Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Konsumsi Daging Kambing Ternyata Punya 5 Manfaat untuk Kesehatan

by Sindhi Aderianti on 13 Agustus, 2019

Idul Adha baru saja selesai dirayakan. Daging kurban seperti kambing, tentu menjadi santapan yang tidak mungkin terlewatkan karena ternyata juga menyehatkan.

Daging kambing dapat diolah menjadi berbagai macam makanan yang lezat. Mulai dari sate, gulai, sop hingga tongseng. Namun sayang, terlalu banyaknya mitos mengenai ketidaksehatan daging kambing membuat sebagian orang enggan mengonsumsinya.

Kambing bikin darah tinggi? Kolesterol? Sakit jantung? Tidak juga, semua tergantung seberapa sering dan banyak porsi yang dimakan.

(Baca juga: Tradisi Unik Idul Adha di 6 Negara, Hias Hewan Kurban Salah Satunya)

Mungkin sebagian dari kita terlalu mepercayai sepenuhnya paradigma tersebut. Sehingga lupa bahwa daging kambing juga memberi manfaat tak kalah baik untuk kesehatan. Apa sajakah manfaat yang dimaksud? Berikut ini di antaranya:

1. Mengurangi risiko kanker

Tahukah kamu kalau daging kambing bisa mengurasi risiko kanker? Bukan hoax lho, hal ini dikarenakan kandungan selenium dan kolinnya yang sangat bermanfaat untuk mencegah terbentuknya sel kanker.

Selain itu, asam linoleat terkonjugasinya (CLA) pun ampuh mengurangi risiko peradangan di pembuluh darah, serta turut memaksimalkan fungsi sistem peredaran darah manusia.

2. Kaya protein

Kandungan protein pada daging kambing pun ternyata lebih tinggi dibanding sumber hewani lain seperti ayam dan sapi. Pada daging kambing, terdapat 23 gram protein per porsi, sebanding dengan 25 gram dalam satu porsi daging sapi dan ayam.

Jadi bila menyantap daging tersebut dalam jumlah pas, tubuh akan mendapat asupan protein alami dengan asam amino yang baik juga untuk tubuh.

3. Minim lemak dan kalori

Jangan takut gemuk makan kambing. Nyatanya, setiap tiga ons daging kambing hanya mengandung 122 kalori. Sedangkan daging sapi 179 dan ayam 162 kalori. 

Untuk urusan lemak, per tiga ons daging kambing memiliki total lemak 2,6 gram. Sementara 3 ons sapi mengandung 7,9 gram dan ayam 6,3 gram. 

Hebatnya lagi, vitamin B yang ada di daging kambing turut andil dalam membakar kelebihan lemak pada tubuh.

4. Kolesterol tidak setinggi ayam

Sering digadang-gadang sebagai makanan berkolesterol tinggi, nyatanya daging kambing tidak seburuk itu. Kolesterol kambing per tiga ons hanyalah sekitar 63,8 miligram.

Bahkan lebih rendah dari daging ayam yang mengandung 76 miligram per tiga ons. Daging merah seperti daging sapi pun ternyata memiliki lebih banyak lemak jenuh yang berpotensi menyebabkan kolesterol dibanding daging kambing.

5. Mengatasi anemia

Zat besi adalah nutrisi penting untuk manusia, khususnya wanita. Kekurangan zat besi diketahui bisa menyebabkan orang mengalami anemia.

Daging kambing kaya akan kandungan zat besi dan mineral yang berfungsi meningkatkan pembentukkan hemoglobin dalam darah. Dengan banyaknya sel darah merah yang tersuplai, berbagai gangguan kesehatan seperti pusing, kelelahan, hingga anemia pun terhindari.

Tips mengolah daging kambing agar tidak prengus

Selain disugestikan membawa banyak penyakit, daging kambing sering kali enggan dikonsumsi sebagian orang karena aromanya. Aroma kambing atau yang biasa disebut prengus inilah yang menjadi penyebab utama olahan daging kambing jarang disukai.

Padahal kalau tahu cara mengolah yang benar, bau prengus masih bisa hilang. Begini tips menghilangkan bau prengus saat hendak memasaknya:

1. Jangan dicuci

Ya, mencuci daging kambing ternyata membuat aroma tak sedapnya itu semakin tercium. Sebab air cucian akan mengeluarkan juice beserta bau prengus yang ada di dalamnya. Jadi selain makin berbau, tekstur daging kambing akan lebih kering karena juice-nya sudah terbuang bersama air. Cukup rebus dengan air mendidih, agar kuman-kuman di dalam daging pun hilang.

2. Rebus dua kali

Ketika hendak mengolah daging kambing menjadi sop, pastikan kamu merebusnya dua kali terlebih dahulu. Pertama, rebus kambing dalam air mendidih bersama aneka rempah seperti daun pandan, salam, daun jeruk, sereh, dan lengkuas untuk menutupi aroma tak sedapnya. Setelah buih keabu-abuan terlihat di permukaan, tiriskan daging kambing dan buang air rebusannya. Bau prengus akan terbuang bersama air rebusan pertama tadi.

3. Perbanyak rempah

Sementara untuk menyate daging kambing, perbanyak rempah-rempah untuk mengalihkan bau prengus. Jika kalau suka sate kambing yang polos, cukup kucuri dengan air jeruk nipis beberapa saat sampai menyerap. Air jeruk nipis bisa memberi aroma segar yang menutupi aroma ciri khas kambing tersebut.

(Baca juga: Pusing Habis Makan Kambing? Konsumsi 5 Buah Penekan Kolesterol Ini)

Jadi masih juga takut makan daging kambing? Pada intinya, apabila mengonsumsi daging kambing dalam jumlah yang tepat, maka tidak akan menjadi masalah.

Namun, untuk jaga-jaga tidak ada salahnya memeriksakan kesehatan secara berkala ke dokter. Gunakan asuransi terbaik yang bisa meng-cover seluruh biaya kesehatan kamu, yang pastinya bisa kamu pilih sesuai kebutuhan di CekAja.com.

 

 

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.