Penjelasan Lengkap Mengenai Asuransi Pendidikan

8 min. membaca Oleh CekAja on

Generasi Millenials semakin sadar akan pentingnya pendidikan bagi generasi masa depan. Tak heran jika sebagian dari mereka yang sudah berkeluarga sudah memberi porsi sendiri untuk pendidikan anak-anaknya. Setidaknya ada 10% penghasilan yang dialokasikan untuk menutup dana pendidikan anak hingga bangku perguruan tinggi. Salah satu pendanaan yang dipilih adalah tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan.

Penjelasan Lengkap Asuransi Pendidikan

Tabungan pendidikan adalah semacam tabungan rencana, posisi bank adalah membantu nasabah memastikan selalu menabung dalam jumlah besaran yang sama dengan jangka waktu yang telah disepakati. Sebelum jangka waktu berakhir dana tidak bisa ditarik. Jumlah uang yang didapat akan sama dengan jumlah cicilan yang telah dibayar.

Sementara asuransi pendidikan skema pembiayaannya mirip tabungan pendidikan. Bedanya, premi yang dibayar akan diputar kembali oleh bank sebagai bentuk investasi jangka Panjang. Sehingga ketika jangka waktu yang ditentukan nasabah ingin mencairkan dananya, jumlahnya bisa lebih dari perkiraan atau juga kurang bergantung pada kondisi investasinya.

Banyak yang gamang memilih antara tabungan atau asuransi pendidikan, karena kedua produk ini memberikan manfaat yang sama. Agar mempermudah pertimbangan penting untuk kita memahami dengan jelas penjelasan lengkap mengenai asuransi pendidikan.

Penjelasan Lengkap Mengenai Asuransi Pendidikan

Apa itu asuransi pendidikan? Secara harfiah asuransi pendidikan adalah produk asuransi yang memberikan proteksi sekaligus investasi bagi pihak terjamin yang sekaligus menjadi ahli waris pemegang polis. Sementara premi bulanan atau tahunannya dibayarkan oleh pemegang polis. Asuransi pendidikan seringnya sudah mencakup juga asuransi jiwa.

Asuransi pendidikan beda dengan tabungan pendidikan, sebabnya premi yang Anda bayar tiap bulan akan dikelola menjadi bentuk investasi baik untuk reksa dana maupun saham. Karena itulah asuransi jiwa dananya bisa berkembang setelah jangka waktu tertentu. Biasanya baru berkembang di tahun ke-6.

Namun, perlu dipahami juga karena dana asuransi pendidikan ini diinvestasikan pada produk yang beresiko. Maka Anda harus siap jika tiba-tiba dana tidak bisa dicairkan atau bahkan hilang. Ini artinya raport investasi Anda tengah memburuk, sehingga tidak bisa melakukan penarikan.

Namun ada sisi lain dari asuransi pendidikan yang menguntungkan bagi nasabahnya, yakni adanya asuransi jiwa di dalamnya. Sehingga ketika pemegang polis tiba-tiba meninggal dan tidak bisa melanjutkan pembayaran, maka ada uang pertanggungan yang bakal didapat ahli waris. Selain uang pertanggungan ahli waris juga akan mendapatkan bagi hasil investasi dari setoran premi yang selama ini dibayar oleh pemegang polis.

Di Indonesia ada dua jenis asuransi yang sering ditawarkan yani dwiguna dan unit-link. Berikut penjelasannya:

Dwiguna

Asuransi pendidikan ini adalah pilihan proteksi yang jadi favorit masyarakat Indonesia sejak dulu. Merupakan asuransi yang menyertakan tabungan di dalamnya. Asuransi akan menjamin biaya pendidikan anak bila nantinya orangtua sebagai pemegang polis tidak dapat lagi mencari nafkah karena meninggal dunia, atau cacat total.

Keunggulan lain dari asuransi ini adalah dapat dicairkan dalam periode atau jangka waktu tertentu, sesuai kesepakatan. Besaran jumlah yang akan diterima akan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati sejak awal. Melihat dari skemanya jenis asuransi dwiguna ini mirip dengan tabungan berjangka.

Unit-link

Jamak ditemui pada produk asuransi jiwa, ternyata jenis unit link juga ada dalam asuransi pendidikan. Ini adalah jenis asuransi yang menggabungkan layanan asuransi dengan investasi. Artinya premi yang pemegang polis bayar tiap bulan tidak hanya untuk membayar biaya pendidikan anak dimasa depan, melainkan juga diputar untuk produk investasi seperti reksa dana.

Biasanya keuntungan dari investasi ini akan diberikan, bersamaan dengan tahapan anak masuk sekolah, misalnya saat akan masuk SD, SMP, atau SMA. Artinya dalam sekali bayar premi Anda mendapatkan dua manfaat yakni asuransi dan investasi. Namun karena investasi tidak selalu menguntungkan jangan berharap ya mendapatkan dana besar.

Tips Memilih Perusahaan Asuransi Pendidikan

Setiap perusahaan asuransi jiwa biasanya juga menyediakan produk asuransi pendidikan. Beda perusahaan beda pula manfaat dan fasilitas yang ditawarkan. Nah karena produk asuransi pendidikan ini sangat beresiko, Anda harus lebih selektif ketika menyeleksi perusahaan asuransi yang menawarkan produk ini.

Begini kiat-kiatnya:

Lihat Track Record-nya

Sebelum memilih asuransi pendidikan sebaiknya Anda baca dulu penjelasan lengkap mengenai asuransi pendidikan yang perusahaan tawarkan. Lihat baik-baik produknya apakah kira-kira menguntungkan atau tidak. Kemudian jangan lupa untuk melihat track record mereka, apakah menjadi perusahaan asuransi yang sehat atau cukup bermasalah.

Pastikan perusahaan tersebut sudah terdaftar dan mendapat verifikasi dari Otoritas Jasa Keuangan. Setelah itu lihat bagaimana review para nasabahnya. Mudah untuk menemukannya, karena biasanya di beberapa forum diskusi banyak yang membicarakan soal asuransi pendidikan ini.

Ingat ya, perusahaan baru tidak selalu buruk dalam melayani. Bisa jadi mereka justru menawarkan sesuatu yang segar dan lebih menguntungkan. Sebaliknya, perusahaan yang sudah lama berdiri belum tentu tanpa cela. Terbukti banyak perusahaan asuransi kesulitan mencairkan klaim nasabahnya karena buruknya pengelolaan keuangan mereka.

Perhatikan Agen Asuransinya

Menjadi agen asuransi itu tidak sembarangan, mereka yang sudah jago dan terbukti berkinerja bagus pasti memiliki lisensi yang dicetak oleh AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia). Nah bila Anda tidak bisa menentukan sendiri bagaimana memilih asuransi pendidikan yang tepat maka meminta bantuan kepada agen adalah keputusan tepat.

Namun pastikan ya agen tersebut sudah mengantongi kartu AAUI untuk produk asuransi regular dan AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia) untuk produk asuransi Syariah. Agen dengan kepemilikan kartu ini adalah para profesional yang akan membantu Anda menemukan produk yang sesuai budget dan keinginan.

Jika ada agen yang menawari Anda produk asuransi, tanpa menunjukkan kartu lisensinya Anda boleh mengabaikannya. Karena bisa jadi ia tidak bisa membantu Anda menemukan produk yang tepat karena kurangnya pengetahuan mengenai investasi bidang keuangan.

Perhatian Jumlah Premi 

Seringkali para orang tua di Indonesia kaget melihat nilai premi dari asuransi pendidikan yang rata-rata tinggi. Baik kaum menengah biaya asuransi pendidikan ini sangat memberatkan karena menyita hampir 10% keuangan mereka. Namun jika mau mencari lebih detail, sebenarnya banyak juga perusahaan asuransi yang menawarkan proteksi sama dengan jumlah premi lebih rendah dan periode lebih singkat.

(Baca Juga: Intip 3 Daftar HP Termahal yang Rilis di Tahun 2020. Apa Sajakah Itu?)

Namun perlu dipahami juga jika preminya lebih rendah, maka klaimnya juga rendah. Meski begitu lebih baik Anda memberikan proteksi pendidikan anak sekecil apapun, dibanding tidak sama sekali. Toh jika nanti waktu pencairan tiba dan ternyata dana klaimnya tidak mencukupi biaya pendidikan Anda hanya perlu menutup sisanya saja. Biaya pendidikan pun jadi lebih ringan.

Perhatikan Periode Pembayarannya

Sama dengan asuransi jiwa yang mematok term Panjang, asuransi pendidikan juga biasanya memberikan periode minimal 10 tahun. Nah yang perlu Anda lakukan adalah menghitung usia anak hingga nanti masuk perguruan tinggi. Ada jeda bertapa tahun itulah angka pembayaran premi yang harus dipilih. Jika Anak Anda lebih dari satu atau tergolong banyak dan ingin semuanya diproteksi dengan asuransi pendidikan. Maka Anda perlu memahami skema pembiayaan yang tepat. Karena tidak semua anak bisa mendapat jangka premi yang sama, kecuali Anda memiliki dana melimpah.

Tidak Buru-Buru

Karena asuransi pendidikan adalah produk investasi jangan Panjang. Sebaiknya jangan terburu-buru sebelum mengambil keputusan. Bandingkan lebih dari tiga perusahaan asuransi. Pilih mana yang menurut Anda paling sehat dan memberikan fasilitas yang sesuai kebutuhan. Jangan tergoda rayuan agen akan produk asuransi pendidikan tertentu karena Andalah yang paling tahu kebutuhan untuk masa depan anak-anak.

Manfaat Asuransi Pendidikan

Berbicara penjelasan lengkap mengenai asuransi pendidikan tak cukup hanya dengan mengetahui bagaimana memilih perusahaan asuransi pendidikan yang tepat, melainkan juga menilik manfaat utama dari asuransi pendidikan itu sendiri. Selain mengcover biaya pendidikan anak, apa manfaat lain dari asuransi pendidikan?

1. Menjamin Biaya Pendidikan Anak di Masa Depan

Tujuan utama adanya asuransi pendidikan adalah menjamin biaya biaya pendidikan ahli waris pemegang polis aman, setidaknya sampai jenjang perguruan tinggi. Asuransi pendidikan membantu Anda yang sulit menabung, untuk belajar menyisihkan pendapatan agar tak kelimpungan ketika anak sudah memasuki masa sekolah, sehingga kondisi keuangan tidak terkena imbas banyak ketika anak harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

2. Sebagai Asuransi Jiwa

Selain menjamin biaya pendidikan anak dimasa depan, keberadaan asuransi pendidikan juga sekaligus bisa menjadi asuransi jiwa bagi pemegang polisnya. Ketika pemegang polis meninggal, maka ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan dan juga biaya pendidikan yang sesuai perjanjian awal.

3. Sebagai Investasi Masa Depan

Karena sebagian dana dari premi yang Anda bayarkan setiap bulan dikelola dalam berbagai bentuk investasi, maka ada keuntungan tambahan yang akan didapat pemegang polisi ketika masa asuransi berakhir. Dana yang dikelola bisa berkembang ketika premi memasuki tahun ke-5. Namun besarannya tidak dapat kita taksir karena investasinya termasuk beresiko. Bisa untuk besar bisa juga rugi besar.

Berbagai Resiko dari Asuransi Pendidikan

Membicarakan penjelasan lengkap mengenai asuransi pendidikan juga tak bisa kita pisahkan dari pembahasan mengenai resiko apa yang dihadirkan dari asuransi pendidikan. Karena setiap jenis asuransi terutama yang bersifat unit-link menghadirkan resiko tidak kecil. Inilah beberapa resiko yang kemungkinan muncul dari kesalahan Anda memilih produk investasi:

Banyak Potongan Biaya

Ternyata pada lima tahun pertama pembayaran premi ada banyak potongan biaya administrasi yang diberlakukan. Nilai potongan ini sering dikeluhkan karena jumlahnya tidak kecil dan seringnya mengambil sebagian besar hasil investasi. Karena itulah hasil investasi dari asuransi pendidikan unit-link seringnya tidak bisa ditarik jika jumlah premi masih dibawah 5 tahun.

Pembayaran Premi Lebih Lama

Ini biasa terjadi pada jenis asuransi unit-link, yakni yang memutar uang premi untuk investasi beresiko tinggi. Sehingga ketika keuntungan turun maka tidak ada pencairan yang bisa dilakukan, pemegang polis juga harus terus melakukan pembayaran untuk memutar kembali roda investasi. Sayangnya banyak agen yang menjanjikan masa pembayaran bisa lebih singkat, tanpa memberitahukan risiko ini.

Uang Pertanggungan Kecil

Tidak sedikit pemegang polis yang mengeluhkan uang pertanggungan yang diterima, pasalnya jumlahnya jika dihitung justru lebih kecil dari jumlah premi yang selama ini dibayar. Mengapa bisa terjadi? Karena selama ini dana dipecah untuk investasi juga, jadi uang proteksi asuransi jiwa jadi sangat minim atau tidak cukup untuk menutup biaya pendidikan anak.

Salah Memilih Instrumen Investasi

Kesalahan yang membuat nasabah rugi tidak hanya datang dari nasabah itu sendiri, melainkan juga dari pihak agen. Agen asuransi yang tidak memahami betul soal instrumen investasi cenderung memilih produk investasi kurang tepat yang membuat realisasi hasil investasi jauh di bawah ilustrasi awal Pada asuransi pendidikan.

Seringkali agen mengejar jenis investasi yang mempunyai return yang tinggi, tanpa memberi tahu atau mempertimbangkan bahwa investasi yang menawarkan keuntungan tinggi juga beresiko tinggi. Akhirnya agen dan perusahaan asuransi gagal mencapai target dana pendidikan bahkan cenderung merugikan nasabah.

 

Tentang kami

CekAja

CekAja