Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Bukti Investasi Syariah Lebih Aman

by Satrya Agung on 2 Oktober, 2016

Meski tak setenar investasi lainnya, namun pada kenyataannya investasi syariah terbukti sebagai cara menanam uang yang paling aman.

Bahkan para penanam modal banyak yang bermain di investasi ala Islam ini. Akhir-akhir ini pun banyak tawaran investasi konvensional secara online yang menjamur dan memberikan keuntungan yang besar yang pastinya mengugah hati kita untuk berinvestasi.

Namun sebelum berinvestasi kita harus memastikan apa saja resiko dan keuntungan yang bisa diperoleh. Semua orang berkeinginan ingin berinvestasi dengan aman sehingga bisa meraup untung yang banyak bukan rugi yang berlipat.

Dan salah satu investasi yang aman adalah investasi ala Islam atau syari’ah dan beberapa faktor yang menyebabkan investasi ini aman adalah sebagai berikut:

  1. Bebas Riba

Riba atau yang dikenal riba diberikan oleh pihak bank konvensional, baik dalam investasi, deposito, dan tabungan. Sedangkan dalam Islam, riba adalah sesuatu yang haram dan termasuk dosa besar.

Keuntungan yang didapat nasabah adalah dari persentase bagi hasil atau nisbah. Berbeda dengan sistem bunga, dengan menggunakan cara bagi hasil nasabah dan bank tidak akan mengetahui hasil pasti hingga berakhirnya periode yang disepakati. cara investasi syariah, investasi syariah muamalat. Sistem bunga memang sangat menguntungkan bagi nasabah yang mana bisa mengetahui berapa hasil yang didapat berdasarkan bunga yang disepakati. Walau pun bank mengalami kerugian, bank tetap harus memberikan keuntungan pada nasabahnya. Sedangkan dalam bagi hasil bank dan nasabah akan mendapat keuntungan secara adil, bahkan keuntungan bisa lebih besar dari sistem bunga.

  1. Bebas dari praktik Gharar

Gharar secara bahasa dikenal dipahami sebagai ketidak pastian dalam transaksi, sehingga akan mengacu pada penipuan. Di dalam investasi syariah para penanam modal tidak akan tertipu, sebab seluruh proses dilakukan secara terbuka dan tidak akan memberatkan pihak mana pun.

Saat akad pun tidak boleh ada paksaan. Transaksi harus dilakukan atas kesadaran yang bebas dari paksaan mana pun.

 

  1. Tidak Maysir

Maysir atau spekulasi yang berkembang tidak diperkenankan dalam investasi ini. Seperti spekulasi biaya yang akan dibebankan, sehingga salah satu pihak akan berpikiran lebih. investasi syariah prudential, investasi bagi hasil bulanan. Untuk itu investasi Islami ini menetapkan biaya yang jelas tanpa ada spekulasi.

  1. Manajemen yang Islami

Dengan penetapan manajemen yang Islami ini membubat siapa pun yang berinvestasi akan merasa aman dan nyaman. Investasi yang ditanamkan akan dikelola secara maksimal dan menimalisir segala kerugian serta diharapkan akan menghasilkan keuntungan yang besar. investasi syariah terbaik, investasi syariah online, makalah investasi syariah. Keuntungan yang dinikmati pun tidak hanya besar tapi juga berkah karena sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

Investasi dalam syariah yang bisa ditemui adalah:

  • Tabungan dan deposito mudharabah. Di sini nasabah sebagai pemilik modal dan bank sebagai pengelola modal akan mengadakan akad atau perjanjian, dimana modal akan dikelola untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan akan dibagi sesuai kesepakatan (nisbah).
  • Asuransi syariah. Yang membedakan asuransi syari’ah dengan asuransi konvensional adalah dana premi yang dibayar akan menjadi milik perusahaan asuransi sedangankan pada asuransi syariah dana premi merupakan dana pinjaman atau titipan untuk dikelola perusaan asuransi syariah.
  • Tabungan pendidikan syariah, biasanya investasi ini akan berkoneksi dengan asuransi syariah yang mana jika nasabah mengalami musibah, dana pendidikan anak tetap terjamin.
  • Reksadana syariah, pada sistemnya tidak memiliki perbedaan yang jauh dengan yang konvensional namun investasi yang dilakukan pihak manajer investasi akan mempertimbangkan keuntungan dan kehalalan produknya. investasi syariah, investasi syariah mandiri, Sehingga bebas dari riba dan unsur haram lainnya. Sebagai contoh, produk yang tidak akan diinvestasi adalah yang mengandung alkohol atau rokok.

Dengan mengetahui investasi syariah ini diharapkan kita bisa tetap menanamkan harta kita dan meraih keuntungan dan tetap bersih dari segala sesuatu yang haram. Semoga menjadi berkah bagi kita semua. Amin.

Tentang Penulis

Satrya Agung

Tenggelam dalam lautan kata, bernapas dengan insang bahasa.