Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

6 menit waktu bacaan

Rumah Bersubsidi Jadi Solusi KPR Tanpa DP

by lhmdi on 11 Agustus, 2017

tips beli rumah _ KPR - CekAja.com

Cara termudah mendapatkan rumah saat ini adalah dengan mengajukan KPR. Perhitungan untuk pembelian rumah pun beravariasi, mulai dari bunga, uang muka (DP) hingga tenor.

Namun, yang paling menarik adalah adalah wacana pengajuan KPR tanpa DP yang sempat heboh beberapa waktu yang lalu. Wacana ini sendiri akhirnya membuat banyak masyarakat yang tertarik mencari rumah dengan kredit rumah tanpa DP.

Namun, yang penting untuk disadari adalah belum ada bank atau pihak pengembang yang menjual rumah dengan sistem KPR tanpa DP. Meskipun bgitu, kamu pasti pernah menemukan ilan pnjualan rumah secra KPR dengan iming-iming DP 0 persen.

Akan tetapi sebenarnya hal tersebut ditanggung terlebih dahulu oleh pihak pengembang yang sudah bekerjasama dengan bank. Sistemnya pihak pengembang atau developer menaruh sejumlah uang di bank sebagai setoran awal, dan kemudian pihak bank menyepakati kerjasama ini.

Selanjutnya pihak pengembang akan memasang iklan tentang pembelian rumah dengan sistem kredit pemilikan rumah tanpa uang muka untuk menarik minat masyarakat.

Bagi calon pembeli rumah yang nantinya mengajkan KPR biasanya memang tidak akan memberikan uang muka terlebih dahulu, namun uang DP ini nantinya akan dibayarkan saat pembayaran angsuran rumah atau cicilan nanti. (Baca juga: Punya Cicilan Kredit Lain Tapi Ingin Ajukan KPR, Pelajari Dulu Simulasinya)

Sisanya, masih belum banyak pihak pengembang atau bank yang berani menawarkan pembelian rumah KPR tanpa DP. Jika ini terus terjadi, biasanya akan menimbulkan banyak risiko.

Risiko ini pun bisa terbagi baik untuk pengembang, bank hingga konsumen sendiri. Bahkan lebih buruknya lagi, jika tidak terkontrol, bisa merusak keseimbangan pereknomian sebuah negara.

Lalu, apa saja risiko-risiko yang akan terjadi jika pembelian rumah tanpa DP  tetap dipaksakan? Berikut gambarannya:

1. Jika tetap memilih kredit tanpa DP, calon pembeli akan mengalami pembayaran cicilan yang nilainya sangat besar. Bahkan bisa menjadi lebih besar jika KPR yang menggunakan Down Payment plus bunganya.

Jika ini terjadi, tentunya akan menjadi masalah besar bagi konsumen. Cicilan yang besar hanya akan tersita untuk KPR. Namun di satu sisi masih ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi.

Sebagai contoh, kamu ingin mengajukan kredit pembelian rumah yang harganya Rp 100.000.000. DP yang ditetapkan adalah 30% dari harga rumah. Artinya uang muka yang harus disetorkan adalah Rp 30.000.000. (Baca juga: Yuk! Cek Daftar Bunga dan Syarat KPR BTN di CekAja)

Maka sisa angsuran yang kamu bayarkan adalah senilai Rp 70.000.000. Jika bunga KPR adalah senilai lima persen maka akan ditambahkan dengan perhitungan dari 5% X Rp70.000.000 plus tenor (jangka waktu) adalah selama lima tahun.

Maka total cicilan yang harus kamu bayarkan adalah Rp73.500.000 selama masa KPR. Nah, pembayaran cicilannya tentu saja dilakukan setiap bulan. Artinya Rp73.500.000 dibagi dengan 180 bulan (15 tahun), maka total cicilan kamu adalah Rp408.334 per bulannya.

Jika menggunakan ilustrasi yang sama, namun pembelian KPR dilakukan tanpa menggunakan DP maka hasilnya pasti akan berbeda.

Simulasinya adalah 5 persen dikali dengan Rp100.000.000, maka hasilnya adalah Rp5.000.0000. Total angsuran yang dibayarkan adalah Rp105.000.000. Dengan asumsi tenor yang sama, maka calon pembeli rumah akan melakukan perhitungan Rp105.000.000 dibagi dengan 180 bulan untuk pembayaran cicilannya.

(Baca juga: Beda Simulasi KPR BTN Konvensional dan Syariah)

Hasilnya adalah Rp583.334 per bulan atau lebih tinggi daripada pembelian rumah KPR menggunakan DP. Meskipun selisih nilainya tidak terlalu besar,  namun tentunya kamu tetap harus mengeluarkan uang untuk memenuhi selain mmbayar angsuran kredit pemilikan rumah.

2. Sudah banyak saran dan solusi yang diinformsikan oleh pihak bank hingga Financial Planner bahwa total nilai cicilan tidak boleh lebih dari 35% total pendapatan.

Nah! Jumlah cicilan tentunya tidak hanya tentang rumah saja, namun kamu juga harus membayar nilai cicilan lain yang terkait dengan kebutuhan rumah tangga, asuransi pendidikan, kredit kendaraan bermotor dan lain-lainnya.

Bayangkan jika kamu tetap melanjutkan KPR tanpa DP, jumlah cicilan pastinya akan membengkak dan bisa-bisa lebih dari nilai 35%. Kejadian ini masih seringkali terjadi di masyarakat Indonesia.

Jika terus dibiarkan, biasanya salah satu dari jenis kredit biasanya akan dikorbankan. Cicilan KPR yang cukup tinggi biasanya tidak akan dilanjutkan dan terjadilah kredit macet.

Kredit macet berarti juga bahwa kamu tidak sanggup lagi membayar cicilan untuk rumah karena masih terdapat banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi.

Risikonya, beban utang bukannya justru akan berkurang, namun bertambah, karena kamu harus melunasi administrasi ketidakmampuan melanjutkan KPR plus cicilan lainnya.

Bahkan jika lebih buruk, menumpuknya pembayaran cicilan dapat mengakibatkan kamu menjadi stres.

3. Risiko berikutnya adalah kredit macet. Kredit macet ini tidak hanya akan terjadi pada konsumen atau masyarakat yang akan membeli rumah tanpa DP saja. Namun bisa berefek pada pihak bank.

Pihak bank biasanya harus mencari cara bagaimana uang yang sudah diberikan kepada konsumen untuk membeli rumah dan menggantinya lagi untuk dimasukkan ke dalam kas untuk menjaga kestabilan dan perputaran uang.

Jika ini tidak bisa dirancang dengan baik, bank akan mengalami kesulitan, dan efek panjangnya adalah bisa menganggu kestabilan ekonomi.

Perumahan Murah dan KPR Bersubsidi Jadi Solusi

cara ajukan KPR _ KPR - CekAja.com

Jika kamu merasa DP masih menjadi penghalang dalam memiliki rumah, sebenarnya masih terdapat solusi lain, yaitu perumahan murah KPR bersubisdi. Perumahan murah atau KPR bersubsidi ini biasanya dimulai dari inisiatif pemerintah yang bekerjasama dengan bank dan pengembang tertentu.

Dalam kurun waktu empat bulan terakhir saja berbagai program pemerintah untuk menghadirkan rumah murah dan rumah bersubsidi semakin bertambah. Lalu, kamu pasti akan bertanya, tanya berapa Down Payment atau uang muka untuk rumah murah atau KPR bersubsidi ini?

Nilainya pun bervariasi. Untuk rumah murah terdapat DP atau uang muka yang hanya 1%. Sementara itu untuk rumah bersubsidi, nilai DP-nya adalah 5%. Nilai uang muak yang sangat ringan ini tentunya berbanding terbalik dengan nilai uang mukanya yang sekarang banyak diberlakukan oleh pengembang atau bank yang nilainya berkisar di angka 15% hingga 20%.

Solusi ini tentunya bisa menjadi alternatif bagi kamu yang masih mencari KPR tanpa DP.

Tips Melunasi KPR dengan bijak

biaya rumah bekas_KPR - CekAja.com

Ada atau tidak adanya Down Payment atau uang muka dalam persyaratan KPR, mengelola keuangan sendiri untuk membayar cicilan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Beberapa tips berikut ini akan membantu kamu mengelola keuangan saat proses KPR sedang berjalan:

1.. Siapkan rekening khusus untuk membedakan antara uang yang digunakan untuk pembayaran cicilan dan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.

Jika bisa siapkan hingga tiga rekening, saut untuk pembayaran cicilan KPR, untuk tabungan dan terakhir untuk dana darurat.

2. Begitu kamu menerika gaji, langsung saja poskan uangnya ke rekening tadi. Kemudian lanjutkan untuk melakukan pembayaran angsuran. Jangan pernah menunda-nunda.

Karena jika kamu punya kebiasaan seperti maka beban angsuran akan semakin bertambah besar. Sebagai contoh, kamu akan dibebani denda keterlambatan jika telat membayar cicilan apa pun, termasuk KPR hingga kartu  kredit.

Jika terus begini, uang yang kamu sisihkan tadi hanya akan habis untuk membayar denda cicilan.

 

Tentang Penulis

Penulis yang hobi traveling ke daerah pelosok yang belum terjamah.