Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

2 menit waktu bacaan

Inilah Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional yang Wajib Kamu Ketahui

by Rafly Aditia on 14 April, 2016

Asuransi merupakan salah satu produk keuangan yang bertujuan memberi perlindungan finansial atas seluruh risiko seperti kesehatan, jiwa, properti hingga kendaraan. Di Indonesia, kita mengenal dua skema asuransi yaitu asuransi syariah dan asuransi konvensional.

Lantasapa sih perbedaan di antara keduanya? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan mengenai perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional berikut ini:

Share of risk VS Transfer of risk

Pada produk asuransi syariah, ada istilah share of risk yang berarti nasabah dan pihak perusahaan asuransi akan menjalankan prinsip sharing risiko. Jadi, nasabah akan saling tolong menolong untuk membagi risiko melalui jumlah premi yang dibayarkan.

Sekanbjutnya, pihak asuransi akan bertugas mengelola dana dengan imbalan berupa keuntungan atau ujrah serta bagi hasil atas jasa pengelolaan dana tersebut. Sementara, asuransi konvensional menggunakan prinsip transfer of risk.

Maksudnya, pihak penyedia layanan jasa asuransi menerima premi dari nasabah sebagai kompensasi atas pengalihan risiko yang diberikan. Konsekuensinya, premi tersebut sepenuhnya menjadi milik perusahaan asuransi.

Apabila nantinya terjadi klaim, perusahaan akan membayarkan sejumlah uang tetapi kalau tidak terjadi klaim maka uang tersebut akan hangus.

Bagi hasil VS Bunga

Perbedaan kedua antara produk asuransi syariah dan produk asuransi konvensional adalah bagi hasil dan bunga. Pada produk asuransi syariah, investasi dana didasarkan asas bagi hasil atau mudharabah. Sementara produk asuransi konvensional menjadikan bunga sebagai landasan perhitungan investasi.

(Baca juga: 15 Alasan Kenapa Zaman Sekarang Kamu Mesti Punya Asuransi Kesehatan)

Keuntungan dibagi VS Tidak ada pembagian keuntungan

Perbedaan mencolok lainnya antara produk asuransi syariah dan produk asuransi konvensional terlihat dalam hal pembagian keuntungan. Pada asuransi syariah, nasabah berhak mendapatkan pembagian keuntungan sesuai prinsip bagi hasil yang proporsinya telah ditentukan.

Tetapi, pada produk asuransi konvensional nasabah tidak akan mendapatkan keuntungan tersebut, karena seluruh keuntungan menjadi hak milik perusahaan asuransi.

Tidak semua hal bisa diasuransikan VS Semua hal bisa diasuransikan

Dalam prinsip syariah, tidak semua hal bisa diasuransikan sehingga hal ini pastinya akan mengurangi jumlah nasabah atau peserta asuransi. Hal ini berdampak pada urusan keuntungan.

Sebab, seperti yang umum diketahui, semakin banyak peserta asuransi maka semakin banyak pula keuntungan yang didapatkan perusahaan. Sebaliknya, pada produk asuransi konvensional, aturannya lebih longgar sehingga keuntungan yang didapatkan jauh lebih besar.

Tentang Penulis

Rafly Aditia

Writer. Fitness enthusiast.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami