Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Cara Mencegah Ular Masuk Rumah Pasca Banjir: Ikuti 5 Cara Ampuh Ini

by Sindhi Aderianti on 8 Januari, 2020

Pasca banjir Jabodetabek, ular dikabarkan muncul di beberapa kediaman yang terdampak bencana air bah tersebut. Dari sejumlah postingan netizen, ular kadut, piton, hingga kobra adalah jenis yang paling sering ditemukan.

cara mencegah ular masuk rumah

Ular memang menjadi salah satu binatang yang kerap muncul saat banjir. Seperti manusia, insting mereka tergerak mencari tempat mengungsi agar bebas dari terjangan banjir. Maka itu, ular kerap menyelamatkan diri ke rumah warga atau bangunan lain.

Hewan melata ini umumnya bersembunyi di pojok-pojok terpencil dalam rumah. Bila menemukannya, cara paling bijak adalah bukan membunuh ular tersebut. Lebih baik direlokasi saja ke tempat yang semestinya dengan menghubungi pawang ular. Itu solusi terbaik jika sampai ‘kejadian’.

Sementara agar kamu sekeluarga terhindar dari ancaman ular terutama yang berbisa, kenali cara mencegah ular masuk rumah berikut ini:

1. Menutup segala celah

Ular biasanya masuk lewat lubang-lubang kecil. Bahkan, celah kecil di bawah pintu rumah pun bisa menjadi gerbang masuk binatang tersebut. Maka sebagai upaya awal, tutup segala celah yang ada dalam kediamanmu. Sumpal saluran air dengan saringan atau menambal celah-celah rumah yang rusak. Dengan menutup celah-celah tersebut, kamu sekaligus menghalangi akses tikus yang mana adalah pakan favorit ular. Jika tidak ada mangsa, ular pun umumnya enggan menghampiri.

(Baca juga: Biang Kerok Banjir, Ini 5 Negara Penghasil Sampah Plastik Terbanyak di Dunia)
2. Keringkan tempat lembap

Cara selanjutnya untuk mencegah ular masuk rumah yaitu dengan mengeringkan area rumah yang masih lembap. Tentu, banyak area rumah yang menjadi lembab gara-gara banjir. Buang genangan air pada pot bunga, bak, atau wastafel. Ini karena tempat setengah basah tersebut amat disenangi ular. Pastikan juga rumahmu selalu bersih dari sampah serta tumpukan barang tak terpakai, sebab ular sangat mungkin menjadikannya sebagai tempat peristirahatan sementara.

3. Tebar kerikil

Dibandingkan garam yang dimitoskan bisa mengusir ular, pemilik rumah lebih disarankan untuk menebar kerikil atau material penutup tanah yang kasar. Misalnya serpihan kerikil, kayu, kulit telur, dan bahan-bahan lain yang tidak nyaman ketika tergesek langsung dengan kulit ular. Hal ini ampuh membuat ular ‘berpikir dua kali’ untuk mendekat ke dalam rumahmu.

4. Pangkas semak belukar

Jika rumahmu memiliki halaman yang diselimuti semak-semak, waspadalah. Sebab, tempat seperti itu kerap dijadikan habitat oleh para ular. Segera bersihkan tumpukan benda, seperti kayu, batu, dan pupuk kebun. Pangkas semak-semak yang sudah mulai rimbun. Singkirkan  pohon tumbang sejauh mungkin dari area tempat tinggalmu.

5. Semprot antiseptik atau tabur bawang putih

Ular sangat sensitif dan tak suka dengan aroma menyengat. Lidahnya yang juga berfungsi sebagai sensor akan menganggap bau tersebut sebagai predator. Oleh karena itu setelah banjir, semprot antiseptik dan pewangi ruangan untuk mencegah ular datang setiap hari. Kamu juga bisa menabur ekstrak bawang putih yang baunya lebih menyengat bagi ular.

Kenali Ciri-Ciri Ular Berbisa

Selain mengetahui cara mencegah ular masuk rumah, di musim penghujan ini kamu juga perlu mengenal seperti apa ciri-ciri ular berbisa. Perhatikan sejumlah perawakannya sebagai berikut:

  • Kepala berbentuk segitiga (karena otot rahang menyimpan racun)
  • Bertubuh tebal
  • Mata dengan celah pupil vertikal
  • Taringnya runcing
  • Kulit bertekstur gelombang dan kasar

Jika melihat keberadaan ular dengan ciri-ciri seperti di atas, lebih baik segera mundur perlahan. Hindari pergerakan ke depan yang seolah ingin menyerang. Kemudian segera meminta pertolongan pawang untuk merelokasi ke habitat semestinya. Sinoux Snake Rescue, tim pawang ular asal Depok menerima panggilan 24 jam di nomor 087776234960 atau 08561335844.

(Baca juga: Banjir Awal Tahun 2020: Ini Pelajaran Finansial yang Bisa Kamu Petik)

Selain ancaman ular, banjir terbesar setelah tahun 2007 ini juga meninggalkan banyak kerusakan seperti mobil yang terendam habis dan bahkan terguling karena arus. Di sinilah pentingnya memiliki asuransi kendaraan, karena semua biaya perbaikan akan ditanggung oleh pihak asuransi. Dapatkan asuransi kendaraan terbaik hanya di CekAja.com.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.