Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Cara Membangun Bisnis Rumah Kos Lebih Menguntungkan

by Kartika Ratnasari on 12 Oktober, 2017

kontrak atau indekos _ KPR - CekAja.com

Bisnis rumah kos di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta atau kota besar lainnya cenderung memiliki prospek yang bagus.

Pasalnya, kawasan perkantoran, pabrik, atau kampus biasanya lebih banyak terdapat di kota-kota besar. Dengan banyaknya kesempatan kerja yang terbuka lebar, maka jangan heran bila tak sedikit masyarakat yang mencari kesempatan dan berpindah ke kota besar seperti Jakarta.

Seiring dengan banyaknya arus penduduk yang masuk ke kota-kota besar, menyebabkan permintaan akan tempat tinggal terus meningkat. Sayangnya, harga rumah ataupun tanah di kota besar tidaklah murah.

Para pendatang memilih menyewa tempat tinggal dengan harga terjangkau. Itulah kenapa peluang bisnis rumah kost di Jakarta dan kota besar lain terbuka lebar. Lalu, apa strategi agar kita dapat masuk ke dalam bisnis rumah kos yang menguntungkan ini?

Apabila kita berniat untuk serius mengggeluti bisnis rumah kos ini, maka perhatikan sederet hal berikut.

Siapkan dana untuk beli lahan dan membangun rumah

Usaha sewa kos memang sangat menggiurkan. Ingat, kita ingin membangun rumah kos di kota besar. Karena itu hal pertama harus disiapkan adalah ketersediaan dana yang cukup? Baik dana untuk membeli lahan dan biaya pembangunannya.

Seperti diketahui, harga tanah di kota besar, apalagi Jakarta, cenderung mahal. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah pun jumlahnya tidak sedikit. Tapi apakah kita harus menunggu dana tunai yang terkumpul untuk modal yang akan digunakan? Tentu tidak.

Coba siasati dengan meminjam dana ke bank melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Tanpa Agunan (KTA). Sebab selesai membangun rumah, kita dapat menggunakan penghasilan dari bisnis sewa rumah kos untuk membayar cicilan ke bank.

Pilihan lokasi menentukan cepat atau lambatnya modal kembali

Setelah memikirkan sumber modal untuk membangun rumah kos, saatnya melakukan survei lokasi. Tentukan pasar yang akan kita tuju. Jika kita menyasar mahasiswa, maka pilih lokasi yang berdekatan dengan kampus. Sedangkan pilih lokasi yang berdekatan dengan perkantoran jika kita menyasar karyawan.

Bukan hanya ramai dengan pendatang, banyak pula mahasiswa dan pegawai biasanya memilih untuk kos ketimbang pulang ke rumah karena tak mau menghadapi kemacetan untuk beristirahat setelah menghadapi penat.

Selain itu, pertimbangkan jarak dari tempat kos ke tempat-tempat vital seperti tempat makan, supermarket, dan rumah sakit. Pastikan juga bahwa lokasi tersebut mudah diakses kendaraan umum, bebas banjir, dan memiliki ketersediaan air bersih.

Singkatnya, pemilihan lokasi untuk membangun tempat kos, berpengaruh besar pada keuntungan yang didapatkan kelak. Supaya bisa balik modal dengan cepat, hindari terburu-buru dalam memilih lokasi.

Tarif sewa kos murah atau mahal ditentukan fasilitas

Banyak dibuktikan, fasilitas yang ditawarkan selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi target pasar yang dituju. Mulai dari yang palung sederhana seperti kamar mandi dalam, ketersediaan sambungan internet nirkabel, hingga jasa laundry gratis.

Tentu fasilitas tersebut akan mengikuti harga sewa nantinya. Maka dari itu, sebelum pembangunan dimulai, tentukan dari jauh-jauh hari siapa yang akan kita jadikan konsumen. Sebab dari penentuan tersebut kita dapat memikirkan fasilitas apa saja yang perlu disiapkan.

Bujet mahasiswa dan karyawan tentu akan berbeda. Apabila target pasar kita adalah mahasiswa, perlengkapan seperti kasur, meja belajar, lemari, dan sambungan internet mungkin sudah cukup. Namun lain hal jika target pasar kita adalah karyawan. Fasilitas yang ditawarkan bisa lebih eksklusif seperti AC, TV, hingga jasa laundry.

Jaminan keamanan dan kebersihan menentukan keuntungan

Membangun usaha sewa kos memang merepotkan pada awalnya. Mulai dari membangun rumah, menyiapkan kamar-kamar, hingga membeli perabotan untuk fasilitas yang harus dipersiapkan. Namun setelah usaha berjalan, pengelolaannya justru akan mudah karena kita tak memerlukan keahlian khusus.

Yang harus menjadi perhatian khusus adalah keamanan dan kebersihan. Sebab, dua hal ini akan sangat menentukan kenyamanan penghuni kos. Jika penghuni merasa betah, masa sewa bisa terus diperpanjang oleh mereka.

Ditambah lagi, strategi pemasaran terbaik adalah word of mouth. Ketika pelanggan sudah membicarakan hal positif tentang usaha sewa rumah kos yang kita miliki, maka tak menutup kemungkinan penyewa baru akan berdatangan.

Bikin promosi online agar menyaring lebih banyak pelanggan

Dalam menjalankan usaha rumah kos, kehadiran penghuni adalah sebuah keharusan. Sebab, penghuni merupakan sumber keuntungan dari bisnis ini. Apalagi ada pengeluaran wajib bulanan seperti listrik dan air. Rumah kos yang sepi hanya akan membuat usaha kita merugi.

Kita sebagai pemilik harus bisa mempromosikan usaha kita agar kamar kos bisa segera terisi penuh. Jangan hanya memasang promosi di depan rumah kos. Sebab kita pun mesti memakai cara kreatif dan kekinian untuk menyaring banyak calon penghuni. Misalnya dengan membagikan brosur ke kampus, area perkantoran, dan tempat makan yang sering dikunjungi oleh target pasar.

Promosikan juga usaha kos secara online atau menggunakan internet. Manfaatkan media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. Bahkan lebih baik lagi jika memiliki situs web sendiri. Jika tidak mau repot, daftarkan rumah kos milik kita secara gratis ke situs pencarian kos gratis seperti MamiKost, KosKost, Kost Hunt, Info Kost, atau Urban Indo.

Buat aturan yang jelas agar tidak jadi tempat kos bebas

Meski tak memerlukan keahlian khusus dalam berbisnis sewa rumah kos, teknik pengelolaan tidak boleh dianggap  sepele. Beberapa tata tertib dan peraturan harus diperjelas.

Selain membuat penghuni nyaman, aturan-aturan berikut sebaiknya dibuat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apa saja aturan yang bisa dibuat?

1. Lama waktu kos

Tentukan waktu minimal untuk menyewa kamar kos. Apakah harian, mingguan, bulanan, triwulan, semester, atau tahunan. Hal ini akan berpengaruh pada pengeluaran yang kita perlukan nantinya.

2. Metode pembayaran listrik dan air

Pastikan biaya-biaya apa saja yang dibebankan kepada calon penghuni. Apakah biaya sewa sudah termasuk biaya listrik dan air? Perhitungkan juga tambahan alat elektronik yang dibawa oleh penghuni. Aturan mengenai pembayaran ini sebaiknya dipikirkan dari awal.

3. Kewajiban pengunjung kos

Rumah kos sering diidentikan dengan kehidupan bebas tanpa pengawasan orang tua. Jika target pasar kita adalah mahasiswa, aturan mengenai jam malam dan batas masuk pengunjung harus dilaksanakan dengan tegas. Pasalnya, citra rumah kos milik kita akan bergantung pada bagaimana cara kita mengelola tata tertib ini.

Tentang Penulis