juga secara keseluruhan tidak jauh berbeda dengan penulisan daftar pustaka buku. Hanya saja, perbedaannya adalah terletak pada penambahan link serta tanggal dan jam ketika kamu mengakses sumber tersebut.

Pastikan bahwa kamu menggunakan sumber yang jelas dari situs yang sudah terbukti kredibilitasnya.

  •       Nama Penulis Artikel
  •       Tahun Artikel Dipublikasikan
  •       Judul Artikel (ditulis di dalam tanda petik (“))
  •       Link Artikel
  •       Tanggal dan Jam Mengakses Artikel

Contoh Penulisan:

Sumadi, Trenggono. 2016. “Gaya-gaya Milenial yang Sulit Dipahami”. (Link Artikel). Diakses pada 21 Januari 2019 jam 17.38 WIB.

(Baca Juga: 10 Situs Jurnal untuk Skripsi Bagi Kamu Para Pejuang Semester Akhir)

4. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Sumber Jurnal

Secara umum, cara membuat daftar pustaka dari jurnal harus didasari oleh beberapa hal yang tak tentunya tak boleh terlupakan dan sedikit berbeda dibandingkan menulis daftar pustaka untuk buku.

Nah, walaupun struktur atau format penulisan biasanya berbeda-beda dari setiap instansi, namun biasanya penulis daftar pustaka jurnal ditulis dalam dua bentuk, yaitu APA (American Psychological Association) style dan MLA (Modern Language Association) style.

APA style merupakan gaya penulisan daftar pustaka yang biasanya digunakan di dalam bidang filsafat, linguistik, antropologi, akuntansi, ekonomi, geografi, hukum, pendidikan, politik, dan sosiologi.

Sementara itu, MLA style biasanya digunakan di dalam kutipan ataupun daftar pustaka pada bidang seni, Bahasa, sastra, bidang agama, Pancasila, kewarganegaraan, ilmu sosial dasar, ilmu alamiah dasar, dan ilmu budaya dasar.

·   APA Style

–   Nama Pengarang

–   Tahun Penerbitan

–   Judul Artikel

–   Nama Jurnal

–   Volume atau edisi (jika ada)

–   Halaman

–   DOI (Digital Object Identifier)

–   URL dari Situs Jurnal

Contoh Penulisan:

Spreer, P., Rauschnabel, P.A. (2016). Selling with Technology: Understanding the Resistance to Mobile Sales Assistant Use in Retailing. Journal of Personal Selling & Sales Management, 36(3), 240-263. doi. 10.1080/08853134.2016.1208100.

·   MLA Style

–   Nama Pengarang

–   Judul Artikel

–   Nama Jurnal

–   Volume/Edisi

–   Tahun Publikasi

–   Halaman

–   Media

Contoh Penulisan:

Jonathan, Karim. “Beyond Growth: Library and Development.” Annals of Library Research 40.5 (2015): 1111 – 1130. Print.

Jadi, sekarang kamu sudah tahu kan bahwa cara membuat daftar pustaka memang membutuhkan teknik khusus dan tidak boleh ditulis secara sembarangan. Ingin tahu berbagai berita terkini lainnya mengenai lifestyle, finansial, hingga kesehatan? Kunjungi saja CekAja.com.

Tentang Penulis

Kyla Damasha

Usia Hanyalah Angka, Wajah Tetap Harus Awet Muda