9 Strategi Mengelola Keuangan Bisnis Untuk Pemula yang Wajib Dilakukan

6 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Mengetahui dan melakukan strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula sangat penting, sebagai upaya meraih target yang telah direncanakan. Namun selain itu, strategi mengelola keuangan bisnis juga dapat membantu meraih kesuksesan bisnis yang cemerlang.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Tentu saja salah satu alasannya, yaitu karena strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula akan membantumu membuat perincian target, kebutuhan dan keuangan bisnis.

Sehingga, nantinya bisnis memiliki target dan arus kas yang lebih jelas, serta perkembangan yang signifikan. Lantas, apa saja strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula yang harus dilakukan?

Pada kesempatan kali ini, CekAja.com akan mengulas beberapa strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Strategi Mengelola Keuangan Bisnis untuk Pemula

Jika berbicara tentang strategi, sebenarnya strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula yang harus dilakukan sangat banyak.

Namun, kali ini CekAja.com telah merangkum sembilan di antaranya yang penting untuk dilakukan.

Adapun sembilan strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula tersebut, di antaranya yaitu:

1. Memisahkan uang pribadi dengan uang bisnis

Strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula yang pertama, yaitu memisahkan uang pribadi dengan uang bisnis.

Hal satu ini penting untuk dilakukan, karena hingga saat ini masih banyak ditemukan kasus para pebisnis yang masih mencampurkan keuangan pribadi, keluarga dan bisnis.

Tidak hanya itu, sebagian dari para pebisnis pun diketahui menggunakan keuangan bisnis untuk memenuhi kebutuhan pribadinya dengan jumlah yang tidak diketahui secara pasti.

Hal itu tentu saja membuat modal yang dimiliki semakin berkurang. Bahkan, keuntungan atau laba pun seringkali tidak terlihat.

Jika hal ini terus terjadi, maka bisnis yang dijalankan kemungkinan besar akan oleh dan bangkrut.

Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya hal-hal semacam itu, para pebisnis harus mulai memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

Karena perlu diketahui, salah satu faktor penyebab terjadinya kegagalan usaha yang paling dominan adalah mencampurkan uang pribadi dan uang bisnis, yang membuatnya sulit untuk melihat perkembangan bisnis yang dijalani.

(Baca Juga: Cara Sukses Bisnis Kuliner Online)

2. Memisahkan bagian akunting dan kasir

Memisahkan bagian akunting dan kasir pun, menjadi bagian dari strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula.

Strategi yang satu ini tak kalah penting dari sebelumnya, karena pemisahan bagian akunting dan kasir berguna untuk meminimalisir risiko terjadinya kecurangan (fraud).

Dalam hal ini, kasir bisa difungsikan sebagai pihak yang menerima uang hasil penjualan produk saja, baik itu barang atau jasa.

Namun untuk bagian akunting sendiri, sebaiknya tidak dipegang oleh kasir juga, tetapi dipegang oleh orang lain yang mengerti akunting.

Pasalnya, jika kasir dan akunting dipegang oleh satu orang yang sama, maka risiko terjadinya kecurangan akan lebih besar.

Hal itu dikarenakan, kasir bisa saja memanipulasi laporan keuangan yang ada. Maka dari itu, untuk mencegah hal tersebut, pemisahan bagian kasir dan akunting penting dilakukan.

3. Membuat perencanaan general

Sebagai bagian dari strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula, membuat perencanaan general penting dilakukan.

Kamu bisa membuat perencanaan general, yang berisi program apa saja yang harus dilakukan untuk satu periode panjang.

Kemudian semua program tersebut dibagi menjadi beberapa periode pendek, seperti untuk mingguan, bulanan bahkan triwulan.

Selain itu, kamu juga perlu melakukan perhitungan secara matang dan terperinci dari program-program yang sudah dibuat tersebut, seperti menghitung jumlah dana yang dibutuhkan, peralatan hingga penentuan waktu untuk menjalankan program tersebut.

4. Membuat perencanaan pendapatan

Di urutan keempat ada membuat perencanaan pendapatan. Strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula ini dilakukan, untuk memperkirakan seberapa besar dana yang dibutuhkan, dalam memenuhi kebutuhan modal setiap program yang direncanakan sebelumnya.

Mungkin ini terkesan ribet dan membingungkan, namun kamu jangan khawatir. Sebab, langkah pertama yang sudah pasti harus kamu lakukan adalah memikirkan bagaimana rencana bisnismu nantinya dapat menghasilkan.

Dengan kata lain, langkah pertama yang harus kamu lakukan yaitu dengan menentukan produk apa yang akan dijual, kemudian berapa target penjualannya, strategi apa yang akan digunakan nantinya untuk mencapai target yang ditentukan dan lain sebagainya.

5. Membuat target finansial

Selain membuat dan memikirkan target penjualan, kamu juga harus membuat target finansial.

Strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula yang satu ini tidak mengenal kata terlambat, karena bisa dilakukan kapan saja, meskipun bisnis tersebut sudah berjalan lama.

Target finansial sendiri, berguna untuk mengetahui apakah semua yang direncanakan berhasil dicapai atau tidak.

Dengan begitu, kamu selaku pebisnis dapat melihat dan menilai, seberapa besar bisnismu berkembang.

Jika kamu bingung atau belum mengerti cara membuat target finansial, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menentukan berapa besar pendapatan, serta buyer yang ingin didapatkan selama satu tahun terakhir

Setelah hal itu tersusun dengan baik, selanjutnya kamu bisa langsung membuat target-target yang ingin dicapai lebih spesifik, dalam bentuk skema sederhana.

Jika sudah, nantinya kamu bisa melihat strategi apa yang sekiranya paling sesuai dan efektif untuk dilakukan, serta minim pengeluaran.

Bagaimana, kini sudah ada sedikit bayangan terkait target finansial, bukan?

6. Membuat laporan keuangan

Strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula yang keenam sepertinya sudah tidak asing ditelinga.

Sebab, membuat laporan keuangan merupakan aktivitas yang wajib dilakukan, oleh setiap pebisnis.

Karena apabila suatu bisnis tidak memiliki laporan keuangan, maka kemungkinan sukses dan besarnya bisnis tersebut sangat kecil.

Pasalnya, pembukuan laporan keuangan tidak hanya dapat membantumu mengetahui arus keluar masuknya kas saja, tetapi juga membantu menentukan strategi yang cocok untuk mengembangkan bisnis.

7. Melakukan pengawasan arus kas keuangan bisnis

Setelah membuat laporan keuangan, selanjutnya kamu juga harus melakukan pengawasan terhadap arus kas keuangan bisnis.

Sebab, strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula yang satu ini, berguna untuk mengetahui secara rinci keluar masuknya uang bisnis.

Namun sayangnya, pengawasan arus kas keuangan bisnis sulit dilakukan, karena memerlukan tingkat ketelitian yang cukup tinggi.

Beberapa pebisnis pun, bahkan menggunakan jasa administrator untuk mengawasi arus kas bisnis.

Tetapi jika kamu pebisnis pemula dan tidak memiliki anggaran untuk menggunakan jasa administrator, kamu bisa coba melakukannya sendiri menggunakan software akuntansi.

8. Persiapkan dana darurat

Di urutan kedelapan ada persiapkan dana darurat. Ini menjadi bagian dari strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula, karena dana darurat berguna untuk memenuhi beberapa hal yang terjadi di luar prediksi.

Seperti misalnya ketika terjadi kerugian yang besar, maka kamu dapat mengatasinya dengan dana darurat tersebut, agar bisnis tidak langsung kolaps atau bangkrut.

Dengan demikian, maka dana darurat memiliki fungsi dalam menutupi segala kemungkinan buruk yang dapat terjadi, serta menjaga bisnis agar tetap dalam keadaan stabil di kondisi apapun.

9. Kembangkan usaha dengan keuntungan

Strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula yang terakhir, yaitu mengembangkan usaha dengan keuntungan.

Seperti yang diketahui, keuntungan merupakan bentuk pendapatan yang menjadi bukti suatu bisnis telah meraih keberhasilan.

Keuntungan tersebut pun bisa kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Namun, akan lebih baik apabila sebagian dari keuntungan juga digunakan kembali untuk modal usaha, atau memenuhi kebutuhan operasional bisnis lainnya.

Dengan begitu, uang yang didapat dari keuntungan bisnis pun menjadi lebih bermanfaat, karena digunakan untuk mengembangkan bisnis.

(Baca Juga: Peluang Bisnis Produk Herbal)

Itulah beberapa strategi mengelola keuangan bisnis untuk pemula yang bisa kamu lakukan. Semua strategi tersebut, akan membantumu meraih dan mewujudkan semua impian dan target bisnis yang sudah direncanakan.

Namun selain mengetahui dan menyusun strategi bisnis, kamu juga harus memikirkan dana yang akan digunakan sebagai modal membangun usaha, atau mengembangkan yang sudah ada.

Kamu bisa menggunakan dana pribadi yang sudah dimiliki, atau menggunakan sebagian keuntungan bisnis.

Tetapi apabila dana pribadi atau keuntungan bisnis yang dimiliki tidak mencukupi, jangan khawatir. Sebab, kamu bisa mengajukan pinjaman dana tunai untuk mencukupi biaya yang dibutuhkan.

Kamu bisa mengajukannya secara online melalui CekAja.com. Karena di sana, kamu bisa mengajukan pinjaman dana tunai atau KTA dengan nominal yang sesuai dengan kebutuhan.

Apalagi, proses pengajuan pinjamannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, kalau begitu tunggu apalagi? Yuk, ajukan pinjaman dana tunai sekarang juga dan raih kesuksesan bisnis yang cemerlang!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani