13 Kesenian Tradisional Nusa Tenggara Barat yang Wajib Dilestarikan

8 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Selain terkenal karena keindahan alamnya, ternyata Nusa Tenggara Barat juga terkenal dengan kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat yang sangat beragam. Mulai dari tari tradisional, hingga tradisi yang diturunkan dari nenek moyang yang harus selalu dijaga kelestariannya.

Banyaknya kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat ini, tentu disebabkan oleh suku-suku yang mendiami provinsi ini. Seperti contohnya suku Sasak di Lombok, yang memegang kuat tradisi nenek moyangnya yang jago menenun dan bertarung.

Selain suku Sasak, masih banyak suku lainnya yang dimiliki provinsi Nusa Tenggara Barat. Maka dari itu, tidak heran apabila kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat banyak dan sangat beragam.

Semua kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat juga harus dijaga kelestariannya, khususnya oleh generasi milenial, agar tetap terjaga dengan baik seiring perkembangan zaman yang semakin pesat, yang dapat mengancam keberadaan kesenian tradisional itu sendiri.

13 Daftar kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat

Jika berbicara tentang kesenian tradisional Indonesia, rasanya tentu sudah tidak perlu diragukan lagi keberagamannya.

Namun, bagaimana dengan kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat? Apakah kesenian yang dimiliki Nusa Tenggara Barat juga banyak dan beragam?

Eits, jangan khawatir! Kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat sejatinya sangat banyak dan beragam.

Hanya saja, pada kesempatan kali ini CekAja.com akan mengulas 13 daftar kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat, yang terbagi menjadi dua sub pembahasan, yaitu seni tari dan tradisi yang akan diulas secara lengkap khusus untuk kamu.

Seni Tari Tradisional

Kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat yang akan dibahas pertama adalah seni tari tradisional. Pada dasarnya, tari tradisional merupakan jenis tari yang tumbuh di kalangan rakyat. Sehingga, tari tradisional kerap kali juga disebut sebagai tari rakyat.

Macam-macam tari tradisional yang tumbuh di setiap daerahnya pun berbeda, karena dipengaruhi oleh letak geografis. Lantas, untuk Nusa Tenggara Barat sendiri, apa saja macam-macam seni tradisional yang dimiliki? Yuk simak ulasan berikut ini.

1. Tari Gandrung Lombok

Sebagai salah satu jenis tari tradisional yang masuk ke dalam bagian kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat, tari gandrung Lombok nyatanya sudah populer sebelum kerajaan Lombok yang terakhir jatuh pada 1894.

Jika dilihat secara sekilas, tari tradisional yang satu ini mirip dengan tari gandrung yang berasal dari Banyuwangi dan Bali. Namun, yang membedakannya adalah kostum yang dikenakan, gerakan serta cara penyajiannya itu sendiri.

Pasalnya, tari gandrung Lombok pada masanya dijadikan sebagai tarian, untuk menghibur para prajurit ketika pulang dari medan perang.

Tetapi seiring perkembangan zaman, tarian ini dijadikan sebagai hiburan rakyat setempat yang memiliki nilai sejarah dan seni di dalamnya.

(Baca Juga: Kesenian Tradisional Khas Bali)

2. Tari Gendang Beleq

Kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat dalam bentuk tari yang kedua adalah tari gendang beleq. Tari tradisional yang satu ini bisa dikatakan sangat unik, karena ditarikan oleh para penarinya sambil memainkan alat musik gendang beleq.

Oleh sebab itu, tarian ini disebut sebagai tari gendang beleq. Gendang beleq sendiri merupakan alat musik tradisional suku Sasak berbentuk besar, yang dimainkan secara berkelompok dalam bentuk orkestra.

Namun, sejak dijadikan sebagai salah satu tari tradisional, tari ini oleh masyarakat suku Sasak sudah dianggap sebagai tradisi yang wajib dilakukan, karena merupakan kesenian dari peninggalan Kerajaan Selaparang Lombok.

Tidak hanya itu, tari ini juga dijadikan sebagai salah satu media penyebaran agama Islam di sekitar daerah Lombok. Sehingga, pada saat pertunjukan akan diselipkan ceramah agama ataupun kegiatan keagamaan lainnya.

3. Tari Lenggo

Tari tradisional yang diciptakan oleh Datuk Raja Lelo, seorang mubalig asal Sumatera Barat ini pertama kali disebut sebagai tari lenggo Melayu. Tari ini sengaja diciptakan untuk upacara adat Hanta Ua Pua yang diadakan di daerah Bima.

Tari lenggo pun terbagi menjadi dua jenis, yaitu tari lenggo mone dan tari lenggo mbojo. Tari lenggo mone sendiri merupakan sebutan masyarakat Bima, untuk tari lenggo yang dibawakan oleh para penari pria. Sementara, tari lenggo mbojo merupakan sebutan untuk tari lenggo yang dibawakan oleh penari wanita.

4. Tari Buja Kadanda

Keempat ada tari buja kadanda, sebagai tari tradisional yang masuk ke dalam kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat. Tari yang menggambarkan dua orang prajurit sedang berperang ini, tentu saja dibawakan oleh dua orang penari laki-laki.

Yang mana, para penari tersebut akan mengenakan kostum layaknya prajurit, yang dilengkapi dengan properti berupa senjata tombak dan perisai. Gerakan dari tarian ini juga merupakan gerakan bela diri, sehingga diperlukan keahlian khusus untuk bisa menarikannya.

Tari yang juga dikenal dengan nama Mpa’a Buja Kadanda ini, pada dasarnya diciptakan untuk menghargai dan mengenang jasa para prajurit Bima dalam berjuang mempertahankan daerahnya.

5. Tari Wura Bongi Monca

Selanjutnya adalah tari wura bongi monca. Tari tradisional yang juga tumbuh di suku Bima ini, merupakan tarian menabur beras kuning yang kerap kali dijadikan sebagai hiburan, untuk acara-acara adat Bima.

Untuk bisa menarikan tarian ini, dibutuhkan empat sampai enam orang gadis yang membawakan tarian ini dengan gerakan lemah gemulai, untuk menarik perhatian para tamu yang datang ke tanah Bima. Tari wura bongi monca pun menariknya sudah berkembang sejak masa kesultanan Abdul Khair Sirajuddin.

6. Tari Rudat

Menjadi salah satu tarian yang kental dengan nuansa Islami ini, tari rudat biasanya ditampilkan di berbagai peringatan hari besar Islam, seperti peringatan maulid nabi, khitanan, Isra Mi’raj, khatam Al-Quran dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, nuansa Islami pada tarian ini juga dapat dilihat dari kostum yang dikenakan para penari, maupun lagu pengiring pertunjukkan yang dimainkan.

Jika melihat sejarah, kentalnya nuansa islami yang dimiliki tarian rudat ini disebabkan oleh ulama terdahulu, yang menggunakan tarian ini sebagai media untuk menyebarkan agama Islam.

Tradisi

Berdasarkan definisinya, tradisi merupakan kebiasaan dari suatu daerah yang sudah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat.

Lebih dari itu, tradisi juga diartikan sebagai sesuatu yang diwariskan oleh nenek moyang kepada generasi-generasi setelahnya dari masa ke masa.

Untuk Nusa Tenggara Barat sendiri, tradisi yang dimiliki sangat banyak. Namun, kali ini CekAja.com akan mengulas beberapa tradisi yang menjadi bagian dari kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat, yang di antaranya yaitu:

7. Perang Topat

Perang topat merupakan tradisi masyarakat suku Sasak dalam bentuk upacara ritual, yang dilakukan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada sang pencipta, atas kemakmuran yang diberikan, seperti tanah yang subur dan hujan.

Upacara ritual ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak setiap tahunnya, pada saat purnama keenam menurut kalender sasak, atau sekitar bulan November-Desember di Taman Lingsar, setelah selesai “Pedande” memuja, yaitu selama periode “Rokok Kembang Waru” sekitar pukul 17.30 waktu setempat.

Prosesi upacara ritual ini dapat dikatakan unik, karena dilakukan dengan cara saling melempar topat (ketupat). Sehingga, tidak heran apabila upacara ritual ini diberi nama perang topat, karena peserta upacaranya saling melemparkan topat.

8. Maulid Adat Bayan

Tradisi berikutnya yang menjadi bagian dari kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat adalah Maulid Adat Bayan. Tradisi yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara ini, dilakukan oleh masyarakat setempat setiap 15 Rabiul awal, atau tepatnya tiga hari setelah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian prosesi dari tradisi yang satu ini sangat menarik, karena masyarakatnya harus menumbuk padi menggunakan rantok dari bambu panjang, serta mengenakan pakaian adat Kabupaten Lombok Utara, yaitu tutup kepala Jong dan juga kemben (kain panjang yang digunakan untuk menutupi bagian dada hingga kaki).

9. Dende Bunti

Buat kamu yang baru mendengar dende bunti, sejatinya dende bunti merupakan tradisi masyarakat Kota Bima, berupa prosesi pengantaran calon pengantin laki-laki ke rumah calon pengantin perempuan.

Dalam prosesinya, calon pengantin laki-laki nanti akan diantar oleh tokoh agama dan sanak saudara, yang menggunakan busana sesuai dengan status sosialnya.

Tentunya, selama prosesi pengantaran, rombongan calon pengantin pria akan diiringi dengan musik Arubana dan hadrah.

10. Sentek Panguri

Di urutan ke-10 ada sentek panguri, sebagai tradisi yang juga menjadi kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat. Kata “panguri” pada sentek panguri sendiri, merupakan kepanjangan dari kata “kuri” yang berarti ucapan yang lembut, santun dan halus.

Kata tersebut biasanya diucapkan untuk memberikan semangat kepada Sultan Sumbawa Dewa Masmawa. Namun, dalam prosesi adatnya, masing-masing kelompok akan menyampaikan persembahan yang sesuai dengan kewajiban adat.

11. Upacara U’a Pua

Sebagai tradisi yang juga dipengaruhi oleh ajaran Islam, Upacara U’a Pua biasanya dilakukan bersama dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, selama tujuh hari berturut-turut.

Tidak hanya itu, upacara adat ini juga akan dirangkai dengan beberapa atraksi seni budaya dari masyarakat Suku Mbojo (Bima).

Upacara U’a Pua ini akan diawali dengan pawai yang dilakukan dari Istana Bima, yang diikuti oleh seluruh Laskar Kesultanan, keluarga istana hingga grup kesenian tradisional Bima beserta dua penari Lenggo.

12. Upacara Mengayu-ayu

Mengayu-ayu merupakan salah satu tradisi dalam bentuk upacara adat yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur. Upacara adat yang satu ini, diselenggarakan oleh masyarakat Sembalun setiap tiga tahun sekali.

Hadinya upacara adat Mengayu-ayu ini ditujukan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Sembalun, karena diberikan hasil bumi yang melimpah sekaligus harapan untuk selalu mendapat keberkahan, agar terhindar dari bahaya dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

13. Nyongkolan

Terakhir ada nyongkolan, yang menjadi tradisi dari masyarakat Kabupaten Lombok Tengah. Nyongkolan sendiri merupakan tradisi adat dalam prosesi pernikahan, yang mana kedua pengantinnya akan diarak dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan, menggunakan pakaian adat setempat.

Uniknya, yang diarak tidak hanya pengantin, tetapi keluarga dan kerabat kedua mempelai pun ikut diarak bersama pengantin.

Dan biasanya, selama arak-arakan mereka akan membawa sebagian hasil kebun untuk diberikan kepada keluarga mempelai perempuan, seperti buah dan sayur-sayuran.

Nantinya, tradisi nyongkolan ini akan diiringi dengan iringan musik tradisional Sasak, yaitu gamelan dan gendang beliq untuk menambah keramaian dan keseruan tradisi ini.

(Baca Juga: Kesenian Tradisional Sumatera Barat)

Itulah beberapa kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat yang perlu kamu ketahui, mulai dari seni tari hingga tradisi dari setiap daerahnya. Semua kesenian tradisional tersebut wajib dijaga kelestarianya, agar tidak punah termakan perkembangan zaman yang semakin hari semakin pesat.

Kamu juga perlu membanggakan kesenian-kesenian tersebut, untuk mencegah diambil alihnya kesenian tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kamu bisa mulai mempelajarinya dengan membaca beberapa informasi melalui internet atau E-book.

Jika kamu ingin mempelajarinya lebih dalam, kamu juga bisa langsung melakukan perjalanan wisata dan berkunjung ke lokasi aslinya, yaitu ke Nusa Tenggara Barat.

Namun, karena pandemi virus Covid-19 saat ini belum berakhir, kamu merencanakannya terlebih dahulu dan mempersiapkan beberapa hal yang dibutuhkan.

Agar perjalanan wisata menjadi lebih praktis dan hemat, kamu bisa menggunakan kartu kredit sebagai solusinya. Sebab, kamu tidak harus memiliki sejumlah uang tunai terlebih dahulu, untuk bisa melakukan perjalanan wisata.

Terlebih, kartu kredit juga tak jarang memberikan promo menarik khusus untuk perjalanan wisata para penggunanya, seperti discount, rewards ataupun cashback.

Maka dari itu, buat kamu yang belum memiliki kartu kredit, bisa langsung mengajukannya secara online di CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk kartu kredit yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun mudah, cepat dan aman karena sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, buat kamu yang ingin melakukan perjalanan wisata dengan mudah dan menyenangkan, tunggu apalagi? Yuk, ajukan kartu kredit terbaikmu sekarang dan dapatkan segudang keuntungannya!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani