Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Berniat Umroh? Cari Tahu Biaya dan Tips Mengumpulkan Uangnya

by Teti Purwanti on 25 Juni, 2019

Pergi ke Tanah Suci untuk naik haji tentu menjadi impian seluruh umat Muslim. Namun, tidak semua orang bisa pergi ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji, karena biaya yang dibutuhkan cukup besar. Selain itu waktu yang diperlukan untuk mendapatkan giliran keberangkatan cukup panjang sesuai kuota yang ada.

biaya haji _ investasi - CekAja.com

Umroh alias Haji Kecil bisa menjadi pelipur lara bagi mereka yang tidak bisa berhaji secara penuh. Apalagi dana yang dibutuhkan juga tidak semahal berhaji meski tidak bisa dibilang murah.

Biaya Umroh 2019

Banyak biro umroh menyediakan beragam paket umroh yang berarti beragam pula harga yang tersedia. Apalagi mengingat pernah ada kasus biro abal-abal yang pengelolanya menipu calon jemaah demi kepentingan pribadi. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengecek biro umroh dan kewajaran harga yang mereka berikan.

(Baca juga: Awas Tertipu Travel Haji dan Umroh Bermasalah, Ini Cara Mengantisipasinya!)

Saat ini harga umroh amat beragam dengan nama paket-paketnya yang juga cukup menarik. Misalnya salah satu biro memberi nama umroh hemat transit dengan harga promo Rp19 juta.

Dengan paket hemat ini, akan mendapatkan tiket pesawat PP kelas ekonomi, akomodasi dan transportasi sesuai program, makan tiga kali sehari, bimbingan manasik, biaya visa umroh, pembimbing, dan air zamzam sebanyak 5 liter per jemaah. Sedangkan untuk paket tertinggi diberi nama Umroh Hebat Bintang 5 dengan harga promo Rp24,5 juta.

Sementara itu, di biro lain ada paket reguler yang dibanderol dengan harga Rp25,4 juta dan sudah mendapatkan tempat menginap berbintang empat. Adapun untuk umroh plus, dengan waktu tinggal yang lebih panjang baik di Mekkah dan Madinah, kocek yang harus dirogoh mencapai Rp32,6 juta.

Ditambah lagi, semua paket tersebut, biasanya di luar pajak dan asuransi perjalanan, biaya visa progresif, biaya pembuatan paspor, single suplemen, vaksin meningitis, dan biaya pribadi termasuk laundry dan telepon.

Tips Mengumpulkan Biaya Umroh

Kalau kamu ingin segera berangkat ke Tanah Suci dan melakukan ibadah umroh namun masih terganjal biaya, mungkin kamu bisa memulai mengumpulkan dananya dari sekarang. Apa saja yang harus kamu lakukan? Ini daftarnya!

  1. Pilih paket sesuai kemampuan

Karena ingin beribadah, tentu kamu ingin mengambil paket yang paling membuat kamu nyaman. Namun, kalau dengan begitu kamu malah harus menyiksa diri dengan menguras semua tabungan, tentu juga bukan hal yang baik.

Pilihlah paket sesuai kemampuan, kebutuhan, dan kondisi keuangan. Semakin lama di sana tentu makin membutuhkan dana yang besar, sementara itu sesuaikan juga kondisi, misalnya kalau kamu beserta keluarga, pilihlah paket dengan jadwal yang paling bisa diikuti oleh orang tua kamu.

Selain itu, usahakan untuk tidak pergi saat di high season karena harga biasanya akan melambung tinggi. High season umroh umumnya berlangsung sekitar bulan Juni, Juli, dan Agustus. Selain itu, musim liburan, menjelang musim haji, dan menjelang Ramadan juga merupakan high season perjalanan umroh.

Setelah tahu dan memilih waktu yang tepat, daftarlah jauh-jauh hari, karena itu berarti kamu akan lebih leluasa untuk mengumpulkan dana yang diperlukan.

  1. Siapkan dananya

Kalau kamu sudah memilih paket, tentu kamu jadi tahu berapa banyak dana yang harus kamu kumpulkan. Agen travel biasanya meminta kamu membayar uang muka terlebih dulu. Besarnya beragam tergantung kebijakan perusahaan tersebut, ada yang bisa di bawah Rp10 juta atau bahkan 60 persen dari total harga paket.

Selain menabung dari penghasilan dengan minimal 10 persen, ada baiknya kamu melakukan investasi di berbagai produk keuangan ataupun investasi logam mulia seperti emas. Harga emas memiliki kecenderungan naik setiap pekan. Diharapkan ketika kamu menjualnya lagi saat harus melunasi pembayaran paket, nilai emas yang kamu miliki sudah berkali lipat lebih tinggi dibanding saat kamu membelinya.

  1. Pembiayaan Lain

Lembaga keuangan, termasuk bank berbasis syariah sudah banyak yang menyediakan produk pembiayaan untuk mereka yang ingin pergi umroh. Produknya mirip dengan kredit tanpa agunan namun disediakan dengan akad syariah yaitu akad jual beli manfaat atau jasa (ijarah multijasa).

(Baca juga: Serba-serbi Umroh Saat Ramadan)

Biasanya untuk fasilitas pembiayaan seperti ini, kamu perlu memberikan uang muka sebesar 10 persen dengan limit pembiayaan mulai Rp10 juta sampai Rp150 juta. Cicilan bisa dilakukan setelah ibadah selesai dengan rentang waktu hingga 36 bulan.

Selain bank, perusahaan travel umroh biasanya menyediakan fasilitas tabungan haji dan umroh dengan kriteria dan cara yang berbeda-beda.

Atau jika batas waktu pelunasan biaya umroh sudah semakin dekat, mengapa tidak memanfaatkan fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang bisa kamu dapatkan dengan mudah lewat CekAja.com? Semua proses pengajuannya bisa dilakukan secara online, dan kamu tidak perlu repot mengunjungi kantor cabang bank terkait.

Jadi kapan kamu berencana untuk pergi? Semoga niat baik kamu dipermudah yah!

Tentang Penulis

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.