Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Manfaat Bonding Ayah dan Anak, Bikin Cerdas di Sekolah!

by Sindhi Aderianti on 13 November, 2019

Jangan lupakan ayah! Meski tidak mengalami fase hamil, melahirkan, dan menyusui, sosoknya tetap berjasa.

Pantai Tempat Berselancar

Ayah punya cara sendiri dalam menjalankan peran sebagai kepala rumah tangga. Mulai dari mencari nafkah, memberi perlindungan bagi keluarga, sampai mencurahkan kasih sayang dari sudut pandang seorang lelaki. Bahkan tak sedikit yang kini menanggalkan gengsi untuk ikut mengurus anak-anak mereka, bergantian dengan sang istri.

Sebagaimana ibu, ayah tentu juga berperan penting dalam keluarga. Maka sebagai wujud penghargaan, setiap tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional.

Ya, bukan cuma negara-negara barat saja yang merayakan peringatan tersebut di pekan ketiga bulan Juni, tapi Indonesia juga dong!

Asal Muasal Hari Ayah Nasional

Hari Ayah Nasional mulai diperingati sekitar 12 tahun lalu. Menurut laman Kemdikbud.go.id, peringatan Hari Ayah Nasional dideklarasikan di Solo pada 12 November 2006.

Peringatan ini diprakarsai oleh paguyuban Satu Hati dan Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Awalnya,  PPIP mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ibu tahun 2014 lalu. Kemudian seorang peserta secara mengejutkan bertanya “Kapan diadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ayah? Kapan ada Peringatan Hari Ayah?”

Dari situlah PPIP mulai mencari tahu kapan harus memperingati Hari Ayah Nasional hingga melakukan audiensi ke DPRD Kota Surakarta.

(Baca juga: Jenius! Ini 6 Prestasi Gemilang BJ Habibie yang Inspiratif)

Selain Indonesia, negara-negara lain juga merayakan Hari Ayah dengan waktu yang berbeda. Lebih dari 75 negara merayakan peringatan ini yakni Amerika Serikat (AS), Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Hong Kong.

Di beberapa negara Eropa dan Amerika Latin, para Ayah bahkan diberi penghargaan setiap tanggal 19 Maret dalam peringatan St Joseph’s Day.

Bonding dengan Ayah Bikin Anak Cerdas

Di era modern, peran ayah tak hanya sebatas mencari nafkah. Banyak juga yang sadar untuk ikut mengurus anak-anaknya sedari lahir. Sikap ini secara tidak langsung amat mempengaruhi psikologis si kecil.

Tapi, ada ‘syarat’ tertentu yang harus dimiliki ayah agar perkembangan anak menjadi optimal. Bukan karena ayah selalu berada di sisi anak, melainkan bagaimana ia memanfaatkan waktu untuk membangun kedekatan dengan si kecil.

Paul Amato, sosiolog yang mempelajari hubungan antara orang tua dan anak di Pennsylvania State University mengatakan, ayah yang terlibat aktif dengan anak-anaknya akan membuat mereka tumbuh dan berkembang lebih baik. Berikut sederet fakta menariknya:

1. Bikin anak cerdas

Anak yang dekat dengan ayahnya akan memiliki IQ lebih tinggi. Berkat kekompakan ibu dan ayah dalam mendidik mereka, di masa sekolah anak pun cenderung santun dalam berperilaku, bahkan tidak berani melanggar aturan. Dengan begitu, secara akademis pun anak berpotensi meraih prestasi.

2. Terhindar dari seks bebas

Kemudian, sebagian besar anak perempuan yang dekat dengan ayahnya juga enggan melakukan seks di luar nikah. Anak tahu batasan saat berinteraksi dengan lawan jenis.

Hal ini karena mereka takut merusak kepercayaan sang ayah yang menurut dirinya begitu spesial.

3. Sukses di dunia kerja

Hingga saat terjun ke dunia kerja, anak yang punya kedekatan dengan ayah diproyeksi bakal sukses. Tanpa sadar ia mencontoh sosok ayah yang giat bekerja demi menghidupi keluarganya, sampai memperoleh karier cemerlang. Kelak mereka pun tumbuh lebih mandiri, sehingga jauh dari kemiskinan.

(Baca juga: 5 Investasi yang Harus Dilakukan Para Ayah untuk Masa Depan Keluarga)
4. Berani

Kedekatan ayah juga cukup berpengaruh dalam menumbuhkan rasa berani pada anak. Ayah cenderung memiliki pendekatan yang mengarah pada aktivitas fisik. Hal ini justru membantu anak berani mengeksplorasi aspek berbeda. Sehingga referensi hidup mereka tidak hanya dari pengalaman sang ibu.

5. Lebih ceria dan humoris

Banyak menghabiskan waktu dengan ayah, bisa membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang ceria dan humoris. Mengapa demikian? Gaya bercanda atau permainan ala bapak-bapak yang cenderung konyol, tak ayal membuat anak memiliki sifat menyenangkan.

Beda dengan ibu, pada umumnya mereka  penuh hati-hati dan lebih banyak memberi input yang edukatif kepada anak.

Memperkuat bonding ayah dan anak harus dilakukan sedini mungkin. Para ayah bisa melakukannya dengan menggendong si kecil ketika sedang rewel, menyuapi saat sedang makan, sekadar menemani si kecil bermain, ataupun mengajarinya belajar. 

Jadi, ayah bukan hanya sosok yang mencari nafkah. Namun juga selalu hadir dalam kehidupan anak sedari kecil. Sekali lagi untuk seluruh ayah di luar sana, Selamat Hari Ayah Nasional! Jangan lupa lindungi putra-putri tersayang dengan asuransi kesehatan ya.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.