Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Cara Membersihkan Nama Dari Blacklist BI Checking

by Teti Purwanti on 6 Maret, 2020

Kamu pernah merasakan sulit mendapatkan persetujuan saat mengajukan kredit di bank? Atau mungkin pernah mendengar ada orang yang pengajuan kreditnya ditolak? Mungkin penyebab utamanya adalah karena nama pemohon tersebut tercantum di dalam daftar hitam atau blacklist Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan yang menggantikan sistem BI Checking.

cara mebersihkan Blacklist BI Checking

Sejak Januari 2018, seluruh proses BI Checking untuk mendapatkan IDI Historis tidak lagi dapat diakses melalui Bank Indonesia, melainkan melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

SLIK merupakan sebuah sistem yang dibentuk sebagai wadah informasi pembiayaan dan perkreditan antarlembaga di bidang keuangan. SLIK merekam seluruh data yang bermanfaat bagi lembaga keuangan seperti bank atau Lembaga Pengelolaan Informasi Perkreditan.

Berdasarkan informasi debitur yang dihasilkan oleh SLIK, maka lembaga keuangan bisa memutuskan apakah calon debitur layak mendapatkan dana pinjaman atau tidak.

Nasabah juga bisa mendapatkan keuntungan dari SLIK untuk bisa mendapatkan informasi yang akurat mengenai data kredit perbankan di masa lalu maupun di masa sekarang. SLIK memuat Informasi yang berupa data pokok debitur, plafon kredit, baki debet, kualitas kredit, beban bunga, cicilan pembayaran serta denda atau penalti pinjaman.

SLIK juga bisa memberikan informasi mengenai status agunan serta rincian penjamin kredit. Secara sederhana, nasabah bisa mendapatkan data pinjaman yang masih berjalan, pinjaman yang tertunggak, agunan yang masih dijaminkan, dan seterusnya.

Membersihkan nama dari blacklist SLIK OJK

Bank dalam prosedurnya akan melakukan pemeriksaan terhadap riwayat kredit nasabah yang mengajukan pinjaman melalui SLIK OJK yang memuat semua transaksi keuangan nasabah untuk mengukur kelayakan seseorang menerima dana pinjaman.

Apabila nama kamu tercantum dalam blacklist karena memiliki riwayat kredit yang tidak baik, maka hal yang harus kamu lakukan antara lain:

Lakukan pelunasan utang

Adanya utang pinjaman yang belum terbayarkan akan membuat kamu memiliki rating kredit yang tidak baik sehingga akan masuk dalam daftar hitam kredit dalam SLIK OJK. Oleh karena itu, untuk membersihkan nama agar tidak termasuk dalam daftar hitam tersebut, lakukanlah pelunasan utang yang ada.

Akan tetapi, proses pembersihan nama dengan pembayaran utang ini membutuhkan waktu lama tergantung pada kinerja bank atau lembaga keuangan tempat kamu berutang sebelumnya. Oleh karena itu, setelah kamu melakukan pelunasan utang, kamu juga perlu melakukan langkah lanjutan lainnya.

Laporkan pelunasan utang kepada lembaga keuangan

Setelah kamu melakukan pelunasan utang dan ingin agar nama kamu segera dibersihkan dari daftar hitam kredit dalam SLIK OJK, maka segeralah untuk melaporkan pelunasan utang yang sudah kamu lakukan kepada lembaga keuangan tempat kamu berutang.

Pelaporan juga bisa kamu lakukan langsung ke OJK dengan menyertakan bukti pelunasan utang agar nama kamu bisa segera bersih dari daftar hitam tersebut.

Terhapus oleh sistem

Apabila nama kamu tercantum dalam daftar hitam SLIK OJK, secara otomatis nama kamu akan kembali bersih setelah 24 bulan setelah dinyatakan blacklist.

Meskipun akan kembali bersih, namun apabila kamu tidak melakukan upaya apapun untuk keluar dari daftar hitam tersebut, maka setiap pengajuan kredit kamu akan ditolak dalam kurun waktu tersebut.

Atau dengan kata lain, kamu tidak akan bisa mengajukan kredit apapun ke lembaga keuangan manapun selama 24 bulan. Kondisi ini akan sangat menyusahkan apabila dalam kurun waktu tersebut ternyata ada kebutuhan mendesak yang membutuhkan pembiayaan dalam jumlah besar. Kamu tidak akan bisa mendapatkan pembiayaan selama masih tercantum dalam daftar hitam SLIK OJK.

(Baca Juga: Syarat Pinjaman Dana Tunai Kartu Kredit, Agar Cepat Disetujui!)

Hindari blacklist SLIK OJK sejak awal pengajuan kredit

Apabila kamu baru pertama kali mengajukan kredit, maka usahakan sebisa mungkin untuk lancar melakukan pembayaran cicilan pinjaman agar nama kamu tidak masuk ke dalam daftar hitam kredit dari SLIK OJK.

Dengan disiplin membayar tagihan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, maka status kredit kamu akan tetap baik dan kemungkinan untuk disetujui apabila mengajukan pinjaman selanjutnya akan lebih besar.

Kategori peringkat kredit dalam SLIK OJK

Istilah SLIK OJK kini sudah mulai populer sebagai sistem yang menggantikan BI checking, seiring dengan naiknya tren pengajuan pinjaman ke bank. Hal ini wajar karena SLIK OJK memang menjadi salah satu syarat yang menentukan disetujui atau tidaknya pengajuan pinjaman ke bank. Sebenarnya apa sih SLIK OJK?

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, SLIK OJK hampir sama dengan BI checking yang merupakan proses pemeriksaan status riwayat kredit seseorang yang terekam dan tercatat dalam SLIK OJK.

SLIK OJK memuat seluruh informasi berkenaan dengan penyediaan dana atau pembiayaan dengan kondisi lancar dan bermasalah dalam kurun waktu selama 24 bulan.

Melalui IDI Historis seseorang, berbagai informasi lainnya juga bisa dilihat dengan jelas, termasuk keseluruhan pembiayaan yang pernah diterima oleh pihak bersangkutan hingga kolektabilitas orang tersebut secara keseluruhan.

Kolektibilitas ini akan memuat performa kredit orang tersebut terhadap sejumlah utang yang dimilikinya. Hal ini biasanya dapat dilihat melalui skor kredit yang dihitung dalam skala 1 hingga 5, dan berdasarkan kondisi, serta masa tuggakan utang itu sendiri.

SLIK OJK memiliki lima kategori peringkat utang yang menjadi penentu diterima atau tidaknya pengajuan utang setiap nasabah, antara lain:

  • Skala 1, artinya Kualitas Kredit Lancar/Baik, di mana tidak ada catatan tunggakan pembayaran cicilan kredit oleh debitur.
  • Skala 2, artinya Dalam Perhatian Khusus (DPK), di mana terdapat catatan tunggakan pembayaran cicilan kredit oleh debitur hingga 90 hari.
  • Skala 3, artinya Kredit Tidak Lancar, di mana tercatat bahwa debitur memiliki tunggakan pembayaran cicilan kredit hingga 120 hari.
  • Skala 4, artinya Kredit Diragukan, di mana tercatat debitur memiliki tunggakan pembayaran cicilan kredit hingga 180 hari.
  • Skala 5, artinya Kredit Macet, di mana tunggakan pembayaran cicilan kredit oleh debitur tercatat hingga lebih dari 180 hari.

Jika dalam SLIK OJK posisi seseorang yang mengajukan permohonan pinjaman ke bank berada pada Skala 2, mengindikasikan bahwa orang tersebut pernah memiliki tunggakan pembayaran cicilan kredit kurang dari 90 hari.

Meski demikian, posisi Skala 2 dalam SLIK OJK dirasa tergolong cukup aman. Artinya bank bisa memberikan kesempatan dengan menyetujui permohonan pinjaman dari orang yang bersangkutan. Namun, hal tersebut tentu menjadi kebijakan dari masing-masing bank.

Sementara apabila hasil SLIK OJK yang menunjukkan Skala 3 ke atas mengindikasikan bahwa orang yang mengajukan permohonan pinjaman atau kredit ke bank memiliki performa yang kurang baik dalam hal pembayaran cicilan kredit. Oleh sebab itu, bank umumnya menolak permohonan orang dengan performa kredit tersebut.

Cara mengecek status SLIK OJK

Untuk dapat mengecek status kredit kamu dalam SLIK OJK, maka langkah yang perlu kamu lakukan antara lain:

Nasabah Perorangan

Bagi masyarakat perorangan cukup dengan menyerahkan fotokopi identitas diri asli yaitu Kartu Tanda Penduduk/KTP

Badan Usaha

Sementara bagi badan usaha yang ingin mengecek SLIK OJK perlu melampirkan

  1. Tanda Daftar Perusahaan
  2. Akta Pendirian Perusahaan
  3. Perubahan anggaran dasar terakhir yang memuat susunan dan kewenangan pengurus
  4. NPWP Perusahaan
  5. KTP Perwakilan Perusahaan
  6. Surat Kuasa dengan materai Rp6.000,-

Apabila pengajukan proses untuk mengecek SLIK OJK diwakilkan dengan pihak lagi, maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain

  1. Surat Kuasa dengan materai Rp6000,-
  2. KTP Pemberi Kuassa
  3. KTP Penerima Kuasa

Untuk mengecek SLIK OJK dapat dilakukan dengan membawa berkas-berkas yang menjadi persyaratan di atas ke kantor OJK atau cabang di daerah. Di kantor-kantor OJK saat ini yang sudah menyiapkan ruangan atau desk khusus untuk melayani permintaan informasi debitur perbankan dan layanan jasa keuangan lainnya.

Bagi nasabah yang berada di kawasan Jabodetabek, dapat mendatangi kantor OJK di

Menara Radius Prawiro Lantai 2 – Komplek Perkantoran Bank Indonesia Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta Pusat 10350 pada saat hari kerja dengan waktu operasional setiap 09.00 – 15.00 WIB, atau bisa juga dengan menghubungi Call center OJK terlebih dahulu di 157

Sementara untuk nasabah yang berada di luar kawasan Jabodetabek bisa mengunjungi Gerai Pelaku Kantor Regional / Kantor OJK setempat.

SLIK OJK sendiri sudah berjalan di 37 kota di Indonesia. Nasabah juga bisa menghubungu call center OJK untuk menanyakan alamat kantor OJK terdekat dari tempat tinggalnya.

Sebagai catatan, pada saat mengunjungi kantor OJK setempat maupun gerai pelaku kantor regional, nasabah perlu membawa identitas lain, selain KTP, seperti SIM karena untuk bisa memasuki gedung perkantoran OJK biasanya pengunjung harus menitipkan identitas diri sebagai jaminan.

Jadilah debitur yang bijaksana

Sebagai nasabah, diperlukan kebijaksanaan dalam setiap transaksi keuangan yang dilakukan, termasuk dalam pengajuan kredit. Sebelum mengajukan kredit, pastikan bahwa kredit tersebut benar-benar dibutuhkan ataupun sesuai dengan kemampuan finansialmu untuk pembayaran cicilannya agar terhindar dari terhambatnya pembayara kredit sehingga nama kamu bisa masuk ke dalam daftar hitam SID Bank Indonesia.

(Baca Juga: Mengetahui Cara Beli Tiket Travel Cititrans dan Serba-serbinya)
UangTeman, Solusi Pinjaman Online yang Terpercaya dan Mudah!

Segala upaya agar kamu terhindar dari blacklist BI Checking sudah dilakukan, kamu butuh bantuan dana darurat tetapi bingung mengajukannya di mana?

UangTeman menjadi solusi untuk mengatasi masalah kamu yang berada pada wilayah Jabodetabek. UangTeman akan meminjamkan kamu dana mulai dari 1juta rupiah hingga 8juta rupiah. Untuk keamanannya tidak perlu khawatir, karena UangTeman sudah terdaftar di OJK

Pengajuannya mudah karena tidak memerlukan kartu kredit. Selain itu proses pencairannya juga termasuk cepat, maksimal hanya satu hari kerja saja.

Berikut persyaratan untuk pengajuannya:

  • Warga Negara Indonesia
  • Berusia 21-55 tahun
  • Punya pekerjaan dan penghasilan

Setelah kamu memenuhi segala persyaratan, selanjutnya untuk mengajukannya sangat mudah.

  1. Isilah data yang diminta melalui formulir online dengan lengkap, benar dan sesuai
  2. Lalu kamu akan menerima pesan SMS mengenai status pengajuan pinjaman
  3. Jika disetujui, maka pihak UangTeman akan melakukan verifikasi melalui telepon dan survei atas informasi serta data-data yang kamu berikan.
  4. Jika proses verifikasi tersebut berjalan dengan baik, kamu akan menerima pemberitahuan dan instruksi untuk menandatangani perjanjian pinjaman secara elektronik
  5. Setelah perjanjian tersebut ditandatangani kedua pihak (antar peminjam dan penerima pinjaman) maka dana pinjaman akan ditransfer ke rekening bank yang didaftarkan paling lambat 1 x 24 jam.

Beberapa hal yang perlu diketahui juga bahwa terdapat denda keterlambatan sejumlah Rp11.000 per hari (4 hari setelah jatuh tempo). Jadi diusahakan jangan sampai telat membayar, ya!

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.