Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Cara Mengurus Catatan Kredit Buruk di BI Checking via Online

by lhmdi on 14 November, 2017

jabatan kerja - CekAja.com

Setiap masyarakat yang datang mengajukan ini ke sebuah bank harus melalui beberapa proses dan persyaratan. Salah satunya adalah lolos dari catatan kredit buruk Bank Indonesia, biasanya populer disebut sebagai BI Checking.

Nah, bagi yang belum mengetahui tentang BI Checking, pengertiannya merupakan informasi tentang status riwatat kredit masyarakat yang tercatat serta direkam dalam Sistem Informasi Debitur di Bank Indonesia.

Sistem Informasi Debitur (SID) ini merupakan informasi masyarakat yang pernah mengajukan atau belum mengajukan kredit kepada bank.

Sementara itu, untuk status riwayat kredit, BI memberikan nama berupa Informasi Debitur Individual atau disingkat dengan IDI.

Data IDI yang tersimpan di dalam SID Bank Indonesia membuat semua informasi tentang segala dana atau pembiayaan yang diterima masyarakat dari bank.

Nantinya, semua informasi tentang status kredit dengan kondisi lancar hingga bermasalah, bahkan sampai detil tentang riwayat pembayaran yang dilakukan atas debitur terhadap semua kreditnya termasuk pokok utang hingga bunga yang dibebankan, tercatat semuanya.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum tahu ternyata mereka bisa melakukan sendiri verifikasi kredit ini. Melalui layanan BI Checking online, masyarakat bisa tahu tentang segala catatan kredit yang pernah diajukan. Baik yang lancar, macet atau punya catatan kredit buruk.

Lalu, bagaimana cara mengetahui dan mengurus catatan kredit buruk di BI Checking online? Berikut proses mudahnya:

1. Akses laman resmi Bank Indonesia

Cara mengurus BI Checking secara online, hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengakses laman situs Bank Indonesia di www.bi.go.id. Kemudian di bagian kiri atas akan terdapat menu moneter. Arahkan ke menu tersebut dan akan muncul pemberitahuan tentang apa saja daftar layanan yang diberikan oleh BI.

2. Pilih menu IDI Historis

Dari sekian banyak daftar layanan yang disediakan BI melalui menu Moneter, arahkan pandangan mata dan cursor komputer ke bagian kanan dan di sana akan terdapat menu “permintaan IDI historis.” Klik menu tersebut untuk dilanjutkan dengan mengisi formulir yang disediakan oleh laman resmi BI

3. Mengisi formulir dan data diri

Selanjutnya pengguna akan diarahkan untuk mengisi formulir dan data diri untuk memastikan informasi tentang riwayat kredit yang dimiliki. Bank Indonesia bahkan memberikan dua menu layanan yang berbeda dan bisa dipilih sendiri, apakah untuk mengetahui catatan kredit individu atau perusahaan.

Bagi mayarakat yang ingin melakukan pemeriksaan catatan kredit individunya, pastikan untuk mengisi formulir untuk individu. Sementara itu, jika ingin melakukan pemeriksaan catatan kredit untuk perusahaan, pilih formulir yang khusus mengecek catatan kredit sebuah perusahaan.

4. Isi lengkap data dengan benar

Selanjutnya BI akan mengarahkan penggunanya untuk mengisi dan melengkapi formulir data diri. Mulai dari nama, tanggal lahir, nomor Kartu Tanda Penduduk, email, nama Ibu kandung, alamat rumah hingga nomor telepon dan nomor ponsel yang aktif.

Jika sudah mengisi semuanya, maka lanjutkan dengan mengirimkan formulir tersebut, dan Bank Indonesia akan mengonfirmasinya melalui alamat email pribadi.

Setelah email berisikan catatan kredit sudah dibalas oleh Bank Indonesia, maka langkah selanjutnya adalah mencetak email balasan tersebut. Setelah itu, datang langsung ke Bank Indonesia dan membawa KTP asli sebagai bukti.

Jika kita memiliki catatan kredit yang buruk maka Bank Indonesia akan melampirkan data catatan kredit yagn bagus. Jika tidak, maka dipastikan data laporan yang diberikan oleh Bank Indonesia adalah catatan kredit yang buruk.

Widget TRV Insurance

Tips Mengurangi Catatan Buruk Kredit Berdasarkan Laporan BI

Jika seorang masyarakat masih memiliki catatan kredit yang buruk berdasarkan data dari Bank Indonesia, tentunya tidak akan mudah mengajukan kredit baru atau pinjaman untuk kebutuhan lain dari bank.

Oleh karena itu, beberapa langkah berikut akan membantu menghapus catatan kredit buruk yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

1. Lunasi semua utang dari pinjaman sebelumnya

Jika catatan kredit berdasakan data BI Checking online menunjukkan bahwa kita memiliki status IDI yang buruk, maka sebaiknya segera untuk melunasi semua utang-utang yang kita miliki.

Jika terus ditunda-tunda, utang akan semakin menumpuk dan peluang kita untuk mendapatkan pinjaman tidak akan pernah terwujud. Oleh karena itu, jangan lupa untuk segera melunasi utang-utang kita yang sebelumnya.

2. Siapkan simulasi pinjaman yang baru

Setelah utang lunas dan berniat mengajukan pinjaman baru, langkah bijaknya untuk menghitungnya dengan simulasi kredit terlebih dahulu.

Alangkah bijaknya jika kita menghitung sendiri jumlah total cicilan dari penghasilan yang sudah kita miliki saat ini. Idealnya, cicilan utang yang baik bernilai tidak lebih dari sepertiga penghasilan per bulan yang kita miliki.

3. Jangan telat lagi bayar utang

Selanjutnya, setelah melunasi utang dan merasa kita membutuhkan pinjaman lagi dan lolos verifikasi dari bank, tentunya kita perlu untuk membayar lagi cicilan pinjaman yang baru.

Agar terhindar dari catatan kredit yang buruk pastikan untuk selalu melunasi utang-utang yang akan kita ajukan untuk berikutnya.

 

Tentang Penulis

lhmdi

Penulis yang hobi traveling ke daerah pelosok yang belum terjamah.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami