KTA atau KDA? Cari Tahu Yang Mana Yang Lebih Kamu Butuhkan!

7 min. membaca Oleh CekAja on

Di era yang sudah serba digital ini banyak sekali jenis pinjaman uang yang ditawarkan, baik dari Lembaga keuangan bank maupun non bank seperti fintech (finansial teknologi).

KTA atau KDA

Setiap kredit yang mereka berikan punya jenis dan penyebutan berbeda, sementara yang paling jadi favorit adalah Kredit Tanpa Agunan (KTA). Yakni pinjaman uang yang tidak menyertakan agunan atau jaminan.

Sementara Kredit dengan Agunan (KDA) sering jadi nomor dua, karena syarat pinjamannya mengharuskan ada agunan atau jaminan. Lantas mana yang lebih baik? KTA atau KDA? Jawabannya bergantung kepada kebutuhan dan kesanggupan dalam melunasi pinjaman. Untuk itu mari kita bahas satu persatu sebelum membedah mana yang lebih baik? KTA atau KDA?

Kredit Tanpa Agunan (KTA)

KTA adalah jenis kredit yang tidak mengharuskan peminjamnya memiliki agunan atau jaminan. KTA yang disediakan Lembaga bank dan non-bank biasanya berbeda, baik dari sisi jumlah maupun persyaratannya.

Biasanya Lembaga non-bank seperti fintech memberikan lebih mudah persyaratan dan  pencairannya.

Namun KTA yang sering disebut pinjaman online ini bukan tanpa kekurangan. Proses pengajuan dan pencairannya memang cepat. Namun jumlah pinjaman atau plafon yang bisa diajukan tidak banyak.

Biasanya berkisar Rp 1-5 Juta saja. Beberapa memang ada yang berani memberi pinjaman hingga ratusan juta, namun bunganya sangat mencekik.

Sebagai pertimbangan beberapa KTA online mensyaratkan bunga harian yang bisa mencapai 3%, ada pula yang menerapkan bunga bulanan dan tahunan yang jika dirata-rata bunga tahunannya bisa mencapai 30% pertahun. Sementara tempo pelunasannya juga sangat cepat, berkisar antara 3, 6 sampai 12 bulan saja.

KTA online juga sering menjadi pemicu munculnya penipuan berkedok pinjaman online. Mereka berani memberikan kredit besar, namun pada saat proses cicilan pelunasan tiba-tiba bunga naik sangat tinggi, hingga pada akhir pelunasan debitur membayar hampir 2x lipat dari jumlah pinjaman yang diajukan.

(Baca Juga: Jenis Kartu Kredit OCBC NISP yang Layak Kamu Miliki)

Agar terhindar dari resiko penipuan seperti ini, Anda harus lebih selektif menentukan debitur. Upayakan memilih KTA online yang perusahaannya sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Setiap tahun OJK selalu memperbarui daftar perusahaan pendanaan online yang sudah terverifikasi.

Sementara KTA dari Lembaga bank biasanya lebih aman, dan menariknya kini banyak bank sudah menyediakan system pengajuan KTA secara online sehingga lebih memudahkan nasabah jika ingin mengajukan kredit.

Dibanding KTA online, KTA pada bank konvensional ini memberlakukan bunga yang lebih ringan dan tenor yang lebih Panjang yakni hingga 5 tahun.

Namun KTA dari bank biasanya mensyaratkan beberapa dokumen saat pengajuannya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTA), Slip gaji, rekening koran selama tiga bulan terakhir dan riwayat penggunaan kartu kredit.

Khusus untuk syarat terakhir, hampir semua bank mewajibkan calon debitur menggunakan kartu kredit minimal tiga bulan sebelum masa pengajuan. Itulah yang menyebabkan banyak debitur mundur dan memilih pinjaman online yang dirasa tidak banyak persyaratannya.

Selain soal kartu kredit, hal lain yang membuat KTA dari bank konvensional begitu memberatkan adalah proses pencairan yang lama, bisa memerlukan waktu 3-7 hari kerja. Berbeda dengan pinjaman online yang hanya butuh beberapa jam hingga dana cair.

Sedangkan untuk suku bunga rata-rata bank konvensional menerapkan suku bunga fixed rate hingga cicilan lunas.

Sehingga debitur bisa menakar soal kesanggupan membayar, karena tidak ada sifat floating yang membuat bunga cicilan tiba-tiba naik.

Kredit dengan Agunan (KDA)

Sebelum menyimpulkan mana yang lebih baik? KTA atau KDA? Sebaiknya kita bahas dulu soal kredit dengan agunan ini. KDA ini biasanya lebih dikenal dengan istilah kredit multiguna, karena tujuan penggunaan kredit yang memang bebas diperuntukkan apa saja.

Sebenarnya KTA juga penggunaannya bebas untuk apa saja, asalkan bukan sesuatu yang ilegal.

Namun kredit multiguna ini biasanya harus menyertakan jaminan, yakni bisa property yang meliput tanah bangunan atau kendaraan seperti mobil dan sejenisnya.

Dibanding KTA, KDA ini unggul di tenor yang Panjang yakni mencapai 10 tahun, beberapa bank bahkan ada yang memberlakukan tenor  hingga 15 tahun untuk pinjaman multiguna ini.

Karena mensyaratkan adanya agunan, maka ini berimbas pada jumlah pinjaman diberikan. Ya jumlah KDA ini biasanya lebih besar dibanding KTA, perhitungannya adalah besar pinjaman disesuaikan dengan nilai agunan yang diajukan.

Jadi semakin besar nilai jaminan milik Anda maka semakin besar dana yang bisa dipinjam.

Namun, tidak semua barang bisa dijadikan agunan, sebab bank atau lembaga pemberi pinjaman lain biasanya akan meminta aset yang nilainya minimal sama dengan jumlah kredit yang akan diajukan.

(Baca Juga: 10 Jurusan Paling Favorit di Universitas Udayana Bidang Saintek dan Soshum)

Contoh produk yang bisa dijadikan jaminan antara lain mobil, kapal, dan property. Sementara jenis pinjaman yang memerlukan jaminan biasanya pinjaman pribadi, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan kredit kendaraan.

Keunggulan dari KDA dibanding KTA adalah suku bunganya yang rendah, lagi-lagi dikarenakan agunan yang dinilai dapat mengurangi resiko keterlambatan atau menunggak, sehingga bunga yang dibebankan bisa lebih rendah.

KDA juga tidak mensyaratkan Anda menggunakan kartu kredit, bank juga tidak akan menilai riwayat penggunaan kartu kredit Anda selama ada jaminan.

Sementara untuk persyaratan dokumen yang diminta hampir sama dengan KTA. Bedanya Anda juga harus menyertakan dokumen kepemilikan jaminan.

Sebab nama debitur yang meminjam harus sama dengan nama pemilik jaminan. Lantas mana yang lebih baik? KTA atau KDA?

Menakar Mana yang Lebih Baik? KTA atau KDA?

Jika bertanya mana yang lebih baik? KTA atau KDA? Sebenarnya jawaban tiap orang pasti bakal berbeda.

Mereka yang tidak memiliki properti atau kekayaan lain yang bisa dijadikan jaminan pasti berpendapat KTA lebih baik. Sementara mereka yang punya kekayaan berupa properti atau kendaraan menilai KDA yang terbaik.

Jika ingin membandingkan, cobalah berpikir begini:

  1. Jika menginginkan pinjaman dalam waktu cepat, maka pilihannya adalah KTA. Sebab saat proses pengajuannya tidak memakan waktu lama. Asalkan Anda memiliki riwayat hutang yang baik. Mulai dari pengajuan, verifikasi hingga pencairan biasanya hanya memerlukan waktu 7 hari kerja.

Namun biasanya jumlahnya tidak sesuai dengan nilai pengajuan, lantaran sudah dipotong untuk biaya administrasi seperti provisi dan asuransi, yang nantinya akan melindungi Anda jika suatu saat gagal bayar.

Besar biaya provisi ini berbeda tiap bank namun rata-rata memberlakukan antara 1-3 % dari total pinjaman.

Jadi mana yang lebih baik? KTA atau KDA? Ketika mendesak? Jawabannya adalah KTA.

  1. Jika menginginkan pinjaman dengan suku bunga rendah, maka pilihan jatuh pada KDA. Sebab rata-rata bank memberlakukan bunga dibawah KTA untuk pinjaman KDA. Selain itu renor pelunasan kredit dengan agunan juga bisa lebih Panjang yakni mencapai 10-15 tahun. Berbeda dari KTA yang tenornya pendek maksimal hanya 5 tahun.

Jadi mana yang lebih baik? KTA atau KDA? Ketika menginginkan bunga pinjaman yang rendah? Jawabannya adalah KDA.

  1. Jika menginginkan pinjaman tanpa ada penalti ketika ingin melakukan pelunasan lebih cepat dari perjanjian, maka pilihan terbaik adalah KDA. Sebab mayoritas bank memberikan layanan tanpa penalti jika Anda ingin melunasi pinjaman dengan KDA. Beda dengan KTA yang biasa memberlakukan biaya penalti rata-rata 7% dari total sisa pinjaman dan bunganya.

Jadi mana yang lebih baik? KTA atau KDA? Ketika menginginkan pinjaman tanpa penalti karena pelunasan lebih cepat? Jawabannya adalah KDA.

  1. Jika menginginkan pinjaman dengan biaya keterlambatan yang ringan maka pilihan terbaik adalah KDA. Sebab jika mengajukan pinjaman tanpa agunan, saat telat membayar cicilan ada biaya keterlambatan yang mesti dibayar yakni rata-rata antara 0,5 – 1% perhari dari jumlah angsuran. Sementara KDA atau pinjaman multiguna biasanya tidak memberikan biaya keterlambatan

Jadi mana yang lebih baik? KTA atau KDA? Ketika menginginkan pinjaman tanpa adanya biaya keterlambatan? Jawabannya adalah KDA.

Berikut adalah tabel perbandingan dari masing-masing kredit agar Anda dapat menakar mana yang lebih baik? KTA atau KDA?

KTA KDA
Tanpa Agunan Dengan Agunan
Maksimal Pinjaman Rp 300 Juta Maksimal Pinjaman rata-rata Rp 1M
Tenor Maksimal 5 Tahun Maksimal Tenor rata-rata 10 tahun
Suku Bunga 9-12 % pertahun Suku bunga rata-rata 6 % pertahun
Tidak ada asset yang akan disita Jaminan akan disita jika gagal bayar
Ada penalti saat pelunasan lebih cepat Dapat melunasi pinjaman lebih cepat
Proses pencairan 7 hari kerja Proses pencairan 7-30 hari
Ada Biaya keterlambatan Tidak Ada Biaya Keterlambatan

Jenis-Jenis Barang yang Bisa Dijadikan Agunan

Saat ingin mengajukan pinjaman multiguna atau pinjaman dengan agunan, maka sebagai debitur kita diwajibkan mengagunkan barang yang dianggap bernilai. Namun perlu Anda tahu tidak semua barang berharga Anda bisa dianggap jaminan, karena ada proses penilaian yang dilakukan oleh bank.

Beberapa produk yang bisa diagunkan antara lain:

Produk Properti

Produk properti ini meliputi tanah, rumah, ruko, apartemen, dan bangunan serta tanah lain yang bernilai besar. Anda hanya perlu memberikan sertifikat atas kepemilikan produk properti tersebut kemudian bank akan melakukan verifikasi mengenai nilai produk properti Anda. Perhitungan Anda dengan bank akan berbeda, karena selain menakar nilai bangunan bank juga akan mengukur nilai kelayakan huni. Jadi bisa saja nilai produk properti Anda lebih rendah dari dugaan. Namun sebaliknya, juga bisa bernilai tinggi.

Kapal dan Pesawat

Kalau produk yang satu ini biasanya hanya melibatkan segelintir orang yang dianggap sebagai kalangan atas. Sebabnya tentu saja karena harga kapal yang satu unitnya saja bisa mencapai miliaran rupiah.

Hasil Perkebunan dan Peternakan

Bank sering memberikan pinjaman multiguna untuk para petani dan peternak. Bunganya juga cukup rendah yakni sekitar 0,5% saja perbulan. Hasil perkebunan yang sering digunakan di Indonesia biasanya adalah produk kopi, tentu bukan kopi sembarangan namun yang memiliki nilai jual tinggi sampai ke pasar internasional.

Sementara untuk hasil peternakan, yang sering mendapat pinjaman adalah peternak sapi yang mengagungkan sapi-sapi betinanya untuk mendapatkan sejumlah pinjaman. Bank akan menilai jumlah ketersediaan sapi dan manfaatnya untuk menghitung besaran hutang yang bisa dipinjamkan.

Produk Logam Mulia

Inilah produk yang sering digunakan oleh masyarakat untuk mendapatkan pinjaman bank. Tapi untuk kredit multiguna biasanya ada batas minimal jumlah emas atau logam mulia yang bisa dijadikan jaminan.

Untuk pengajuan KTA atau KDA yang terpercaya, ajukan hanya di CekAja!

Tentang kami

CekAja

CekAja