Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Penyakit Asma Serang Wali Kota Surabaya Risma, Kenali Gejalanya!

by Tisyrin N. T on 27 Juni, 2019

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kabarnya harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, Surabaya.  Wanita ini rupanya menderita asma dan maag sejak muda. Pahami lebih jauh tentang penyakit asma yuk!

penyakit asma

Kalau melihat Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, jumlah pasien asma di Indonesia tercatat 4,5 persen dari total jumlah penduduk. Dari seluruh wilayah di Indonesia, Provinsi Sulawesi Tengah ada di peringkat pertama penderita asma terbanyak, jumlahnya mencapai 7,8 persen dari total penduduk.

Sementara berdasarkan data World Health Organization (WHO) yang keluar pada Mei 2014, angka kematian karena asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk.

Apa Itu Asma?

Kamu pasti sering dengar nama penyakit yang satu ini. Namun, sudahkah kamu memahami dengan baik tentang asma? Asma merupakan penyakit pada saluran pernapasan yaitu karena adanya peradangan dan penyempitan saluran napas. Penyakit ini tergolong jangka panjang atau kronis dan penderitanya kerap mengalami sesak napas.

Karena adanya peradangan, saluran pernapasan menjadi bengkak dan sangat sensitif. Mengingat saluran pernapasan menyempit, maka udara yang mengalir ke paru-paru kurang. Selain itu, terdapat lebih banyak lendir di saluran pernapasan sehingga semakin membuatnya sempit.

(Baca juga: Penyakit yang Rentan Serang Lelaki, Apa Saja? Cek Yuk!)
Penyebab Asma

Penyakit asma penyebabnya belum diketahui. Namun, peneliti meyakini bahwa interaksi antara faktor genetik dan lingkungan bisa memicu asma, seperti:

  • Riwayat orangtua

Jadi, apabila orangtuamu punya riwayat asma, maka kamu punya kemungkinan lebih besar untuk terkena asma pula. Dan, kalau kamu pengidap asma, maka anakmu juga berisiko untuk menjadi pengidap asma pula. 

  • Kontak dengan alergen dan iritan pada usia dini

Apabila di usia dini sering kontak dengan alergen juga meningkatkan risiko terkena asma. Alergen merupakan zat yang menyebabkan alergi. Alergen yang sering memicu asma yaitu tungau debu (binatang kecil yang ada di kasur atau furnitur), serbuk sari pohon, hingga serpihan kulit binatang. Sementara iritan adalah sesuatu yang bisa mengiritasi saluran napas seperti asap rokok.

  • Infeksi virus ketika masa bayi atau usia dini saat sistem kekebalan tubuh berkembang

Selain itu, apabila saat sistem kekebalan tubuh berkembang yaitu ketika bayi atau masih usia dini terkena infeksi virus, maka seseorang lebih rentan terserang asma.

Gejala Asma

Asma menimbulkan gejala umum antara lain:

  • Batuk yang terbilang sering dan memburuk pada malam hari atau pagi hari
  • Mengi, yaitu suara serupa siulan dengan nada tinggi yang muncul saat bernapas
  • Sesak napas
  • Sesak di dada
  • Mudah merasa lelah

Ketika terjadi serangan, kondisi pernapasan akan memburuk sehingga saluran pernapasan penderitanya membengkak dan terisi lendir.

Cara Mengobati Asma

Asma dapat dikendalikan untuk mencegah terjadinya serangan. Namun, ketika terlanjur terjadi serangan asma, inhaler dapat membantu melebarkan jalan napas. Inhaler berupa obat semprot yang dihisap lewat mulut. Selain itu, terdapat pula asma nebuliser untuk mengatasi serangan asma. Alat tersebut untuk memberikan obat uap di Unit Gawat Darurat (UGD).

Penderita asma juga dapat menghindari pemicu asma. Setiap orang dapat berbeda-beda pemicunya. Misalnya berupa asap rokok, udara, kelelahan, dan sebagainya. Ada pula obat-obatan yang dapat dikonsumsi penderita asma.

Jangan anggap sepele asma. Karena, asma yang tak tertangani dengan baik bisa berujung pada komplikasi seperti pneumonia (radang paru-paru).

(Baca juga: Mengenal Kanker Darah, Penyakit yang Diidap Ani Yudhoyono)
Asma Tingkatkan Risiko Demensia

Sebuah penelitian yang termuat dalam Journal of Epidemiology and Community Health tahun 2015 memperlihatkan orang dewasa pengidap asma punya risiko lebih besar terkena demensia jika dibandingkan mereka yang tidak mengidap asma. Penelitian tersebut dilakukan oleh Department of Respiratory Therapy, China Medical University Hospital, Taiwan.

Demensia yaitu sekumpulan gejala penurunan fungsi otak, tanda-tandanya yaitu kesulitan mengingat dan berpikir. Penyebab penyakit ini belum jelas, tetapi pemicunya adalah rusaknya sel otak karena penuaan atau penyakit kronis seperti asma.

Pada penelitian tersebut diamati 13.000 penderita asma yang diagnosis antara tahun 2001-2003. Penelitian pun menemukan penderita asma punya risiko lebih tinggi terkena demensia. Penderita asma yang usianya dewasa punya risiko lebih tinggi terserang demensia jika dibandingkan mereka yang lebih muda.

Yuk, beri perlindungan terbaik untuk diri kamu dengan asuransi kesehatan terbaik. Cek pilihannya di CekAja!

 

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami