Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Kenapa Bisnis Sampingan yang Dibangun Sulit ‘Naik Kelas’?

by Tisyrin on 7 September, 2016

penyakit stress bekerja _ asuransi kesehatan - CekAja.com

Tak sedikit pegawai kantoran yang menjalankan bisnis sampingan dengan tujuan mendapatkan tambahan pemasukan. Nyatanya gagal, sebab kenyataan tidak semudah yang dibayangkan. Kenapa?

Mereka yang menjalankan bisnis sampingan pasti ingin agar usahanya menciptakan hasil memuaskan, bukan? Sayangnya, tak semua orang berhasil saat membangun bisnis sampingan. Bisnis bisa jadi masih berjalan tetapi tidak berkembang alias stagnan.

Menjalankan bisnis memang tak semudah yang dibayangkan, ada proses jatuh bangun yang harus dilewati sebelum sukses. Ada masanya bisnis harus merugi, namun ada juga masanya ketika bisnis mencetak untung berlipat-lipat.

Ada beberapa hal yang membuat bisnis sampingan sulit ‘naik kelas’, simak ya!

Tidak fokus karena pekerjaan utama

Kamu lebih fokus pada pekerjaan di kantor sehingga tak punya waktu untuk mengontrol bisnismu. Kamu sepenuhnya menyerahkan kepada orang lain. Atau kamu ikut turun tangan tetapi porsi keterlibatmu dalam mengelola bisnis amatlah kecil. Hal semacam ini berisiko membuat bisnismu sulit berkembang.

Biasanya pada saat awal kamu membangun bisnis, kamu masih bisa menjalankannya sembari bekerja. Namun, ketika bisnis sampinganmu semakin membesar, ada baiknya kamu pertimbangkan untuk lebih fokus dan berhenti bekerja. Siapa tahu jika kamu lebih fokus, kamu bisa kaya raya karena bisnis sampinganmu itu.

(Baca juga: Alternatif Bisnis Sampingan Ibu Rumah Tangga di 2017)

Masih menggunakan modal pribadi

Banyak pebisnis pemula hanya mengandalkan dana milik pribadi untuk membangun usaha. Alhasil, ketika kekurangan modal, mereka kebingungan.  Dalam situasi tertentu, misalnya ketika skala bisnis membesar, kamu butuhkan suntikan modal bisnis sampingan. Namun, karena berbagai alasan, ada pebisnis pemula yang enggan menambah modal dari sumber lainnya.

Jika kamu termasuk dalam kategori ini dan mempertahankan situasi semacam itu, bisnismu akan sulit maju. Bagaimanapun, uang yang kamu miliki terbatas bukan? Cobalah untuk mencari pinjaman cicilan ringan sebagai modal usaha agar bisnismu bisa ‘naik kelas’. Tak sedikit lembaga keuangan yang menawarkan berbagai jenis pinjaman untuk usaha. Pebisnis yang malas mengakses pinjaman usaha akan kesulitan mengembangkan usahanya.

Tidak punya mimpi

Bagaimana bisnismu bisa ‘naik kelas’ jika kamu tak punya mimpi membesarkannya. Cobalah untuk menciptakan mimpi-mimpi yang berkaitan dengan bisnismu. Karena dengan mimpi, kamu akan lebih termotivasi memacu  bisnismu.

Kamu boleh bermimpi bisnismu memiliki jaringan di semua kota besar di Indonesia, kamu bisa keliling dunia atau membiayai orangtuamu menunaikan ibadah haji dari hasil usahamu itu. Jangan ragu untuk bermimpi.

Tidak profesional

Jika kamu tidak profesional dalam mengelola bisnis sampinganmu, maka kesempatan untuk berkembang jadi lebih sedikit. Cobalah benahi pengelolaan bisnismu dengan cara-cara yang lebih profesional, mulai dari merekrut SDM yang kompeten, membuat pembukuan yang profesional, dan sebagainya.

(Baca juga: Mengapa Bisnis Kamu Sulit Mendapatkan Modal?)

Tidak punya inovasi

Bagaimanapun semangat kamu untuk jalankan usaha, inovasi sangat penting dalam sebuah bisnis. Apabila malas melakukan inovasi, maka bukan tidak mungkin produk atau jasa yang dijual akan ditinggalkan oleh pelanggan.

Segudang ide bisa dilakukan untuk menambah inovasi di berbagai sisi. Contohnya dengan menciptakan produk baru yang unik, hingga produk atau jasa yang ditawarkan dalam bisnis menggunakan cara-cara terkini dalam pemasaran seperti memanfaatkan media sosial. Teknologi makin berkembang, dan bisnis yang kita ciptakan harus seiring dengan perkembangan tersebut.

Kamu pemilik bisnis skala UKM yang membutuhkan modal tambahan? Ajukan segera pinjaman modal usaha dengan bunga rendah di CekAja!

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.