Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Cara Termudah Budidaya Ternak Bekicot Hingga Jadi Ladang Bisnis Menguntungkan

by Estrin Vanadianti Lestari on 6 November, 2019

Tahukah kamu, bahwa hewan bekicot atau siput darat, yang biasa ditemukan di batang pohon pisang atau di persawahan ini, ternyata memiliki banyak manfaat, terutama untuk kesehatan. Pasalnya, masyarakat Indonesia sering menganggap remeh bekicot dan disia-siakan. Padahal kini banyak orang yang mencari hewan berlendir ini, untuk keperluan pengobatan. Sehingga kini budidaya ternak bekicot pun, sudah kian menjamur.

Memiliki nama latin Achatina Fulica, bekicot awalnya berasal dari negara Afrika Timur. Tidak hanya itu, ternyata tidak sulit juga untuk melakukan budidaya ternak bekicot, karena hewan ini termasuk cepat dalam hal berkembang biak. Lalu, bagaimana bekicot bisa sampai ke Indonesia?

Bekicot hadir di Indonesia tentunya tidak sebentar dan tidak langsung tersebar dari Afrika. Melainkan, mulai dari Afrika, lalu menuju ke arah timur yakni India, Kepulauan Mauritius, Malaysia, dan akhirnya sampai ke Indonesia. Sesampainya di Indonesia, masyarakat banyak melakukan budidaya ternak bekicot tanpa tahu akan manfaatnya.

Manfaat Bekicot Untuk Kesehatan

Meski menjijikan karena memiliki lendir, ternyata bekicot kaya akan protein lho. bahkan, bekicot juga bisa digunakan sebagai pengobatan tradisional guna menyembuhkan berbagai penyakit, seperti sakit gigi, gatal-gatal, jantung, hingga radang selaput mata. Tidak hanya dagingnya, cangkangnya juga bisa dijadikan obat untuk penderita tumor.

Cara Mudah Budidaya Ternak Bekicot

Nah, setelah tahu beberapa hal tentang bekicot, selanjutnya bagi kamu yang tertarik untuk menekuni bisnis ini, berikut cara termudah budidaya bekicot, yang bisa menghasilkan pendapatan yang besar. Yuk simak langkah-langkah mudahnya di bawah ini:

1. Mempersiapkan Media dan Peralatannya
Pembuatan Kandang

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya ternak bekicot adalah kandang yang memiliki kelembaban dan keteduhan yang tepat, yakni sekitar 25 hingga 30 derajat Celcius. Karena, dengan kandang yang dibuat dengan ketepatan suhu yang pas, maka bekicot pun bisa bekembang biak dengan maksimal.

Selain itu, dalam budidaya ternak bekicot, kamu juga bisa melakukan 2 cara, yakni mencampurkan semua bekicot dari yang kecil hingga yang besar dalam satu kandang, atau bisa juga dengan cara memisahkan bekicot kecil dan besar, dalam kandang yang berbeda. Nah, untuk pemeliharaan dengan cara dipisah, tentunya kamu harus memiliki kandang yang lebih banyak.

Ada banyak jenis kandang untuk budidaya ternak bekicot, yang bisa kamu buat, diantaranya adalah;

Kayu yang digunakan, biasanya adalah kayu kaso dengan panjang 1 meter x 1 meter. Pada bagian dinding, kamu bisa gunakan kawat kasa, dan bagian atas bisa dibuat atap, agar bisa menjaga keteduhan, kelembaban di dalam kandang.

Hampir sama dengan pembuatan kandang dari kayu, bedanya kandang bak semen di buat permanen. Lalu, di dalam kandang juga bisa ditambahkan media tanah dan cacing, agar kelembaban tetap terjaga. cacing tanah juga bisa sekaligus untuk pakan dan penyerap kotoran bekicot di dalam kandang.

Cara membuat kandang ini cukup mudah, kamu hanya menggali tanah dengan kedalaman 1 meter. Kamu bisa membuat kandang galian tanah di bawah pohon. Dan untuk dinding-dinding tanahnya, bisa kamu tambahkan lapisan pasir atau semen. Nah, agar kandang tetap memiliki keteduhan yang optimal, kamu bisa membuat penutup dari bedeng.

(Baca Juga: Peluang Budidaya Ternak Ikan Patin, Dijamin Menguntungkan!)

2. Melakukan Proses Pembibitan

Bagi yang belum tahu teknik budidaya ternak bekicot, ternyata tidak semua jenis bekicot bisa dibudidayakan. Nah, jenis bekicot yang bisa dibudidayakan adalah jenis Achatina Fulica dan Achatina Variegata.

Setelah tahu jenis bekicot mana yang bisa dibudidayakan, selanjutnya kamu bisa memilih bibit unggul dari jenis bekicot tersebut. Kamu bisa mengumpulkan bibit bekicot yang diambil dari daerah sekitar tempat tinggal kamu. Misalnya di perkebunan, persawahan, semak-semak, dan tempat lembab lainnya.

Kamu bisa mengambil bibit bekicot yang bisa dibilang unggul, dengan ciri-ciri berat sekitar 75 hingga 100 gram per bekicot, dan tidak cacat fisik.

3. Proses Reproduksi Bekicot

Nah, proses budidaya ternak bekicot berikutnya adalah melakukan proses reproduksi terhadap bekicot. Untuk masa kawin bekicot biasanya terjadi pada usia 6 – 7 bulan. Nah, biasanya pada musim kawin bekicot akan mencari lingkungan yang aman untuk bertelur, dan tidak perlu tempat khushs.

Setiap bekicot, bisa menetaskan telur mulai dari 50, hingga bahkan 100 butir telur. Dan ukuran telur bekicot biasanya tidak mencapai 2 mm.

4. Proses Bertelur

Pada proses bertelur, bekicot akan langsung meninggalkan telur-telurnya hingga menetas dengan sendirinya. Selain itu, waktu penetasan juga tergantung pada kelembaban, iklim, dan cahaya. Sehingga telur bisa menetas dengan alami dan bisa lebih cepat. Sebaliknya, jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka penetasan akan berlangsung cukup lama.

5. Melakukan Pemeliharaan dan Perawatan

Setelah benih-benih bekicot menetas, kamu bisa melakukan pemeliharaan dengan 2 cara, di campur dengan bekicot lain (yang sudah besar), dan dengan cara di pisah (kecil dan besar). Masing-masing cara tentunya memiliki keunggulan tersendiri. Namun, biasanya pelaku bisnis budidaya ternak bekicot, akan melakukan cara dengan dipisah benih dan bekicot besar di tempat yang berbeda.

Makanan

Untuk soal pakan benih bekicot, biasanya diberikan berupa lumut, pupus daun, dan penambahan zat kapur. Setelah itu, kamu bisa memindahkan anak-anak bekicot yang telah berumur 2-3 bulan, di kandang yang lebih besar.

Selain itu, untuk mendapatkan hasil bekicot yang berkualitas, kamu juga perlu melakukan beberapa teknis pemeliharaan seperti berikut ini:

  • Menjaga kestabilan dan kelembaban lingkungan.
  • Memberikan pakan yang bermutu dan teratur. Misalnya, beri pakan yang sehat seperti buah-buahan, sayur-sayuran (sawi, mentimun, bayam, daun pepaya).
  • Menjaga kandang tetap aman, agar tidak dimasuki hewan lain. Karena bisa memungkinkan bekicot akan dimakan atau cangkangnya dirusak.
6. Mencegah Hama dan Penyakit

Untuk masalah hama dan penyakit, sampai pada saat ini para pembudidaya ternak bekicot sepertinya belum menemukan masalah demikian. Namun, hal yang biasa mengancam kehidupan bekicot adalah semut dan bebek.

7. Panen Bekicot

Untuk para pembisnis budidaya ternak bekicot, hal yang perlu kamu tahu dalam hal panen adalah usia bekicot, harus mencapai usia 5-8 bulan. Ciri-cirinya, cangkang bekicot telah memiliki ukuran 8-10 cm.

Ada banyak cara panen bekicot sesuai dengan permintaan konsumen. Ada yang lengsung membeli dengan cangkangnya, ada pula yang hanya ingin membeli dagingnya saja. Sehingga, kamu harus memisahkan cangkang dan dagingnya.

Bekicot yang dipanen dagingnya saja, biasanya untuk keperluan konsumen yang menjadikan bekicot sebagai bahan baku pembuatan keripik, sate, hingga dendeng. Bahkan, saat ini daging olahan bekicot juga bisa kamu temukan, dalam kemasan kalengan.

Tidak hanya dagingnya, cangkang bekicot juga bisa dijual sebagai bahan dasar pembuatan obat-obatan dan juga tepung. Tepung bekicot, biasanya sering digunakan sebagai bahan tambahan pakan hewan ternak, karena tepung bekicot mengandung banyak zat kapur.

(Baca Juga: Langkah Mudah Budidaya Ternak Ikan Koi untuk Pemula)

Itulah beberapa tips mudah untuk kamu yang ingin membangun bisnis budidaya ternka bekicot. Selain mudah, bisnis ini juga bisa dibilang sangat menguntungkan. Dengan membutuhkan modal yang tidak terlalu besar, kamu sudah bisa membangun bisnis ternak bekicot, yang hanya membutuhkan lahan kecil.

Cek juga beragam produk pinjaman dana modal usaha di CekAja.com, untuk memudahkanmu dalam membangun bisnis budidaya ternak bekicot, yang mudah dan menguntungkan.

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk