Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Biaya Pendidikan Anak Kian Mahal? Simak Cara Jitu Mengumpulkannya!

by Miftahul Khoer on 9 Juli, 2019

Memasuki bulan Juli, biasa dikenal dengan musim masuk sekolah. Tak jarang orangtua yang kelabakan saat harus membayar biaya sekolah anak-anaknya. Biaya pendidikan anak memang kian terasa mahal. 

biaya pendidikan anak

Kita tahu, semakin bagus sekolah atau kampus, semakin tinggi juga biaya pendidikannya. Data yang dilaporkan oleh CNBC Indonesia, biaya pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi jika diakumulasikan bisa tembus mencapai Rp343 juta. Rinciannya biaya masuknya:

PAUD Rp2 juta, uang bulanan Rp50.000
TK Rp5 juta, uang bulanan Rp100.000
SD Rp20 juta, uang bulaan Rp500.000
SMP Rp30 juta, uang bulanan Rp1 juta
SMA Rp35 juta, uang bulanan Rp2 juta
Kuliah Rp50 juta, uang bulanan Rp7 juta

Angka di atas merupakan gambaran untuk masuk tempat pendidikan yang cukup elit. Tentu saja harus memerlukan persiapan matang untuk mendapatkan biaya pendidikan berbagai jenjang di atas. Nah, berikut kami akan memberikan beberapa tips jitu untuk bisa mengumpulkan uang pendidikan bagi anak. Yuk simak.

Menabung dan investasi mulai dari sekarang

Mengetahui fakta bahwa biaya pendidikan saat ini cukup tinggi tentu harus menyiasati strategi pengelolaan keuangan mulai dari sekarang. Ada banyak cara mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan anak sesuai jenjang pendidikan si anak. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menabung.

Saat ini pengertian menabung tak hanya menyimpan uang di celengan atau di bank semata. Pengertian menabung sekarang sudah jauh lebih luas. Kamu bisa mulai menabung emas hingga saham. Jika menabung secara konvensional masih dilakukan, maka akan ada sebagian nilai uang yang tergerus inflasi. Berbeda ketika kamu menabung emas atau saham hingga reksadana yang cukup bisa melawan inflasi.

Sederhananya, jika kamu menabung uang di celengan selama lima tahun dan berhasil mengumpulkan uang Rp10 juta, maka nilai uang sejak lima tahun ke belakang akan menyusut. Berbeda ketika kamu nabung emas atau saham, yang berpeluang nilai tabungan kamu selama lima tahun bisa lebih tinggi hingga dua kali lipat karena sudah masuk kategori investasi. Dan jangan salah, jika kamu memilih untuk menabung saham, maka kamu dipastikan akan terbebas dari gerusan inflasi, karena instrumen saham merupakan salah satu investasi yang tahan banting akan inflasi.

Untuk itu, mulailah dari sekarang untuk menabung uang khusus untuk mengumpulkan biaya anak yang semakin tinggi. Caranya, sesuaikan dulu jenjang pendidikan anak. Jika saat ini anak kamu berusia 1 tahun, maka siapkanlah tabungan selama lima tahun ke depan agar ketika usia anak kamu sudah memenuhi syarat masuk SD, kamu sudah punya biayanya. Begitu juga seterusnya, siapkan juga tabungan untuk biaya pendidikan untuk jenjang SMP hingga kuliah. Saat ini, kalangan bank juga sudah banyak membuka program tabungan pendidikan di mana kamu bisa menabung sejumlah uang khusus untuk biaya pendidikan anak.

(Baca juga: Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik)
Beli asuransi pendidikan

Selain menabung atau investasi, kamu juga bisa mulai membeli asuransi pendidikan. Asuransi ini diterbitkan oleh perusahaan asuransi tentunya. Ketika membeli asuransi pendidikan, itu artinya kamu sedang merencanakan masa depan anak serta memberikan rasa aman pada orangtua dan anak.

Setidaknya ada beberapa jenis asuransi pendidikan di Indonesia yang cukup populer, yakni asuransi pendidikan unitlink atau gabungan dari asuransi berbasis investasi dan proteksi. Cara kerja asuransi ini yaitu perusahaan asuransi akan menginvestasikan premi yang kamu bayarkan. Hasilnya akan digunakan untuk biaya asuransi serta biaya lainnya termasuk untuk dana pendidikan anak nasabah. Premi asuransi pendidikan biasanya berkisar antar 5 hingga 15 tahun.

Ada juga asuransi dwiguna yaitu perlindungan bagi masa depan beserta tabungan di dalamnya. Di asuransi ini ada jaminan biaya pendidikan bagi anak jika suatu saat orangtua tidak mampu mencari nafkah karena cacat atau meninggal dunia. Manfaat lain dalam asuransi ini adalah sang anak bisa mencairkannya dalam waktu tertentu.

Namun, jangan asal beli asuransi di perusahaan mana saja. Paling tidak kamu harus mengetahui perusahaan apa saja yang menawarkan produk asuransi pendidikan yang paling menarik dan menguntungkan. Mulailah mencari track record perusahaan, cari tahu pengalamannya, dan cari tahu testimoni orang terkait perusahaan tersebut.

(Baca juga: Mengenal Kredit Pendidikan di Indonesia)
Jangan gengsi soal pendidikan

Dari sekian tips atau cara mengumpulkan dana pendidikan di atas, mungkin di antara kamu ada yang mampu melakukannya dan ada juga yang merasa berat jika harus menabung atau membeli asuransi. Kita tahu di tengah masyarakat ada banyak yang belum paham bagaimana mengelola keuangan yang baik untuk mempersiapkan dana pendidikan anak.

Oleh karena itu, untuk urusan pendidikan anak janganlah terlalu gengsi agar si buah hati bisa bersekolah atau kuliah di tempat yang elit. Banyak kok tempat pendidikan yang biaya masuk dan uang bulanannya terjangkau tetapi kualitasnya jauh lebih baik. So, di manapun sekolah atau kuliahnya, selama anak punya niat dan cita-cita yang tinggi untuk belajar, maka niscaya ilmu pun bakal mudah diperoleh dan kesuksesan sudah siap di depan mata.

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami