Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Kebiasaan Kecil yang Sering Membuat Orang Tidak Bahagia

by Ariesta on 1 November, 2016

tidak bahagia - CekAja.com

Bahagia itu sederhana. Bahagia berasal dari diri sendiri dan bisa diciptakan. Setuju?

Namun di era serba materialistik ini, kebahagiaan sering dihubungkan dengan bisa hasilkan banyak uang. Padahal, berdasarkan penelitian University of Stirling Skotlandia, tingginya pendapatan seseorang tidak sekaligus meningkatkan kepuasan hidup. Bukan uang, tapi hal-hal sepele ini lebih sering membuat orang tidak bahagia.

Bergaul dengan orang negatif

Orang yang suka mengeluh dan berpikir negatif lebih fokus pada masalah, bukan solusi. Mereka ingin orang lain merasakan kekesalan yang sama. Pasti menyebalkan mendengar keluhan yang sama setiap hari. Bayangkan, bila kamu duduk di sebuah ruangan bersama perokok sedangkan kamu miliki masalah kesehatan pernafasan seperti asma. Apakah kamu tahan duduk di sana seharian dengan menjadi perokok pasif?

Karenanya, buatlah dirimu dikelilingi orang-orang yang membuat kamu terinspirasi dan membuat dirimu menjadi sosok yang lebih baik. Mereka yang menjatuhkanmu, membuatmu sedih dan marah hanya menghabiskan waktumu saja. Hidup terlalu pendek untuk dihabiskan bersama orang semacam ini.

(Baca juga: Ternyata Keputusan Membeli Rumah Bisa Mempengaruhi Kariermu)

Sering membandingkan diri dengan hidup orang lain di media sosial

The Happiness Research Institute melakukan sebuah studi terhadap pengguna Facebook untuk membuktikan bagaimana media sosial dapat memengaruhi kebahagiaan. Setengah dari partisipan studi tetap menggunakan Facebook seperti biasanya, sedangkan setengah lainnya tidak mengakses sama sekali selama seminggu.

Hasilnya, tingkat kepuasan hidup partisipan yang tidak membuka Facebook selama seminggu lebih tinggi. Tingkat kesedihan dan perasaan kesepian mereka juga lebih rendah. Padahal mereka tidak bersosialiasi lewat media sosial. Sebaliknya, mereka yang rutin membuka media sosial justru lebih stress.

Satu hal yang harus kamu catat, media sosial seringkali tidak menampilkan kenyataan. Mulai dari foto yang diberi efek, momen-momen bahagia yang direkayasa, ini karena semua orang ingin terlihat baik di mata orang lain.

Selalu ingin membuat orang lain terkesan

Teknologi membuat kehidupan pribadi tidak lagi menjadi rahasia karena semua sudah tersaji di media sosial. Rahasia dengan mudahnya terekspos di media sosial. Dunia pun menjadi sempit. Setiap orang ingin orang lain mengetahui kalau mereka hebat dan bahagia. Akhirnya, segala cara untuk membuat orang lain terkesan pun ditempuh, bahkan jika harus menderita sekalipun.

Apa kamu termasuk yang berusaha membuat orang lain terkesan dengan membeli barang branded meskipun mencicil, berusaha makan di restoran mahal demi gengsi, ini tandanya kamu tidak bahagia dengan hidupmu sendiri. Orang-orang mungkin terkesan, tapi bukan berarti mereka menyukaimu.

(Baca juga: Trik Membeli Oleh-oleh Agar Tidak Bikin Bangkrut)

Suka menyalahkan

Sebagai orang dewasa, kamu harus solutif dan bertanggung jawab. Menyalahkan orang lain justru membuatmu tidak bahagia. Menyalahkan orang lain dan melampiaskan kesalahan pada orang lain sering dijadikan jalan pintas saat merasa terjepit. Tapi coba pikir lagi, apa kamu benar-benar merasa tenang saat melakukannya?

Tidak bisa mengontrol hidup sendiri

Sulit menjadi bahagia saat kamu tidak memiliki kontrol atas hidup sendiri. Misalnya kamu selalu mengiyakan suruhan orang lain, terima-terima saja ketika disalahkan bos, hidupmu tergantung pada orang lain, begitu juga dengan keputusan yang kamu buat. Untuk menjadi bahagia, cobalah dengan belajar untuk menolak dan mengatakan tidak. Rasakan kebebasan ketika kamu melakukannya.

Mengeluh

Mengeluh adalah akar masalah. Sekali dua kali tidak masalah, tapi jika berulang kali untuk hal yang sama, kamu tengah merugi waktu. Kamu lebih memilih berpikir negatif di saat sebenarnya bisa memberika solusi. Apakah kamu merasa lebih bahagia setelah mengeluh? Atau justru semuanya terasa lebih buruk?

(Baca juga: Beda Cara Pikir Orang Kaya Vs Orang Miskin)

Tidak punya tujuan

Memiliki tujuan hidup sama dengan memberikan harapan dan kemampuan untuk melakukan yang terbaik bagi kesuksesan masa depan. Sangat penting untuk menetapkan tujuan yang menantang, spesifik (dan terukur), yang sesuai dengan kepribadian.

Dalam perjalanan menggapai tujuan itulah kamu mengalami jatuh bangun. Namun saat bisa mencapainya sedikit demi sedikit, hidupmu akan lebih bahagia.

Tentang Penulis