Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Strategi Menabung Emas: Cara, Keuntungan, dan Tempat

by Kartika Ratnasari on 10 Oktober, 2017

investasi emas _ investasi - CekAja.com

Bersanding dengan deposito dan properti, menabung emas kini jadi alternatif favorit masyarakat Indonesia untuk investasi dan mengelola kekayaan. Bagaimana strateginya?

Salah satu produk investasi yang sudah dikenal dari zaman dahulu hingga sekarang adalah emas. Selain mudah untuk dijual kembali, emas masih dinilai ampuh untuk melawan laju inflasi. Bahkan investasi emas juga bisa dimulai dengan modal yang kecil. Ditambah lagi, jenis emas yang variatif membuat kita bisa menyesuaikan bujet investasi.

Walau begitu, bagi sebagian orang investasi logam mulia jenis ini masih belum dipahami. Ditambah lagi, harga yang cenderung terus naik, khususnya pada emas batangan, memberikan tantangan tersendiri bagi daya beli masyarakat untuk membelinya secara tunai. Banyak yang ingin memilikinya tapi terkendala dana.

Di sinilah kenapa menabung emas jadi solusi. Sebab dengan cara ini kita dapat memiliki emas dengan cara mencicil dan mengangsur uang seperti menabung.

Bagaimana cara menabung emas?

Jika menabung identik dengan menyimpan uang, kini emas juga bisa disimpan dalam bentuk tabungan. Meski namanya tabungan, bukan berarti kita rutin menyetor emas. Kita justru menabung untuk bisa membeli emas. Singkatnya, bila dibilang kita membelinya dengan cara mencicil. Berikut adalah langkah untuk menabung emas:

1. Datangi penyedia layanan

Cara kerja tabungan emas terbilang cukup mudah. Kita hanya perlu mendatangi kantor bank atau lembaga keuangan terdekat untuk memilih logam mulia yang diinginkan.

2. Setor uang seperti menabung

Setorkan sejumlah uang ke bank atau lembaga keuangan yang menyediakan layanan tabungan emas.

Uang yang disetorkan kemudian akan dikonversikan menjadi harga emas yang ketika transaksi dilakukan pertama kali. Dari konversi tersebut, kemudian akan terlihat jumlah emas yang disimpan.

3. Bisa dicairkan sesuai harga pertama

Selama proses menabung, emas tetap dalam penguasaan pihak bank atau lembaga keuangan hingga mencapai berat tertentu. Ketika kita ingin mencairkan tabungan emas, maka harganya akan disesuaikan dengan pertama kali kita mulai menabung.

4. Apa keuntungan menabung emas?

Dibanding investasi lainnya, bisa dibilang investasi emas adalah pilihan yang tepat, terutama untuk pemula yang mencari investasi minim risiko. Selain itu, masih banyak keuntungan menabung emas lainnya seperti ini.

5. Tidak perlu modal besar

Walaupun kondisi keuangan pas-pasan, tidak ada alasan untuk tidak menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi. Sebab menabung emas bisa dimulai dari yang paling kecil yaitu sebesar 0.01 gram, dengan harga mulai dari Rp5.000.

6. Tidak terpengaruh inflasi

Emas menjadi instrumen investasi yang tingkat risikonya rendah karena harganya cenderung naik. Meskipun terjadi penurunan, nilainya tidak begitu signifikan. Bahkan sejak 2001 harga emas naik di kisaran 20% – 37% dan tidak terpengaruh oleh inflasi.

7. Lebih mudah dicairkan

Pemegang emas akan lebih fleksibel untuk mencairkan emas ke dalam bentuk uang tunai. Berbeda dengan jenis investasi lainnya yang cenderung sulit dicairkan. Kita bisa mencairkan emas sejumlah yang dibutuhkan ketika memiliki kebutuhan mendesak.

8. Tersimpan dengan aman

Walaupun selama menabung emas kita tak memegang wujud emas tersebut secara langsung, namun emas tersebut aman dengan jaminan dari pihak pembiayaan. Bisa dikatakan lebih aman dibandingkan hanya disimpan di rumah.

9. Di mana tempat menabung emas?

Sudah mulai tertarik dengan keuntungan-keuntungan dari menabung emas di atas? Saatnya mencari lembaga terbaik untuk memulai investasinya. Beberapa di antaranya adalah milik pemerintah, berikut adalah tempat yang dapat dipilih:

A. Tabungan emas Pegadaian

Selain melayani jasa penggadaian barang, Pegadaian juga menjual emas secara tunai dan kredit. Seluruh emas yang dijual di Pegadaian berasal dari Antam. Salah satu program yang diusung Pegadaian adalah tabungan emas.

Program ini menyasar kelas menengah ke bawah yang ingin mencoba berinvestasi. Cara kerjanya juga mudah dan bisa diikuti siapa saja, mulai dari usia 21 tahun hingga 55 tahun.

Jika ingin memulainya, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuka rekening di Pegadaian. Terdapat biaya administrasi sebesar Rp30 ribu dan biaya titip emas sebesar Rp30 ribu per tahun.

Setoran minimal setara harga 0.01 gram sesuai kurs harian emas Pegadaian yang diperbaharui setiap hari melalui situs resmi mereka. Di Pegadaian, kita dibebaskan untuk menabung secara harian, mingguan, atau bulanan. Ketika saldo sudah mencapai nominal 1 gram emas, kita bisa mengambil tabungan yang dimiliki.

B. Menabung emas di bank syariah

Alternatif tempat yang memiliki layanan menabung emas lainnya adalah bank syariah. Sama seperti layanan poduk lain pada bank syariah, terdapat akad perjanjian yang mengikat. Jangan khawatir, sebab sistem cicilannya juga sudah mengikuti sistem bagi hasil.

Sama seperti menabung emas di Pegadaian, seseorang yang berusia 21 tahun hingga 55 tahun bisa menikmati layanan menabung emas di bank syariah. Cara kerjanya juga hampir sama. Ketika memulai, kita pun diwajibkan untuk membayar uang muka atau DP. Kemudian menetapkan jumlah angsuran dan jangka waktu cicilan yang diinginkan.

Selama menabung, kita akan mendapatkan surat bukti kepemilikan emas dengan entuk emas fisik yang dismpan oleh partner dari bank yang kita pilih.  Setelah cicilan emas lunas, maka kita bisa mengambil emas milik kita secara utuh. Bank yang bisa menjadi pilihan seperti Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, atau Bank Muamalat.

C. Menabung emas di Antam

Perusahaan pemerintah lain yang menawarkan layanan tabungan emas adalah PT Aneka Tambang (Persero) atau yang lebih dikenal dengan Antam. Layanan ini diberi nama Brankas (Berencana Aman Kelola Emas). Nominal pembelian emas dimulai dari 1 gram, 2 gram hingga 1000 gram.

Produk Brankas sendiri dikelompokan menjadi tiga kelompok yaitu Brankas Individu untuk pelanggan personal, ‎Brankas Corporate untuk korporasi yang ingin membuka akses investasi untuk karyawannya, dan Brankas Berzakat untuk pelanggan yang ingin menunaikan zakat. Setiap jenis kelompok memiliki ketentuan berbeda.

Bagi kita yang ingin menabung emas secara perorangan, dapat memilih juga jenis Brankas Individu Gold. Untuk produk ini pelanggan akan dikenai biaya Rp300 ribu per tahun. Jaminan emas yang bisa dilindungi maksimal 500 gram dengan masa titip 3 bulan. Selain itu, pelanggan diwajibkan memiliki saldo minimal 1 gram. Syarat membuka Brankas cukup mudah, karena hanya memerlukan KTP dan NPWP.

D. Bukalapak

Jika selama ini dikenal sebagai tempat untuk memperjualbelikan barang seperti pakaian dan makanan, salah satu situs belanja online di Indonesia, Bukalapak, juga ikut meluncurkan layanan investasi emas dengan fitur BukaEmas.

Bagi para pengguna Bukalapak yang ingin memiliki logam mulia atau emas dapat membelinya dengan berat mulai dari 0,005 gram atau mulai dari harga Rp3.000, dengan kelipatan 0,001.

Jika saldo emas pengguna sudah mencapai 0,5 gram, maka pengguna dapat mencairkan saldo emas miliknya. Pengguna juga dapat menjual kembali emas yang telah dibeli di BukaEmas kapan saja.

Selanjutnya, emas akan diantar langsung ke alamat pembeli dan pengirimannya terasuransi atau barang akan diganti 100% jika ada kesalahan dari pihak logistik dalam proses pengiriman. Seluruh emas yang diperjualbelikan merupakan produk resmi dari PT Aneka Tambang (ANTAM) dan terakreditasi LBMA (London Bullion Market Association). Jadi tak perlu khawatir akan keamanan dan keaslian dari BukaEmas.

Tertarik untuk mulai membuka tabungan emas? Datangi saja tempat-tempat yang telah disebutkan.

Tentang Penulis