Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Cara Hemat Listrik Rumah Tangga yang Tahun Depan Tarifnya Bakal Naik

by Gentur Putro Jati on 28 June, 2019

Pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah memberi beberapa sinyal yang mengarah pada naiknya tarif dasar listrik (TDL) untuk seluruh kategori pelanggan mulai tahun depan.

Dikutip dari beberapa media massa nasional, sinyal-sinyal kenaikan tarif listrik yang ngeri-ngeri sedap untuk kamu ketahui adalah sebagai berikut:

Pertama, dalam Rapat Kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (25/6) kemarin, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu), Suahasil Nazara mengaku pemerintah keberatan untuk kembali membayarkan biaya kompensasi di tahun depan agar PLN tidak mengenakan tarif listrik sesuai keekonomian ke masyarakat.

Pasalnya, pembayaran kompensasi ke PLN tersebut berpotensi membebani keuangan negara, meski besarannya cenderung kecil jika dibandingkan dengan tarif keekonomian. Nilai kompensasi tarif listrik sendiri dihitung berdasarkan selisih antara tarif yang berlaku dengan biaya pokok penyediaan (BPP) dari pembangkit listrik.

“Tarif tenaga listrik yang tak berubah sejak 2017 membuat selisih antara tarif tenaga listrik dengan tarif keekonomian kian melebar. Kami tak ingin masalah kompensasi terus berlarut-larut karena bisa memberikan risiko kepada negara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait,” ujar Suahasil.

(Baca juga: 4 Cara Cek Tagihan Listrik, Bayarnya? Pakai Kartu Kredit Aja)

Asal tahu saja, tahun ini pemerintah mengucurkan kompensasi kepada PLN sebesar Rp 23,17 triliun. Kompensasi ini dicatat PLN sebagai pendapatan kompensasi, membuat PLN laba Rp 11,57 triliun melonjak 162 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kedua, menanggapi keberatan pemerintah tersebut, Plt Direktur Utama PLN, Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan, jika memang pemerintah berencana menghapus nilai kompensasi maka perusahaannya perlu menyesuaikan tarif listrik.

“Kalau selisih tidak ada yang menanggung, otomatis harganya di-adjustment,” ujar Djoko kepada Kompas.com, Rabu (26/6). “Cuma masyarakat sudah siap belum dengan tariff adjustment?” lanjut dia.

Tips Menghemat Pemakaian Listrik

Sampai saat ini memang belum ada kepastian apakah DPR akan menyetujui permintaan pemerintah menutup kucuran biaya kompensasi tarif listrik ke PLN mulai tahun depan. Namun, kita sebagai pelanggan listrik PLN tentu harus mempersiapkan diri sehingga tidak kaget dengan kebijakan penyesuaian tarif tersebut.

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mencegah biaya listrik tidak membengkak adalah dengan menghemat penggunaannya di rumah. CekAja.com memiliki sejumlah tips mudah yang bisa kamu lakukan untuk menghemat pemakaian listrik, simak yuk:

  1. Matikan lampu

Memencet saklar lampu yang tidak digunakan adalah hal mudah yang sering kali terlewatkan. Sebab lampu-lampu di rumah yang dibiarkan terus menyala meskipun malam sudah berganti pagi bisa menggerogoti dompet kamu loh.

Cara berhemat lain yang bisa kamu lakukan di sektor perlampuan adalah dengan mengganti seluruh lampu di rumah dengan jenis Light Emiting Diode (LED). Dibandingkan lampu pijar biasa, lampu LED dapat menghemat daya 50 hingga 75 persen!

  1. Cabut steker dari stop kontak

Hal ini harus kamu lakukan untuk semua alat elektronik dan rumah tangga yang tidak digunakan. Karena mematikannya saja ternyata tidak secara penuh menghentikan aliran listrik ke alat tersebut. Akibatnya, listrik akan terbuang sia-sia seperti halnya uang yang kamu pakai untuk membeli token listriknya.

  1. Pakai AC seperlunya

Siapapun pasti merasa nyaman tidur di kamar berpendingin udara. Namun, tahukah kamu kalau Air Conditioner (AC) merupakan alat elektronik yang memiliki sumbangsih terbesar bagi tagihan listrik di rumah?

Untuk itu, gunakan AC sesuai keperluan untuk menghemat listrik yang disedotnya. Hindari mengatur AC dengan suhu terkecil karena hal ini dapat membuat tagihan listrik meroket. Serta matikan alat itu jika sudah tidak digunakan. Gunakan fitur timer agar AC mati otomatis saat suhu di kamar sudah sejuk.

Buat kamu yang baru mau membeli AC, jangan lupa jatuhkan pilihan pada AC berteknologi inventer  yang membantu kamu menghemat listrik. Sebab kompresor AC inventer bekerja lebih efisien daripada kompresor AC konvensional yang menerapkan mekanisme on-off sehingga memakai daya listrik lebih besar. Selain itu, AC inventer juga dilengkapi sensor mode hemat yang dapat mendeteksi keberadaan penggunanya.

  1. Gunakan setrika dengan pengatur panas otomatis

Meski ukurannya kecil, siapa sangka setrika yang kamu pakai untuk melicinkan pakaian menyedot listrik lebih besar dari televisi. Untuk menyiasatinya, gunakan setrika yang memiliki pengatur panas otomatis. Setrika jenis ini akan mati dengan sendirinya setelah mencapai suhu panas tertentu yang kita kehendaki.

  1. Jangan tergiur punya mesin cuci besar

Sebelum membeli mesin cuci, pastikan kamu mengetahui jumlah pakaian kotor yang harus dicuci setiap hari. Hindari memilih mesin cuci dengan kapasitas yang terlalu besar, karena semakin besar kapasitasnya maka semakin besar pula listrik yang dikonsumsi.

Selain itu, jangan mencuci pakaian dengan jumlah yang lebih banyak dari kapasitas mesin cuci yang kamu miliki. Sebab, beban mesin cuci akan bertambah dan otomatis daya listrik yang digunakan pun akan lebih besar.

Kamu juga tidak perlu membeli mesin cuci berfitur pengering pakaian jika ingin lebih menghemat pemakaian listrik. Manfaatkan panasnya matahari dan angin untuk menjemur pakaian.

  1. Rutin bersihkan kondensor kulkas

Lemari pendingin alias kulkas juga masuk kategori alat elektronik penyedot listrik dalam jumlah besar. Beberapa cara untuk menghemat listrik yang dikonsumsi kulkas adalah dengan rutin membersihkan kondensornya, serta memastikan pintu kulkas selalu tertutup rapat agar udara dingin yang dihasilkan kulkas lewat listrik tidak menguap sia-sia.

(Baca juga: Membedah Kecanggihan Taksi Listrik Pertama di Indonesia Milik Blue Bird)

Kamu juga bisa mencabut aliran listrik ke kulkas jika hendak bepergian keluar rumah dalam waktu yang lama. Sebelumnya, pastikan kamu tidak menyimpan makanan-minuman segar yang bisa busuk atau basi jika kulkas tersebut dalam kondisi mati.

  1. Perhatikan pemakaian penanak nasi

Jenis alat penanak nasi (rice cooker) dengan fitur penghangat dikenal dengan nama magic jar. Alat ini memang mampu mempertahankan nasi yang kamu konsumsi sehari-hari. Namun, kamu juga harus siap membayar listrik lebih mahal akibat lampu “keep warm” terus menyala.  

Jika ingin menghemat listrik, sebaiknya matikan rice cooker setelah nasi matang. Nyalakan saja beberapa menit sebelum makan untuk menghangatkan nasi. Mudah bukan?

Itu tadi tujuh langkah mudah menghemat pemakaian listrik di rumah. Buruan deh diterapin di rumah, sebelum tarif listrik naik tahun depan.

Simak beragam tips gaya hidup dan keuangan lainnya yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari di CekAja.com, toko finansial pertama di Indonesia yang membantu kamu mencari produk keuangan terbaik sesuai kebutuhan.

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum