4 Peluang Usaha Ternak Serangga, Omzetnya Bikin Ngiler

Peluang usaha ternak serangga beberapa tahun belakangan bisa dibilang menjanjikan. Betapa tidak, kegunaannya yang biasa dibutuhkan sebagai pakanan hewan, menjadikan usaha ternak serangga mampu meraup untung besar, bahkan hingga ratusan juta.

Nah, kalau kamu tertarik akan peluang usaha ternak serangga ini, mengapa tak coba untuk memulainya?

Bukan cuma ternak lebah lho ya, sebab masih ada banyak lagi jenis serangga yang bisa dibudidayakan.

Mau tahu apa sajakah itu? Simak ulasan lengkapnya yang sudah CekAja rangkum dari berbagai sumber, berikut ini.

Peluang Usaha Ternak Serangga

1. Usaha ternak jangkrik

Peluang usaha ternak serangga yang pertama bisa kamu geluti adalah ternak jangkrik. Jangkrik jadi salah satu hewan yang sering dibudidayakan.

Selain dimanfaatkan sebagai pakanan hewan, jangkrik juga bisa dikonsumsi oleh manusia sekaligus jadi incaran industri kosmetik.

Karena manfaatnya yang banyak itu, tak heran jika serangga jenis ini sering dijadikan usaha, bahkan para pelaku bisnisnya bisa meraup untung hingga puluhan juta per bulannya.

Untuk memulai usaha ternak jangkrik, penting halnya bagi kamu memilih lokasi yang bakal ditempati oleh serangga tersebut.

Umumnya, jangkrik menyukai tempat yang teduh, sunyi, serta memiliki sirkulasi udara yang baik.

Selain lokasi, kamu juga harus menentukan bibit jangkrik yang akan dikembangbiakan.

Bibit jangkrik yang bagus biasanya adalah bibit yang sehat, tidak cacat, dan berumur sekitar 10-20 hari.

Apabila kedua hal itu diperhatikan secara seksama, maka proses budidaya jangkrik hingga masa pemanenannya tentu tak akan mengalami kendala yang berarti.

(Baca Juga: 8 Peluang Usaha Online yang Menguntungkan)

2. Usaha ternak kecoa Madagaskar

Selain jangkrik, peluang usaha ternak serangga lainnya yang bisa dicoba adalah ternak kecoa Madagaskar. Mungkin bagi sebagian orang, beternak kecoa adalah hal yang menjijikan.

Tapi, jika kamu termasuk orang yang berani dengan jenis serangga yang satu ini, maka enggak ada salahnya lho untuk mencobanya.

Kecoa Madagaskar atau nama latinnya Gromphadorhina portentosa adalah jenis kecoa terbesar yang ada di dunia.

Kecoa ini lebih senang untuk hidup di tempat yang bersih, tidak seperti jenis kecoa lainnya.

Selain itu, kecoa Madagaskar juga mampu mengeluarkan bunyi desis nyaring saat tubuhnya ditekan atau dalam artian sebagai pelindung diri saat pemangsa mengincar.

Karena beragam keunikannya tersebut, tak heran kalau kecoa Madagaskar juga seringnya dijadikan hewan peliharaan.

Bukan hanya itu saja, kecoa yang cenderung berwarna cokelat kehitaman ini juga bisa dijadikan pakanan untuk hewan, seperti ikan, reptil, maupun tarantula.

Jadi, jangan heran jika banyak orang yang akhirnya memanfaatkan peluang usaha ternak kecoa Madagaskar.

Apalagi, omzet yang didapat cukup menjanjikan. Di mana, satu ekor kecoa Madagaskar berukuran besar biasa dibanderol seharga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu.

3. Usaha ternak semut Jepang

Peluang usaha ternak serangga yang berikutnya adalah ternak semut Jepang.

Sebagian orang mungkin masih belum tahu kalau semut Jepang sendiri bisa dijadikan usaha yang menjanjikan.

Mengingat, manfaat dari serangga yang masuk dalam klasifikasi kumbang ini bisa dijadikan obat herbal.

Nah, obat herbal sendiri untuk sekarang paling banyak diincar masyarakat, apalagi setelah adanya pandemi Corona yang melumpuhkan kesehatan maupun ekonomi banyak negara di dunia.

Kembali pada topik utamanya, semut Jepang memiliki bentuk badan yang keras tidak seperti jenis semut lainnya.

Hewan ini gemar hidup berkelompok dan juga paling sering bereproduksi.

Apabila kamu tertarik untuk beternak semut Jepang, kamu bisa mencoba salah satu dari dua metode budidaya semut Jepang. Yaitu melalui penangkaran maupun menggunakan media toples.

Namun kalau kamu termasuk pemain baru dalam bisnis ini, sebaiknya gunakan media toples untuk budidayanya, karena modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar,

Kamu hanya perlu menyiapkan beberapa toples saja, kemudian iktu langkah-langkah budidayanya berikut ini:

  • Lubangi masing-masing tutup toples menggunakan solder
  • Buat sekitar 20 lubang untuk satu toples. Usahakan lubang yang dibuat tidak terlalu besar, agar sirkulasi udaranya bagus
  • Masukkan kapas ke dalam toples namun jangan sampai menutupi bagian tersebut
  • Letakkan semut Jepang ke dalam toples tersebut, kira-kira sebanyak 20 ekor semut
  • Masukkan ragi tape ke dalam toples sebagai makanan bagi semut Jepang
  • Tunggu sampai 2 bulan lamanya, di mana semut Jepang bisa bereproduksi hingga jumlahnya mencapai 6 kali lipat dari jumlah sebelumnya

(Baca Juga: Cara Budidaya Semut Jepang yang Benar)

4. Usaha ternak semut rangrang

Terakhir, peluang usaha ternak serangga yang bisa kamu geluti adalah ternak semut rangrang.

Semut bernama ilmiah Oecophylla ini memiliki ukuran tubuh agak besar dan biasanya hidup dengan cara membuat sarang di pohon.

Untuk memulai bisnis ternak semut rangrang, hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah mencati kroto atau telur semutnya.

Kroto ini bisa dijual untuk nantinya digunakan sebagai pakanan burung maupun umpan pancing. Di pasaran sendiri, kroto memiliki nilai jual yang cukup besar.

Sehingga, banyak orang yang akhirnya memanfaatkan hal tersebut dengan berbisnis kroto.

Untuk memulai bisnis kroto sendiri sebetulnya bisa kamu lakukan di rumah. Di mana awal mulanya bisa dilakukan dengan menyiapkan bibit koloni yang bagus dan berkualitas.

Jika kamu kesulitan untuk menemukan sarang kroto di pohon, kamu bisa langsung membeli bibitnya di pasaran atau lewat petani kroto langsung.

Harganya juga tak begitu mahal, untuk satu liternya, bibit kroto dijual seharga Rp150 sampai Rp200 ribu saja.

Setelah mendapatkan bibit yang bagus, selanjutnya kamu bisa mulai budidaya kroto dengan terlebih dulu menyiapkan kandangnya.

Kandangnya sendiri bisa kamu buat dari paralon, yang biasanya dapat bertahan hingga 10 tahun lamanya.

Jika kandang sudah jadi, tebar langsung bibit koloni ke dalam kandang, dan jangan lupa berikan pakanan rutin yang kaya akan protein dan karbohidrat, seperti ulat dan belalang.

Pemanenan kroto atau semut rangrang bisa dilakukan setelah kamu mengikuti langkah-langkah budidayanya tadi.

Dalam tahapan terakhir ini, sebaiknya jangan melakukan pemanenan selama 6 bulan awal, agar koloni kroto dapat berkembang secara optimal.

Butuh Tambahan Modal untuk Bisnis? CekAja saja!

Nah itu tadi empat peluang usaha ternak serangga yang bisa kamu cobai sendiri di rumah saat awal tahun nanti. Menyoal modalnya, kamu tak perlu bingung ya.

Sebab, setelah membaca artikel ini, kamu bisa langsung ajukan pinjaman dari CekAja.com, yang sudah pasti praktis, ringan bunga, dan aman karena terdaftar OJK.

Kamu juga tak perlu mendatangi kantor kami, karena semua proses pengajuan pinjamannya dapat dilakukan secara online.

Jadi, masih harus menunda-nunda untuk memiliki tambahan modal usaha? Sebaiknya jangan ya!

Yuk, langsung ajukan saja pinjaman tanpa agunan dari CekAja.com, dan wujudkan impianmu untuk berbisnis ternak serangga.