Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

PNS Lebih Gampang Ajukan Kredit Rumah, Ini Alasannya

by Ariesta on 22 November, 2016

Saat bocah, mungkin hanya sedikit anak yang memiliki cita-cita spesifik sebagai PNS. Namun setelah dewasa, pola pikir menjadi semakin realistis dan profesi PNS dianggap sebagai profesi yang aman serta menjamin masa tua. Terbukti, pada tahun 2014 lalu, pelamar CPNS mencapai 2,6 juta orang.

Meski demikian, PNS dari golongan guru seringkali menyoal kesejahteraan jika dibandingkan PNS lain. Jangankan untuk membeli rumah, mereka merasa pendapatan mereka pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, PNS diberi kemudahan untuk mengajukan kredit rumah seperti sebagai berikut.

Ada bantuan uang muka (DP) dari Kementrian

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyediakan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan memberikan uang muka (DP) Rp4 juta. Selain buruh yang masuk dalam kategori MBR, para pegawai negeri sipil (PNS) juga mendapatkan fasilitas ini.

Asyiknya, PNS yang bisa mendapatkan kemudahan ini hanya perlu memiliki masa kerja minimal satu tahun, bukan lima tahun. Bantuan ini berlaku bagi PNS yang belum memiliki rumah.

(Baca juga: Kalimat Sakti Ini Bakal Bikin Pasangan Bekerja Lebih Keras untuk Cari Uang)

Bunga KPR flat 5% sampai 20 tahun

PNS yang tergolong MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) juga bisa mendapatkan bunga KPR flat 5% sampai 20 tahun jika membeli rumah bersubsidi. Pemerintah mengaktegorikan MBR sebagai masyarakat berpehasilan maksimal Rp4 juta untuk dapat menyicil rumah tapak, dan penghasilan di bawah Rp7 juta untuk rumah susun. 

Ada bantuan uang muka (DP) dari Bapertarum

Bantuan Tabungan Perumahan atau BTP ini adalah inisiasi dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum). Dalam pelaksanaannya, Bapertarum bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk sebagai bank penyalur dana BTP. BTP ini masuk dalam alternatif pertama yang ditawarkan Bapertarum bersama dengan Bantuan Uang Muka (BUM) sebesar Rp 1,2 juta untuk Golongan I, Rp 1,5 juta untuk Golongan II, dan Rp 1,8 juta untuk Golongan III.

Sementara alternatif kedua adalah Bantuan Uang Muka (BUM) dengan besaran yang sama dengan alternatif pertama dan dikombinasikan Tambahan Bantuan Uang Muka (TBUM). Besaran TBUM adalah Rp 20 juta untuk seluruh golongan. TBUM adalah fasilitas pinjaman lunak yang harus dicicil selama 15 tahun dengan suku bunga rendah.

Ada fasilitas pinjaman DP rumah dari BPJS Ketenagakerjaan

Sebenarnya fasilitas satu ini juga bisa dinikmati oleh pegawai swasta. Asalkan sudah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan minimal satu tahun. Program yang bernama Pinjaman Uang Muka Perumahan atau PUMP ini memungkinkan para pekerja mendapatkan uang muka perumahan dengan tingkat bunga yang relatif kecil.

Dalam penyalurannya, penerima bantuan berhak mendapatkan sejumlah uang tertentu bergantung penghasilan per bulannya. Pekerja yang memiliki upah Rp5 juta mendapatkan pinjaman Rp 20 juta. Sementara pekerja dengan upah Rp 5 juta-Rp 10 juta mendapatkan Rp 35 juta. Pekerja dengan upah di atas Rp 10 juta, bisa memperoleh pinjaman sebanyak Rp 50 juta.

Adapun persyaratannya antara lain belum mempunyai rumah sendiri, aktif menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan minimal 1 tahun, dan memperoleh rekomendasi dari perusahaan. Suku bunga pinjaman adalah 3% flat dalam tenor pelunasan lima tahun. Adapun bantuan ini hanya bisa digunakan untuk membeli rumah maksimal tipe 36.

Bisa jaminkan sertifikat PNS

Meski belum punya kendaraan yang bisa digunakan untuk agunan saat meminjam ke bank, PNS rupanya bisa menjadikan sertifikat pengangkatan sebagai jaminan. Tentunya ini jadi keistimewaan dibandingkan dengan karyawan swasta.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) adalah salah satu bank yang mempunyai produk kredit bernama BRIGuna yang sering digunakan PNS untuk meminjam uang. Jaminannya adalah SK pengangkatan pertama dan SK terakhir. SK yang dijaminkan harus asli dengan jJangka waktu maksimal pelunasan selama 10 tahun.

Punya gaji tetap

Salah satu syarat mengajukan KPR adalah memiliki penghasilan tetap minimal Rp2,5 juta per bulan. Selain itu penghasilan PNS yang dihitung dari tunjangan rutin dan bonus lebih mudah dihitung angka pasti. Penghasilan stabil seperti ini memudahkan bank dalam menilai PNS sebagai nasabah layak kredit.

(Baca juga: Ini Harga Rumah yang Sesuai dengan Gaji Kamu) 

Banyak pengembang yang bangun rumah khusus untuk PNS

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) dan Persatuan Guru ‎Republik Indonesia (PGRI) bekerjasama membangun rumah murah untuk guru berstatus PNS di Palembang dan Lampung. Rumah tersebut dijual dengan harga sangat murah, sebesar Rp 75 juta sampai Rp 110 juta per unit.

Selain itu Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah sudah membangun 5.800 unit rumah di mana yang 3.800 unit adalah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan untuk PNS. Banyak juga pemerintah kota dan kabupaten yang bekerja sama dengan pengembang untuk membangun rumah khusus PNS. Hal ini sejalan dengan program pemerintahan Jokowi yakni Program Nasional Sejuta Rumah.

Wujudkan memiliki rumah impian dengan Kredit Pemilikan Rumah.

Tentang Penulis