Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Kebiasaan yang Malah Membuatmu Terjerat Utang Makin Dalam

by Ariesta on 4 Maret, 2016

Apakah kamu merasa tidak pernah bisa keluar dari kubangan utang? Apakah kamu sangat mudah terlilit utang? Tenanglah, karena kamu tidak sendirian. Tapi minimal hindari beberapa kebiasaan ini agar kamu tidak terjebak utang makin dalam.

Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh CreditCards.com, sekitar 13 persen orang Amerika mengaku mereka tidak pernah membayar penuh pinjaman. Sebanyak 8 persen lainnya bahkan mengaku tidak berniat membayar pinjaman sampai setidaknya berumur 71 tahun! Hal ini sedikit menggambarkan betapa banyak orang yang terlilit utang tapi tidak tahu jalan keluar.

Jika kamu berada dalam kondisi ini, ambil napas dalam-dalam lalu tanyakan kenapa kamu bisa punya banyak utang. Berikut lima alasan umum kenapa orang-orang bernasib sama sepertimu.

Tidak ingat berapa jumlah pinjaman

Jeff Rose, perencana keuangan bersertifikat dan founder dari blog Good Financial Cents berkata bahwa saat kliennya mengeluh tentang kondisi finansial, ternyata banyak di antara mereka yang tidak ingat berapa jumlah pinjaman yang mereka punya.

Hasilnya, mereka tidak tahu berapa lama untuk melunasinya. Mereka tidak sadar jika utang tersebut mencegah mereka dari kesuksesan finansial, misalnya pensiun sejahtera. Jadi, jika kamu tidak menghitung berapa jumlah utangmu, kamu tidak bisa membuat strategi untuk melunasinya. (Baca juga: Hal Sepele yang Bisa Membuatmu Sering Terjerat Utang)

Membayar cicilan dalam jumlah minimum

Membayar cicilan dalam jumlah minimum jelas membuatmu terjebak dalam utang lebih lama. Semakin kecil kamu bayar, semakin lama utang tersebut lunas. Kalau kamu tidak bisa langsung melunasi, lebihkan pembayaran setiap bulan. Mungkin awalnya terasa menyengsarakan, tapi sebenarnya kamu sedang berhemat lebih banyak rupiah untuk masa depan.

Tidak bisa berkata ‘tidak’ pada anak

Leslie H. Tayne, seorang pengacara yang khusus menangani kasus utang piutang mengungkap jika banyak klien yang telah berkeluarga terlilit utang karena anak mereka. Maksudnya, mereka meminjam uang untuk membeli sesuatu di luar kemampuan, mulai dari biaya les anak, mainan, sampai uang sekolah. Anak memang merupakan investasi. Tapi penting untuk memberi tahu mereka bahwa tidak semua hal bisa dibeli. (Baca juga: Strategi untuk Memulai Bisnis Online)

Tidak punya simpanan emergensi

Biaya rumah sakit, kerusakan rumah, atau kehilangan pekerjaan tiba-tiba bisa merusak kondisi keuangan siapa saja. Namun, berdasarkan survei Bankrate.com, hanya 38 persen dari peserta survei punya simpanan emergensi untuk digunakan saat kejadian tak terduga.

Sebanyak 28 persen akan meminjam uang dari keluarga atau teman, atau berutang ke kartu kredit. Pada akhirnya, kamu bisa tenggelam dalam kubangan utang jika terlalu sering meminjam uang.

Merasa tidak bersalah menghabiskan uang berlebihan

Banyak orang jatuh ke dalam jebakan membeli sesuatu karena mereka pikir mereka berhak mendapatkannya, meskipun sebenarnya mereka tidak mampu. Misalnya, karena baru diangkat jadi manajer, kamu merasa harus mengendarai mobil yang lebih bagus. (Baca juga: Lima Kebiasaan Ini Bisa Membuatmu Terbebas dari Utang)

Kamu pun mengajukan cicilan dengan tenor panjang meskipun ada kebutuhan lain yang lebih mendesak. Tak masalah sebenarnya memberi hadiah untuk diri sendiri. Tapi saat membelinya, bayarlah secara tunai.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami