Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Cara Tepat Mengelola Pinjaman Tanpa Agunan Tanpa Bunga

by Satrya Agung on 28 Maret, 2016

pinjaman ukm - CekAja.com

Seorang pelaku bisnis akan melakukan berbagai upaya agar mendapat kucuran dana untuk dijadikan modal usaha.

Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengajukan pinjaman tanpa jaminan pada bank. Ketika pinjaman tersebut di tangan maka selanjutnya adalah mengelola pinjaman tanpa agunan tanpa bunga dengan baik.

Meminjan uang pada bank tidaklah salah, tapi harus bisa menyiasatinya dengan baik. Jangan sampai modal yang telah dipinjamkan digunakan dengan tidak tepat sehingga menjadikan kondisi bisnisnya semakin buruk bahkan bisa jadi bangkrut.

Pinjaman modal dari bank haruslah dikelola dengan baik. Agar tidak terjadi hal yang buruk. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam mengelola keuangan perusahaanmu terlebih yang berasal dari pinjaman bank.

Meningkatkan produktivitas

Pertama yang harus kamu ingat dan camkan serta terapkan adalah pinjaman dari bank tersebut haruslah digunakan untuk meningkatkan produktivitas. Seperti membeli pelbagai peralatan atau mesin produksi yang bisa memudahkan serta mempercepat proses produksi. Sebelum membeli pun ada baiknya kamu adakan perbandingan harga dari satu penjual dengan penjual lain. Agar kamu bisa mendapatkan harga terbaik dan pastinya akan menghemat pengeluaranmu.

Selanjutnya adalah memisahkan keuangan perusahaan dengan uang pribadi. Ini sering kali terjadi di kalangan masyarakat. Yang mana mereka menggabungkan antara uang pribadi dengan uang usaha. Alhasil mereka tidak bisa mengontrol keuangannya dan menjadi repot sendiri. Biasanya baru sendiri saat lihat di rekening uang mereka semakin menipis.

Siapkan pos khusus

Cara selanjutnya dalam mengelola pinjaman tanpa agunan tanpa bunga adalah siapkan pos khusus yang ditujukan untuk membayar tagihan angsuran tiap bulannya. Ini untuk memastikan kamu bisa membayar tagihan tepat pada waktunya dan tidak mengunggak.

Tips tambahan untuk perihal ini adalah dengan langsung menyisihkan uang tagihan selama 6 bulan atau setidaknya 3 bulan kedepan. Namun dengan menyisihkan langsung uang tagihan tersebut bukan berarti kamu lantas berleha-leha dengan tidak menyiapakan dana untuk membayar tagihan selanjutnya. Tetaplah disiplin dalam membayar tagihan.

Setiap keuntungan yang kamu peroleh hendaknya kamu sisihkan guna investasi atau memperluas bisnismu. Bisa juga untuk membeli peralatan lain yang bisa mendukung produksi atau ditabung. Walau keuntungan tersebut adalah hak kamu atas kerja keras yang telah kamu lakukan tapi tahan dirimu untuk menghambur-hamburkannya. Akan tiba saatnya untukmu menikmati semua hasil kerja kerasmu nanti, saat bisnismu telah stabil.

Buatlah pembukuan yang rapi dan detail. Agar memudahkanmu mengontrol semua pengeluaran dan pemasukan juga mencegah terjadinya kebobolan karena pembelian tidak penting.

Jangan pinjam tanpa perencanaan

Jangan pernah mengajukan pinjaman pada bank untuk sebuah usaha yang masih belum terlihat jelas potensinya. Ini sama saja kamu gambling karena keuntungan yang didapat belum pasti atau tidak ada data yang pasti seberapa besar biaya operasional, pemasukan yang masuk dan persentase keuntungan yang bisa diperoleh.

Jangan pernah gunakan uang pinjaman dari bank untuk keperluan pribadi yang bersifat konsumtif. Ketika kamu terlena cobalah ingat lagi dasar keputusanmu untuk mengambil pinjaman tersebut yang mana untuk bisnismu. Banyak pelaku bisnis yang gagal di tengah jalan karena terlalu mengikuti kemauan pribadinya tanpa diikuti logika yang sehat.

Mereka lebih memilih membelanjakan uang pinjaman tersebut untuk keperluan pribadi. Alhasil uang habis, namun bisnis tak kunjung berkembang bahkan di ambang kehancuran dan kemudian bingung mau bayar tagihan pakai apa.

Itulag tadi cara mengelola pinjaman tanpa agunan tanpa bunga. Semoga bermanfaat.

Tentang Penulis

Tenggelam dalam lautan kata, bernapas dengan insang bahasa.