Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Kenapa Sih Wanita Lebih Suka Belanja Barang Branded?

by Ariesta on 12 April, 2017

wanita belanja_kartu kredit - CekAja.com

Barang banded bisa diartikan sebagai barang dengan merek terkenal dan memiliki harga lebih mahal daripada barang lain sejenis.

Harga mahal tersebut biasanya karena kualitas bahan yang digunakan adalah nomor satu. Meski demikian, tidak semua barang branded berkualitas terbaik.

Ketika membicarakan barang branded, biasanya wanita akan lebih peduli daripada pria. Lihat saja artis-artis ibu kota seperti Syahrini yang senang pamer barang branded. Kira-kira kenapa ya wanita lebih suka shopping barang branded?

Karena wanita lebih peduli penampilan daripada pria

Carol Dweck, profesor psikologi Stanford tuliskan dalam bukunya Mindset: The New Psychology of Success, menuliskan kalau secara alami wanita memang ingin tampil sempurna. Dalam sebuah survei yang melibatkan 5.000 orang di Inggris, disebutkan bahwa empat dari 10 perempuan mengatakan, mereka selalu berdiet atau mengkhawatirkan berat badan. Ini artinya wanita sangat memedulikan penampilan.

Mirisnya, ternyata seberapa hebatpun pencapaian wanita, wanita cenderung tidak percaya diri pada dirinya sendiri. Hal ini dikemukakan oleh Claire Shipman dan Katty Kay dalam buku Womenomic. Setelah mewawancara banyak wanita yang berhasil, Shipman dan Kay menemukan bahwa semuanya menderita gejala kurang percaya diri.

Ternyata wanita yang menjadi CEO perusahaan besar dan wanita baru lulus kuliah dan baru dapat kerja  memiliki rasa percaya diri yang sama. Mereka sama-sama merasa tidak layak mendapat promosi, gaji, dan kehidupan yang sudah diusahakan dengan susah-payah.

Lalu apa hubungannya dengan barang branded? Bukan rahasia lagi kalau banyak wanita merasa menggunakan barang branded dapat menaikkan percaya diri. Mereka merasa dipandang lebih berkelas, lebih mampu, dan lebih menarik oleh orang sekitar.

Karena banyak interaksi sosial

Dalam buku The Female Brain karya neuropsychiatrist bernama Louann Brizendine, wanita mengucapkan 20.000 kata setiap harinya dibandingkan dengan pria yang hanya mengucapkan 7.000 kata. Inilah mengapa wanita lebih pandai membuat percakapan menarik dengan orang yang baru dikenal. Kemampuan berkomunikasi ini membuat wanita senang berinteraksi dengan wanita lain.

Dalam proses interaksi inilah wanita melihat apa yang dipakai wanita lain. Ketika berada di komunitas di mana anggotanya banyak memakai barang branded, wanita pun terpengaruh untuk belanja barang yang sama.

Tidak mau kalah saing

Salam segala hal wanita tidak ingin kalah saing dengan wanita lain. Apalagi ketika bergaul dengan kalangan menengah atas, timbul sebuah kompetisi tanpa disadari. Dalam jurnal Royal Society tahun 2013, diketahui bahwa cara wanita mengekspresikan agresi terhadap wanita lain adalah dalam bentuk berusaha terlihat lebih menarik.

Ada teori kenapa wanita senang berkompetesi secara agresif dengan wanita lain. Salah satunya adalah teori evolusi psikologi di mana manusia memang harus memenangkan seleksi alam agar bisa bertahan. Dalam dunia modern, hal ini kemudian berubah menjadi seleksi penampilan. Dan penampilan dilihat dari apa yang dipakai dan melekat di tubuh.

Mau menunjukkan kalau mampu

Bukan hanya ingin menunjukkan bahwa secara finansial lebih mampu, secara karier lebih sukses, dan dalam hal selera lebih berkelas, dengan mengenakan barang branded ada juga wanita juga ingin menunjukkan kalau suami mampu membelikan.

Para wanita yang seperti ini ingin mengesankan bahwa karier suaminya hebat. Di balik kesuksesan suami ada peran istri, sehingga ingin mengesankan dirinya istri yang hebat pula.

Mudah termakan iklan

Mulai dari iklan sabun mandi sampai obat pembersih serangga semua memakai model wanita. Ketika memegang majalah fesyen seeperti VOGUE atau HARPER’S BAZAAR, coba hitung jumlah halaman iklan dan jumlah halaman artikel. Mungkin akan sama banyak atau bahkan iklan lebih banyak. Majalah-majalah fesyen kelas atas banyak memuat iklan barang branded.

Banyak produsen menyasar konsumen wanita karena menilai kepetusan keuangan keluarga berada di tangan mereka. Produsen juga memanfaatkan rendahnya rasa percaya diri wanita (seperti pada poin sebelumnya) untuk mempengaruhi mereka dalam membeli produk. Contohnya kulit putih dianggap lebih cantik, sehingga wanita pun berbondong-bondong membeli produk pemutih agar semakin percaya diri.

Tuntutan peran/pekerjaan

Istri-istri dari suami yang memiliki jabatan penting di pemerintah atau perusahaan, wanita-wanita yang memegang tampuk perusahaan, para sosialita, akan berusaha tampil sesuai kelas sosial mereka. Karenanya barang branded dianggap bisa mendukung citra mereka di hadapan public karena hanya sedikit orang yang mampu membelinya.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami