Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Suami Kerja di Luar Negeri, Ini Cara Atur Uang yang Bijak

by Ariesta on 24 Mei, 2017

tips atur uang untuk istri_kartu kredit - CekAja.com

Memiliki suami bergaji tinggi pasti menjadi harapan para istri. Apalagi di tengah kebutuhan hidup yang makin mencekik.

Seperti yang kita ketahui, harga-harga makin mencekik, biaya sekolah anak makin mahal, dan biaya kesehatan juga tidak murah. Bekerja di luar negeri menjadi impian kerena biasanya gaji yang diberikan lebih tinggi.

Selain digaji dengan mata uang asing, tunjangan dan fasilitas yang diberikan juga terkadang lebih menggiurkan. Namun di balik semua kelebihan tersebut, para suami yang meninggalkan anak dan istrinya di tanah air demi bekerja di luar negeri harus rela berjauhan dari keluarga.

Ada yang pulang setiap tiga bulan sekali, ada yang pulang setiap enam bulan, atau hanya setahun sekali. Karena harus berjauhan dari keluarga inilah, ada suami hanya hanya menargetkan beberapa tahun saja kerja di luar negeri. Jika modal sudah terkumpul, mereka akan membuka usaha atau membangun kontrakan dan pensiun dini.

Agar impian pensiun dini tercapai, suami harus bijak mengelola keuangan di luar negeri. Begitu pula dengan istri yang dikirimi uang setiap  bulan.

Untuk para suami

Sisihkan gaji dan bonus

Jika tinggal satu atap, pengeluaran suami dan istri dan istri bisa dihitung sebagai pengeluaran bersama. Namun karena suami dan istri tinggal di negara berbeda, suami juga harus berperan mengatur keuangan. Gunakan sebagian gaji dan bonus  untuk diinvestasikan atau ditabung sebagai dana darurat.

Hal darurat bisa terjadi kapan saja. Tidak lucu bukan kalau terjadi hal yang tidak diinginkan dan suami malah minta kiriman uang dari istri?

Kalau pulang, bawa sesuatu yang bisa dibisniskan

Misalnya suami bekerja di Abu Dhabi. Setiap pulang bisa membawa beberapa kaleng zaitun segar atau kurma yang bisa dijual ke orang terdekat. Kalau suami bekerja di Jepang, setiap pulang  bisa membeli snack-snack unik khas Jepang atau teh hijau.

Jika ingin setiap kepulangan produktif, suami bisa bergabung menjadi anggota Bistip. Bistip merupakan marketplace yang menghubungkan orang yang bepergian ke luar negeri dan pembeli. Cara kerjanya, pembeli menitip pada orang yang akan pulang ke Indonesia, lalu traveler yang dititipi akan memperoleh komisi.

Usahakan tinggal bersama teman sekantor atau asrama perusahaan

Ada perusahaan yang menyediakan tempat tinggal khusus untuk karyawan asing. Ada juga yang menyerah kan sepenuhnya tempat tinggal pada karyawan denganmemberikan tunjangan. Namun ada pula yang tida memberikan tunjangan.

Asrama perusahaan mungkin tidak sepnuhnya nyaman sehingga suami memilih sendiri tempat tinggal. Namun demi penghematan, usahakan untuk menyewa rumah bersama dengan teman sekantor.

Gunakan asuransi jiwa dan bekali keluarga dengan asuransi kesehatan

Industri seperti pertambangan, perminyankan, atau penerbangan biasanya membekali karyawannya dengan asuransi kecelakaan karena risiko pekerjaan yang tinggi. Ini saja lengkap.

Para suami wajib membekali diri dengan asuransi jiwa. Bekali juga keluarga di tanah air dengan asuransi kesehatan. Karena ketika keluarga sakit, mereka tetap mendapatkan perawatan terbaik.

Untuk para istri

Bagi untuk belanja dan tabungan

Gaji suami yang tinggi bukan berarti membuat para istri jadi terlena. Ketika menerima kiriman, jangan semuanya dibelanjakan. Bagi menjadi uang belanja, tabungan pendidikan anak, dana darurat, dan tabungan pensiun suami istri. Meski bekerja di luar negeri, suami akan mendapat santunan pensiun melalui bank konvensional tempat menabung pensiun.

Investasikan sebagian kiriman suami

Seringkali para istri bingung mengelola dana yang banyak (dalam hal ini gaji suami karena bekerja di luar negeri). Akhirnya karena tidak punya perencanaan, istri pun menggunakannya untuk belanja ini-itu. Tapi ketika suami memutuskan untuk berhenti bekerja atau bekerja di dalam negeri dengan gaji yang lebih rendah, istri kalang kabut karena pemasukan lebih sedikit. Karenanya, istri harus melek finansial.

Supaya uang tidak habis percuma, investasikan uang ke dalam berbagai produk. Kalau tidak mau pusing, investasikan ke reksadana. Kalau takut dengan risiko tinggi, pilihah reksadana pasar uang. Kalau takut risiko dan ingin imbal hasil tinggi, pilih reksdana saham. Jika berada di tengah-tengah alias tipe moderat, pilih reksadana campuran.

Sekarang ini memulai investasi tidak perlu modal yang tinggi. Bahkan hanya dengan Rp10.000, semua orang sudah bisa investasi reksadana. Bukalapak bekerja sama dengan Bareksa, menjual produk reksadana mulai dari Rp10.000. Kini investasi bisa dilakukan dengan modal rendah, 24 jam, dan lewat ponsel saja.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami