Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

5 Jenis Barang Koleksi yang Bisa Dijadikan Investasi

by Sindhi Aderianti on 23 November, 2018

Hobi bisa menjadi investasi, mungkin tidak ada yang menyangkanya. Apalagi kalau kegemaran tersebut hanya sebatas mengoleksi barang. Tapi, investasi barang koleksi nyatanya mampu memberi keuntungan yang tak disangka-sangka.

Artikel Newsletter CekAja Investasi Saham

Banyak yang salah kaprah dengan investasi. Mereka menyangka bahwa investasi yang non konvensional hanya sekedar investasi saham, emas, surat berharga dan properti saja.

Padahal, barang-barang koleksi ternyata juga bisa dijadikan investasi yang bernilai cukup tinggi. Katakanlah 10 tahun lagi, bukan tidak mungkin Anda jadi kaya raya karena barang ini.

Bahkan mampu mengalahkan nilai saham atau emas sekali pun! Berikut iadalah 5 barang-barang yang dimaksud:

1. Lukisan

Salah satu barang koleksi yang paling sering dimonetisasi adalah lukisan. Ya, lukisan kini tidak hanya bisa dinikmati sebagai pajangan di rumah.

Contohnya saja lukisan karya Affandi yang berjudul ”Man With a Fighting Rooster”. Lukisan tersebut bisa dijual dengan harga 3,9 miliar rupiah ketika ada acara pelelangan lukisan di Hongkong.

Perlu diketahui, nilai lukisan sama halnya dengan produk investasi yang lain seperti deposito dimana nilainya bisa naik dan turun. Konon, likuiditas suatu lukisan ada pada siapa yang melukisnya atau nama besar dibalik terciptanya lukisan itu sendiri.

Maka usahakan untuk membeli lukisan dengan karakteristik yang yang paling tidak memiliki nama besar di baliknya.

 (Baca juga: Daripada Beli Rokok, Mending Uangnya Dipakai Investasi Ini Yuk!)
2. Tas bermerek

Rasanya semua wanita pasti menyukai barang yang satu ini. Kabar baiknya, tas bermerek tidak hanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan fashion saja.

Namun dapat pula menjadi investasi barang koleksi yang dijual kembali sekalipun sudah terpakai. Karena tas dengan merek dan tipe legendaris, nilainya bisa terus meningkat.

Sebut saja tas Hermes dengan tipe Birkin. Meski harga belinya bisa selangit, tapi kalau dijual lagi bisa jadi lebih mahal, lho.

Hermes Birkin edisi baru rata-rata seharga 6.000 poundsterling atau Rp 117 juta, sedangkan yang bekas dihargai lebih mahal senilai 7.000 poundsterling atau Rp 136 juta. Mengapa bisa semahal itu?

Bukan ‘menang’ di nama beken Hermes saja, akan tetapi dari produksi tas ini yang semuanya dibuat secara handmade. Proses pembuatannya sendiri memakan waktu dua hari untuk satu tas.

Banner KTA CekAja

3. Uang kuno

Jangan sia-siakan uang kuno bila Anda memilikinya. Memang sudah tidak laku lagi untuk dijadikan nilai tukar, tapi kalau diinvestasikan?

Siapa sangka, uang kuno dengan nominal rendah senilai 500 perak saja bisa dijual dengan harga ratusan ribu rupiah. Bila ingin dijadikan investasi, uang yang dikoleksi harus diperhatikan kondisinya.

Semakin baru kondisi uang kuno yang dimiliki maka nilai investasi barang koleksinya akan semakin tinggi. Jenis uang kertas kuno Indonesia yang disukai pasar lelang antara lain gambar Patung Ken Dedes dalam nominal Rp 10 tahun 1952, gambar Candi Prambanan dalam nominal Rp 5 tahun 1959 dan 1979, serta gambar Candi Borobudur dalam nominal Rp 10.000 tahun 1992.

 (Baca juga: Kiat-kiat Investasi Reksa Dana untuk Pemula)
4. Mainan

Bukan hanya mengasyikan, mengoleksi mainan seperti mobil-mobilan Hot Wheels pun bisa menjadi investasi yang tak kalah bernilai. Hot Wheels merupakan mainan atau replika mobil-mobilan dengan macam-macam model.

Mulai dari mobil jadul, modern, atau hanya sekedar concept car. Jika tertarik, cobalah bergabung dengan komunitas kolektor Hot Wheels di sekitar Anda. Seri yang dikoleksi para kolektor ini beragam.

Ada yang mengoleksi berdasarkan merek mobil, seperti Ferrari, Cadillac, Lamborghini, Bentley, VW dan lain-lain. Anda bisa belajar banyak mengenai mainan ini atau menjual koleksi Anda kepada anggota lain dengan nilai yang lebih tinggi. Menguntungkan, bukan?

 (Baca juga: Langkah-langkzah Cara Berinvestasi Saham)
5. Alat musik

Memiliki alat musik juga termasuk investasi barang koleksi terbaik. Semakin langka dan semakin tua, bahkan harga jualnya bisa jadi semakin mahal.

Apalagi kalau mempunyai nilai sejarah tersendiri. Alat-alat musik klasik yang antik, seperti gitar dan biola, dikabarkan nilai bekasnya bisa mencapai ribuan bahkan jutaan dollar! Salah satu instrumen yang berhasil dilelang dengan harga paling mahal adalah piano kristal milik Heintzman.

Piano tipe grand keluaran Yoshiki Kawai itu dibanderol seorang pembeli dengan harga USD 3.220.000 atau sekitar Rp 38,64 milyar. Piano itu pernah dimainkan oleh pianis terkenal Lang Lang selama Upacara Pembukaan Olimpiade Musim Panas di Beijing pada tahun 2008.

Tertarik dengan investasi barang koleksi? Nah, bagi Anda yang hobi mengumpulkan barang-barang di atas, rawat barang koleksi tersebut agar tetap dalam kondisi baik. Dengan kondisi yang terus seperti baru, nilai jualnya nanti otomatis juga akan tinggi.

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami