Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Mau Bangun Rumah Ramah Lansia? Simak Tipsnya!

by Miftahul Khoer on 4 Maret, 2019

Pernahkah kamu berencana untuk membangun sebuah rumah untuk orangtua yang layak huni? Atau paling tidak kamu merenovasi rumah untuk kamu tinggali bersama orangtua yang sudah lansia?

tips beli rumah _ KPR - CekAja.com

Nah, buat kamu yang tinggal bersama orangtua khususnya yang sudah lansia, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan. Karena selama ini banyak rumah yang dibangun kurang begitu ramah terhadap lansia.

Tahu sendiri kan yang namanya lansia itu memiliki keterbatasan. Jadi, usahakan agar segala gerak-gerik mereka tidak membahayakan. Nah, apa aja sih hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat membangun rumah yang layak huni bagi lansia?

  • Cukup satu lantai

Kalau kamu mau membangunkan satu unit rumah untuk orangtua yang sudah lansia, ada baiknya kamu cukup membangun satu lantai saja. Orangtua lansia memang sebaiknya tidak tinggal di rumah dengan lantai bertingkat karena akan membahayakan mereka.

Boleh aja bangun rumah bertingkat asalkan tinggalnya bersama kamu dan keluarga. Jadi kamu bisa tinggal di lantai dua, dan orangtua bisa tinggal di lantai satu. Tinggal bersama orangtua lansia lebih baik karena bisa mengontrol mereka, daripada menitipkannya ke panti jompo.

(Baca juga: Hore! Jokowi Permudah ASN, TNI dan Polri untuk Beli Rumah)
  • Pilih lantai anti slip

Untuk rumah ramah lansia, buatlah lantai yang anti slip atau tidak mudah terpeselet. Kamu bisa cari bahan keramik yang didesain khusus anti slip yang tersedia banyak di toko material.

Kamu juga bisa membangun lantai yang terbuat dari kayu jati. Bahan ini cocok untuk lansia karena sangat aman diinjak oleh berbagai kalangan. Hanya saja, kamu harus merogoh kocek yang lebih besar karena bahan materialnya cukup mahal dibandingkan dengan keramik biasa.

Tenang, meski harus mengeluarkan kocek lebih banyak, kamu bisa manfaatkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk berbagai kebutuhan. Cek pilihan KTA di CekAja.com!

  • Perhatikan jalur masuk

Tak sedikit rumah yang dibangun dengan desain langsung menggunakan tangga untuk masuk ke ruang utama. Biasanya rumah seperti ini dibangun karena kondisi tanahnya yang tidak rata. Hal ini tentu akan menyulitkan lansia untuk masuk ke rumah.

Jika memungkinkan, kamu bisa merenovasi rumah kamu agar posisinya rata sehingga lansia bisa langsung masuk tanpa hambatan. Jika memang tetap mengharuskan ada tangga untuk masuk ke ruang utama depan, kamu harus sediakan pegangan tangga untuk memudahkan lansia masuk ke jalur utama rumah.

  • Permudah akses ke dapur

Jangan pernah membuat orangtua kamu yang lansia repot saat mengambil barang -barang di dapur. Usahakan perlengkapan memasak di dapur mudah diakses. Misalnya kamu bisa gantungkan peralatan memasak di dinding yang sejajar dengan tinggi badan orangtua kamu yang lansia.

Jangan pernah perlengkapan dapur disimpan di bawah yang mengharuskan lansia membungkuk saat mengambilnya. Begitu juga jangan menyimpan perlengkapan dapur di rak kabinet yang tinggi sehingga lansia harus jinjit dan merepotkannya saat mengambil barang-barang tersebut.

(Baca juga: Mengapa Milenial Sulit Punya Rumah?)
  • Kamar mandi yang aman

Posisi dan lokasi kamar mandi inilah yang benar-benar harus dipertimbangkan. Upayakan kamu mampu mendesain sebaik mungkin posisi kamar mandi dan apa saja yang harus tersedia di kamar mandi.

Misalnya, kamu sediakan lap handuk untuk keset di lantai, atau pegangan yang kuat di sekitaran kamar mandi. Intinya jangan sampai lansia terpeleset atau kehilangan keseimbangan saat masuk atau keluar dari kamar mandi.

  • Ruangan lebih terang

Pencahayaan untuk rumah ramah lansia sangat penting. Karena sebagian besar penglihatan mereka sudah tidak maksimal. Maka dari itu, pilihlah warna-warna yang lebih cerah untuk cat dinding dan berbagai ornamen yang ada di rumah.

Pemilihan warna yang pas akan membantu pencahayaan rumah akan lebih terang. Dengan demikian, lansia yang tinggal di rumah akan lebih aman dan nyaman.

Pangsa Pasar Rumah Lansia

Di atas telah disebutkan tips aman membangun rumah untuk lansia atau pun tinggal bersama lansia. Nah, ternyata, rumah ramah lansia ini cukup besar juga pasarnya dan cukup potensial untuk dijadikan lahan bisnis.

Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) memperkirakan portofolio untuk rumah lansia hingga 2025 bisa tembus hingga Rp23 triliun. Indonesia sendiri masuk dalam tiga besar portofolio bisnis senior living setelah China dan India.

Saat ini, ada beberapa pengembang yang telah membangun hunian ramah lansia baik berupa rumah tapak maupun apartemen yang menyediakan fasilitas khusus bagi para senior living. Ini kabar gembira bagi para lansia yang ingin hidup mandiri tanpa mau merepotkan anaknya. Karena selama ini sebagian besar properti di Indonesia sedikit sekali yang ramah lansia.

(Baca juga: Pilih Mana, Tinggal di Rumah atau Apartemen?)

Budaya di Indonesia cukup berbeda dengan di Amerika pada umumnya. Di Indonesia biasanya orangtua lebih memilih tinggal di rumah bersama anak dibandingkan berpisah. Kalau di Amerika memang para orangtua yang lansia lebih memilih untuk berpisah dengan anaknya.

Namun, tentu menjadi kabar baik jika di Indonesia sudah mulai banyak pengembang yang memperhatikan untuk para lansia. Dengan catatan, semua fasilitas harus benar-benar ramah lansia. Nah, apakah kamu akan mengajak orangtua kamu untuk tinggal bersama atau memberikan mereka rumah yang ramah lansia?

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.