Anak Muda Indonesia Terancam Jadi Tuna Wisma Kalau Mengabaikan Hal Ini

kontrak atau indekos _ KPR - CekAja.com

Harga rumah yang terus meningkat dari tahun ke tahun adalah ancaman serius  bagi anak muda Indonesia. Sebab, rata-rata peningkatan pengasilan setiap tahun justru tidak sebanding dengan lonjakan harga rumah. Bisa-bisa,  kamu tidak mempunyai rumah saat  berkeluarga nanti.

Kamu boleh cemas tapi kepala harus tetap dingin. Mulai dari sekarang, atur strategi dan lakukan perencanaan keuangan. Selain itu, hindari hal-hal berikut ini yang justru menjauhkanmu dari impian memiliki rumah:

Tidak punya karier baik

Kalau sampai saat ini kamu hanya bekerja sekadar untuk hidup dari gaji ke gaji saja,  masa depanmu sedang  terancam. Sadarlah bahwa kamu butuh  jenjang karier dan bukan hanya sekadar pekerjaan. Cobalah bekerja keras dan disiplin agar punya kesempatan untuk dipromosikan. Jika peluang karier di kantormu tertutup, itu artinya kamu harus segera mencari pekerjaan baru. (Baca juga: Cara Mudah Beli Rumah di Usia 20-an)

Tidak menabung untuk DP rumah

Mungkin kamu punya karier baik dan pendapatan lumayan. Tetapi semua itu percuma saja kalau kamu tidak menyiapkan tabungan.  Gaya hidup boros dan gemar berfoya-foya yang  menghabiskan uang adalah kesalahan yang umum dilakukan  anak muda.

Oleh karena itu, cobalah  bijak dalam mengatur keuangan. Sisihkan setidaknya 30%  dari penghasilan  bulanan untuk mengumpulkan uang  DP rumah. Nilainya sekitar 20%  dari harga rumah. Misalnya harga rumah sebesar Rp 500 juta, maka DP yang diperlukan sebesar Rp 100 juta.

Tidak punya kartu kredit

Apa hubungannya kartu kredit dengan rumah? Hubungannya ada pada riwayat kredit. Yup, kalau kamu tidak punya kartu kredit, kamu akan sedikit kesulitan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).  Biasanya saat  mengajukan cicilan KPR, salah satu persyaratan yang dibutuhkan adalah  kartu kredit.

Tidak mau konsultasi pada ahlinya

Salah satu hal yang bisa membantu kamu punya rumah di usia muda adalah berkonsultasi dengan perencana  keuangan.  Dengan berkonsultasi pada ahlinya, kamu bakal memperoleh masukan sekaligus trik menyisihkan dan mengelola uang.

Tidak menggunakan agen dan developer yang  reccomended

Zaman sekarang banyak sekali agen dan developer properti. Namun, tidak sedikit agen dan developer properti nakal yang kerap kali melakukan penipuan. Bila kamu salah pilih bisa jadi kamu bakal menambah panjang daftar korban penipuan agen atau developer properti.

Tidak mengasuransikan rumah

Kalau membeli rumah, entah itu baru ataupun second, sudah jadi keharusan untuk  melindunginya dari segala risiko.  Lindungilah properti kamu dengan  asuransi properti. Jangan sampai saat musibah datang seperti  kebakaran atau bencana lainnya, rumah yang sudah dibeli habis tak tersisa dan tidak bisa lagi ditinggali. Padahal kalau menggunakan jasa asuransi, segala risiko untuk memperbaiki rumah bakal ditanggung.  (Baca juga: 7 Kesulitan Finansial yang Sering dialami Kelas Menengah yang Susah Kaya)

Tidak punya dana cadangan

Terakhir, walaupun sudah memiliki rumah dan asuransi,  jangan lupa sediakan dana darurat. Fungsinya, apabila ada kerusakan yang bersifat darurat, seperti kebocoran atap dan sebagainya, dana tersebut bisa digunakan. Dengan dana ini, kamu tidak akan pusing mencari utang bila rumah mengalami kerusakan mendadak.