Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

5 Cerita Unik Selama Gelaran Miss Universe 2018

by Sindhi Aderianti on 20 Desember, 2018

Perhelatan Miss Universe 2018 baru saja digelar 17 Desember lalu. Ajang beauty pageant tertua dunia tersebut mengambil tempat di Bangkok, Thailand. Ada hampir seratus perempuan cantik dari berbagai belahan dunia memperebutkan gelar ratu sejagad ini. Termasuk Indonesia yang diwakili oleh Sonia Fergina Citra asal Bangka Belitung.

Miss Universe Ratu Kontes Kecantikan - CekAja

Miss Universe adalah sebuah kontes kecantikan tingkat dunia yang awalnya merupakan acara Pacific Mills untuk mempromosikan produk pakaian renang Catalina Swimwear di tahun 1952.

Namun tiba-tiba, peristiwa di luar dugaan terjadi. Miss America 1951, Yolanda Betbeze, menolak mengenakan pakaian renang tadi karena satu dan lain hal. Insiden inilah yang mendorong Pacific Knitting Mills memutuskan untuk membuat kontes kecantikan sendiri, yaitu Miss Universe.

Saat itu, Miss Universe mempersilakan setiap negara mengirimkan masing-masing perwakilannya. Namun, para peserta dikenai biaya yang harus diserahkan kepada penyelenggara sebagai hak waralaba.

Kontestan yang ingin berpartisipasi pun diwajibkan melajang. Dalam artinan, belum menikah dan belum melahirkan hingga muncul pemenang baru di tahun berikutnya.

Tahun 1959, Akiko Kojima dari Jepang menjadi wanita Asia pertama yang memenangkan Miss Universe. Sejak 1960, ajang ini mulai memakai sistem wawancara. Miss Universe berlangsung lebih dari satu bulan, termasuk karantina, latihan, dan kontes awal.

Setelah itu, pemenang Miss Universe pun menjadi lebih beragam. Kemenangan perempuan kulit hitam pertama, yakni Janelle Commissiong dari Trinidad-Tobago mencatatkan sejarah baru pada Miss Universe 1977.

Melalui laman resminya, ajang Miss Universe mengungkapkan bahwa tujuan dari kontestasi ini tak lain untuk mengembangkan kepercayaan diri setiap perempuan.

Dengan bakat yang mereka miliki, bukan tidak mungkin kualitas hidup dan masa depannya kelak lebih baik setelah menerima berbagai asahan ilmu di ajang Miss Universe. Semua kelebihan itu nantinya akan ditularkan kepada masyarakat dunia lewat berbagai kegiatan sosial dan budaya selalama kurang lebih setahun.

(Baca juga: Besarnya Hadiah yang Bikin Juara Kompetisi Tingkat Dunia Ini Kaya Mendadak)
Sejarah Baru Miss Universe 2018

Acara puncak Miss Universe yang digelar bergantian di berbagai negara ini semakin berkembang aja. Kemegahannya membuat jutaan pasang mata tercengang. Dari sekian banyak ajang beauty pageant, Miss Universe pun selalu menyimpan cerita menarik di setiap tahunnya. Apa sajakah itu? Simak ulasan lengkapnya berikut.

1. Sistem penilaian berubah

Pada ajang pemilihan Miss Universe 2018 tahun ini, ada dua sistem penilaian yang mengalami perubahan. Pertama pada penilaian baju renang atau swimsuit show. Dari penilaian yang berlangsung selama dua jam itu, juri akan langsung menentukan siapa saja kontestan yang paling layak untuk masuk ke dalam babak 20 besar.

Tak hanya itu, live voting selama acara berlangsung pun kini turut ditiadakan. Padahal sebelumnya, live voting menjadi salah satu penentu terbesar lolosnya setiap kontestan ke dalam 12 besar.

2. Miss Kamboja tak bisa berbahasa Inggris

Melibatkan kontestan dari berbagai negara, bahasa Inggris sudah barang tentu digunakan. Terutama untuk kebutuhan berkomunikasi dengan para juri ketika penilaian berlangsung.

Namun, berbeda dengan Miss Kamboja Rern Sinat yang ternyata tidak memiliki kemampuan ini. Melalui live di akun Instagram pribadinya pasca acara, Ia menangis menceritakan hal tersebut.

Tangisannya itu menurut para fans terjadi setelah ketidakmampuannya berbahasa Inggris dibahas oleh dua finalis Miss Universe 2018 lainnya, yakni Miss USA dan Miss Australia.

Seperti yang diketahui, selama ini Sinat mengandalkan Google Translate untuk berkomunikasi dalam sebagian besar babak penyisihan di Bangkok. Timnya pun sudah diberi penerjemah kemarin untuk memudahkannya berkomunikasi.

Jadi sebenarnya, ketidakmampuan tersebut bukanlah masalah yang harus dibesar-besarkan. Dari pihak penyelenggara pun sebenarnya tidak merasa terganggu, sebab Sinat diakui merupakan saingan yang cukup tangguh bagi hampir semua kontestan dengan kelebihan lain yang ia punya.

(Baca juga: Produk Kesehatan dan Kecantikan Kelas Dunia yang Ramah Lingkungan)
3. Kontestan transgender

Fakta yang satu ini cukup mencengangkan sekaligus menjadi catatan sejarah baru di sepanjang kiprah berlangsungnya Miss Universe. Kontestan asal Spanyol, Angela Ponce adalah peserta transgender pertama di perhelatan bergengsi tersebut.

Namun, keberadaan Angela sebagai salah satu dari 93 peserta Miss Universe tidaklah mudah. Ia sempat ditolak oleh panitia penyelenggara karena mereka belum pernah meloloskan peserta transgender.

Entah apa alasannya, Angela kemudian berhasil lolos mewakili Spanyol meski ia tidak membawa pulang gelar apapun di ajang tersebut.

4. Dua juri berasal dari Filipina

Terpilihnya Catriona Gray asal Filipina sebagai Miss Universe 2018 ternyata menuai sedikit kontroversi. Berbagai perdebatan pun muncul di kalangan pecinta beauty pageant.

Pasalnya, sosok juri di balik kemenangan gadis berusia 24 tahun itu juga amat berpengaruh. Banyak yang menilai kalau dua juri berdarah Filipina pada ajang tersebut memudahkan jalannya menjadi pemenang.

Komentar negatif ini namun tidak mendapat respon sedikitpun dari pihak penyelenggara. Apalagi kalau diperhatikan, dari awal hingga saat menjawab pertanyaan di malam final, Catriona memang paling menonjol karena kepribadiannya dan jawaban-jawaban cerdasnya.

(Baca juga: 10 Video Paling Populer di YouTube Indonesia Sepanjang 2018)
5. Putri Indonesia masuk 20 besar

Prestasi yang cukup membanggakan juga turut diberi oleh kontestan asal Indonesia, Sonia Fergina Citra. Gadis kelahiran Tanjung Pinang ini berhasil masuk ke dalam jajaran 20 besar Miss Universe 2018.

Keluarga yang multietnis menjadikannya lebih memiliki toleransi yang kuat terhadap semua perbedaan. Latar belakang inilah yang lantas menjadi inspirasinya tampil pada ajang tersebut.

Selain itu, ia pun mengungkapkan bahwa isu perbedaan kini masih menjadi momok terbesar di negaranya sendiri. Padahal jika budaya toleransi bisa dikedepankan, perbedaan bukanlah masalah untuk tetap bersatu seperti ia dan keluarganya.

Satu hal yang mengejutkan, sebelumnya beberapa situs kontes kecantikan tidak pernah mengunggulkan Sonia untuk melaju ke babak itu. Finalis Asia yang justru diprediksi adalah Miss Phillipines, Miss Vietnam dan Miss Thailand.

Itulah kelima cerita unik yang dihadirkan Miss Universe 2018. Tentunya semua itu bisa menjadi pelajaran tersendiri bagi setiap penonton. Pertama, untuk saling menghargai perbedaan dan sadar kalau memang tidak ada manusia yang sempurna sekalipun ia adalah ratu sejagad.

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.