Peluang Bisnis Produk Herbal saat Pandemi, Omzetnya Naik Tajam

5 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Siapa yang menyangka, selama pandemi masih merajalela secara global, peluang bisnis produk herbal justru semakin naik daun.

Perbedaan Bisnis Produk Herbal Sebelum dan Sejak Pandemi

Sebelum Covid-19, peluang bisnis produk herbal menurut sebagian orang rasanya sulit untuk dijalankan.

Sebab, produk-produk alami ini dinilai enggak bisa menjangkau semua kalangan, terutama dari segi harga.

Selain itu, kebanyakan produk herbal dijual dengan rasa yang kurang menggugah selera. Sementara, orang-orang lebih doyan mengonsumsi makanan manis atau bahkan pedas.

Namun berbeda halnya dengan saat ini. Semenjak pandemi, masyarakat jadi lebih sadar akan masalah kesehatannya.

Mereka juga rela merogoh kocek dalam untuk membeli berbagai produk herbal, yang konon sangat berkhasiat untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

Bahkan, peluang bisnis produk herbal juga diketahui semakin pesat berkat wabah Corona ini.

Tak tanggung-tanggung, para produsen pun mengakui jika penjualannya terus merangkak naik hingga 50 persen.

Contohnya saja pada pengusaha asal Lampung, Siti Maryam.

Dalam interview yang dilakukan dengan Liputan6, dia mengakui selama 4 tahun merintis bisnis produk herbal, baru saat pandemi inilah omzet penjualannya mengalami kenaikan yang signifikan.

Siti Maryam juga menuturkan bahwa, semenjak Desember tahun lalu hingga sekarang, produknya laku keras, dan bahkan setiap minggu ia selalu mengirimkan produknya ini ke berbagai daerah di Indonesia.

Apa Kata Pemerintah Mengenai Peluang Bisnis Produk Herbal?

Peluang bisnis produk herbal juga diakui menjanjikan oleh pemerintah meski adanya pandemi Covid-19.

Mengutip dari Republika, Kementerian Pertanian, Sukarman menuturkan bahwa, prospek produk tanaman obat sedang melambung tinggi selama masa pandemi.

Bahkan pihaknya juga mengalokasikan bantuan untuk pengembangan kawasan tanaman obat ke beberapa daerah di Indonesia.

Tujuannya tak lain untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Lebih lanjut Karman menjelaskan bahwa, selama dosis penggunaan tanaman obat tidak melebihi aturan, tentu tak akan ada efek samping bagi siapapun yang mengonsumsinya.

Malahan menurutnya, dengan beragam khasiat yang ditawarkan, peluang bisnis produk herbal bisa menjadi mata pencaharian yang menjanjikan bukan hanya di masa pandemi ini.

(Baca Juga: 7 Peluang Bisnis Menjanjikan di Pedesaan)

Analisa Peluang Bisnis Produk Herbal

Pada poin ini, CekAja bakal menjelaskan perhitungan kasar dari peluang bisnis produk herbal.

Jadi, kalau kamu tertarik untuk membuka bisnis tersebut, bisa mencontoh perhitungan di bawah ini sebagai referensi.

Peralatan Produksi

  • Etalase standar: Rp 900.000
  • Mesin penggiling/penepung herbal: Rp 1.500.000
  • Mesin oven: Rp 3.200.000
  • Panci + wajan: Rp 350.000
  • Kompor + gas LPG 3 kg: Rp 275.000
  • Alat uji obat: Rp 200.000
  • Timbangan: Rp 250.000
  • Tampah: Rp 30.000
  • Peralatan pendukung lainnya: Rp 250.000

Total biaya peralatan produksi: Rp 6.955.000

Bahan Baku Produk Herbal

  • Madu: Rp 60.000
  • Minyak zaitun 1 liter: Rp 100.000
  • Sambiloto 1 kg: Rp 60.000
  • Jahe 1 kg: Rp 40.000
  • Kapulaga: Rp 40.000
  • Pala 1 kg: Rp 170.000
  • Gingseng 100 gr: Rp 130.000
  • Kayu manis 1 kg: Rp 115.000
  • Bahan baku lainnya: Rp 300.000

Total biaya bahan baku: Rp 1.015.000

Apabila modal yang dimiliki belum memadai, kamu bisa menghematnya dengan menjadi pemasok dari produk herbal yang memang sudah terkenal di pasaran.

Dengan begitu, peluang bisnis produk herbal yang kamu geluti bakal tetap nyata hasilnya.

Selain itu, jika kamu masih pemula dalam bisnis ini, sebaiknya jangan buru-buru menyewa tempat.

Karena bisnis produk herbal juga bisa kamu mulai secara rumahan lho, dan pastinya lebih hemat bujet.

Tips Memaksimalkan Peluang Bisnis Produk Herbal

Memulai bisnis produk herbal itu enggak mudah, terlebih dibutuhkan keahlian memadai agar produk yang dijual bisa diterima oleh konsumen.

Berikut ini beberapa tips buat memaksimalkan bisnis produk herbal agar keuntungannya maksimal.

1. Pelajari mengenai bahan baku

Hal utama yang mesti kamu lakukan ketika akan menjalani bisnis produk herbal adalah mempelajari keseluruhan bahan baku yang bakal diolah.

Cari tahu mengenai khasiat, aturan penggunaan, hingga efek sampingnya. Dengan begitu, produk yang dihasilkan bakal lebih bermutu.

2. Fokus pada produk yang bakal dijual

Memvariasikan produk yang akan diproduksi sah-sah saja. Namun sebagai pemula, mending kamu fokus dulu pada satu produk, misalnya jamu atau makanan.

Hal tersebut bertujuan agar kamu bisa lebih memahami akan produk yang dijual. Dengan cara ini juga kamu dapat menentukan supplier yang bagus dan harganya terjangkau.

3. Catat perkiraan modal

Apapun bisnis yang kamu geluti pasti membutuhkan modal, tak terkecuali bisnis produk herbal.

Makanya, kamu butuh mencatat seluruh perkiraan modal agar bisnis ini bisa dijalani.

Dengan adanya perkiraan modal, diharapkan bisa memberikan gambaran kepadamu mengenai besaran keuntungan, hingga kerugian dari bisnis tersebut.

Siapkan buku catatan untuk menuliskan prediksi berapa harga bahan baku, peralatan produksi, biaya operasional, hingga harga jual dari produk herbal yang bakal kamu pasarkan.

Kalau tak mau repot, kamu bisa menggunakan aplikasi khusus mengatur uang, untuk mencatat perkiraan bujet yang dikeluarkan maupun diterima.

4. Kemas produk semenarik mungkin

Peluang bisnis produk herbal saat pandemi bisa dipastikan melonjak pesat. Namun, dalam penerapannya kemungkinan bisa saja gagal jika kamu tidak memperhatikan aspek ini.

Enggak bisa dipungkiri, salah satu keunggulan dari suatu produk yang membuatnya berbeda dari kompetitor adalah kemasannya.

Kemasan yang menarik selalu berhasil menarik rasa penasaran konsumen, meskipun popularitasnya belum sehebat produk lain.

Selain hal itu, untuk produk herbal, kamu juga harus mencantumkan secara lengkap mengenai beberapa hal ini, diantaranya:

  • Khasiat
  • Komposisi
  • Dosis
  • Efek samping
  • Tanggal kadaluarsa

5. Gunakan strategi pemasaran media sosial

Setelah mendapat izin penjualan dan produkmu siap dipasarkan, langkah terakhir yang harus diikuti adalah menggunakan strategi media sosial.

Media sosial saat ini enggak cuma dipakai untuk membagikan cerita hidup sehari-hari saja.

Bahkan kini, para pebisnis juga merambah pemasarannya lewat media sosial, seperti Instagram dan TikTok.

Kedua medsos tersebut dianggap paling efektif untuk menarik konsumen.

Apalagi, jika kamu dapat menggunakan jasa influencer, yaitu endorsement.

Lewat endorsement, terutama dari influencer ternama dengan pengikut berjuta-juta orang, tentu saja feedback yang bakal kamu terima lebih besar ketimbang memasarkan secara konvensional.

Kamu juga bisa memanfaatkan marketplace ternama, seperti Tokopedia, Shopee, hingga Bukapalak untuk menjual produk herbalmu.

Bila aktif mempromosikan produk, kemungkinan besar omzet yang bisa kamu raih per bulannya bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta, dengan perkiraan balik modal 2 bulan.

(Baca Juga: 3 Peluang Bisnis Makanan Sehat saat Pandemi)

Kembangkan Bisnis Produk Herbal dengan Pinjaman Modal dari CekAja

Gimana, tertarik memanfaatkan peluang bisnis produk herbal? Kalau iya, kamu bisa memenuhi modal usahamu dengan pinjaman dana tunai dari CekAja.com.

Di CekAja, kamu bisa mendapatkan pinjaman dana tunai tanpa agunan dengan estimasti dana cair dalam waktu satu minggu saja.

Terus, untungnya lagi, bunga yang ditetapkan juga sangat rendah lho, yakni hanya 0,65 persen saja.

Kalau masih ragu, kamu juga bisa membandingkan dulu produk pinjaman dari mitra bank terbaik yang CekAja miliki.

Sehingga pinjaman yang diajukan pun akan lebih sesuai dengan kebutuhan dan bujetmu.

Yuk, tunggu apalagi? Apply sekarang juga KTA dari CekAja, dan kembangkan bisnis produk herbalmu untuk menjadi merk nomor satu di Indonesia.

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri