Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Catat 4 Hal Ini Agar Sukses Saat Bisnis Food Truck

by Surtan Siahaan on 3 Oktober, 2017

bisnis food truck _ CekAja.com

Food truck kini menjadi alternatif bagi pengusaha yang ingin berbisnis kuliner di Indonesia. Masalahnya, banyak tantangan untuk menemukan lokasi usaha yang tepat.

Maklum, ketika mencari lokasi yang tepat, pengusaha kuliner sering terbentur dengan berbagai kendala seperti lokasi yang kurang strategis atau mahalnya harga beli atau sewa tempat. Padahal, dalam bisnis kuliner, lokasi cukup menentukan sukses atau tidaknya sebuah usaha.

Meski demikian, bukan berarti bisnis food truck ini tidak punya kendala. Sama seperti jenis usaha lainnya, bisnis makanan dengan menggunakan mobil truk sebagai dapur ini juga punya tantangannya sendiri.

Agar lebih jelas, berikut ini sejumlah tantangan yang kerap dialami para pelakunya:

1. Sulit menciptakan pelanggan

Dalam bisnis kuliner, loyalitas pelanggan itu sangat penting. Tidak ada pemilik restoran atau café yang sukses hanya dengan mengandalkan pengunjung tidak tetap. Masalahnya, konsep dasar bisnis food truck adalah restoran atau café yang selalu berpindah-pindah lokasi jualan.

2. Masih musiman

Mendapat ruang berjualan, khususnya di kota besar, tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi konsep bisnis yang dimiliki adalah berjualan di luar ruangan.

Karena itu, dalam menentukan tempat berjualan, kebanyakan pelaku bisnis kuliner ini mengandalkan acara-acara tertentu seperti konser musik, pameran atau kegiatan lainnya seperti car free day.

Di luar acara resmi seperti ini, pelaku usaha kerap kesulitan mendapatkan lokasi usaha yang menarik namun legal. Karena itu, bisa dikatakan bisnis yang ada masih jadi bisnis musiman.

3. Konsep food truck dituntut unik

Secara umum semua bisnis harus miliki konsep yang matang dan miliki keunikan. Hal ini juga berlaku bagi bisnis berdagang di luar ruangan dengan menggunakan kendaraan ini. Agar sukses membetot perhatian, pelaku tidak boleh hanya mengandalkan sisi makanannya saja.

Memang, tanpa kualitas produk yang prima, bisnis kuliner akan sulit bertahan. Namun, jika tertarik menjadi pemilik restoran berjalan, kita juga harus punya kelebihan lain yang dituangkan dari keseluruhan konsep yang dimiliki. Tidak hanya itu, kendaraan atau mobil truk yang dipilih juga harus mendukung.

4. Izin food truck sering sulit

Salah satu tantangan terberat bisnis ini adalah perizinan. Bila restoran biasanya hanya memerlukan izin usaha dari dinas pariwisata dan dinas kesehatan, pemilik truk restoran ini wajib mengantongi izin dari dinas kesehatan, dinas pariwisata dan izin dari dinas perhubungan untuk urusan lahan parkir.

Bagaimana cara membuat food truck agar sukses?

Meski tidak mudah, bukan berarti peluang untuk sukses di bisnis ini tidak ada sama sekali. Buktinya, saat ini sudah banyak pengusaha yang berhasil meraih keuntungan di bisnis ini. Nah, bagi yang tertarik menjajalnya, berikut tips yang sebaiknya dilakukan.

Gabung dengan komunitas

Biasanya, pengusaha yang memiliki bidang usaha sejenis mendirikan komunitas atau asosiasi sebagai ruang komunikasi dan diskusi di antara sesame pelaku usaha. Pelaku bisnis ini juga memiliki asosiasi bernama Asosiasi Food Truck Indonesia (AFTI) sebagai forum yang mempertemukan para pebisnis truk restoran.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh jika kita bergabung di bisnis ini mulai dari informasi mengenai pelatihan, acara, hingga yang terkait dengan legalitas dan perizinan usaha.

Kita pun dapat berdiskusi di forum ini mulai dari cara membuat, desain mobil, biaya modifikasi jika harus memakai kendaraan sendiri, jenis mobil yang cocok untuk digunakan food truck, dan lainnya.

Miliki harga yang berani bersaing

Menentukan harga makanan memang tak mudah. Jika terlalu mahal bisa tak laku, namun bila terlalu murah laba jadi menipis. Namun, pastikan makanan yang kita jual bisa bersaing sesuai dengan segmen yang ingin ditargetkan.

Bila kita berjualan makanan siap saji di pinggir jalan, tentu tidak bisa mematok harga yang sama seperti saat kita berjualan di dalam mall atau restoran biasa. Jika tidak konsumen akan berpikir dua kali untuk datang lagi.

Punya layanan jasa antar

Meski bisnis ini tidak punya lokasi yang pasti, namun kemajuan teknologi bisa membantu menciptakan pelanggan tepat. Kerja sama dengan layanan jasa antar makanan adalah salah satu cara yang bisa dilakukan.

Pasalnya, meski kita berpindah tempat, namun pelanggan bisa membeli makanan kita tanpa harus kebingungan menemukan tempat kita berjualan.

Ikut waralaba

Bisnis kuliner memang tidak mudah untuk ditaklukkan. Bila tidak punya ide dan produk yang benar-benar segar dan menarik, sebaiknya urungkan niat untuk berbisnis. Atau, jika kita punya modal yang cukup besar, membeli waralaba kuliner patut untuk dipertimbangkan.

Sejumlah pelaku usaha food truck yang sudah sukses juga menawarkan kemitraan. Bila memilih berbisnis dengan cara ini kita tak perlu repot memikirkan hal-hal teknis karena sistem bisnisnya sudah jadi. Masih belum yakin, coba saja baca artikel CekAja sebelumnya berjudul “Langkah Sukses Bisnis Foodtruck.”

Berapa modal bisnis minimal yang harus disiapkan?

modal bisnis_kredit tanpa agunan - CekAja.com

Modal bisnis untuk menjalankan usaha satu ini tergolong tidak besar namun masih terjangkau. Salah satu alokasi modal terbesar adalah pembelian truk dan modifikasi mobil yang dipakai.

Jika sudah memiliki truk sendiri, tentu modalnya akan jauh lebih kecil. Seperti diolah CekAja dari berbagai sumber, berikut ini simulasi modal usaha bisnis food truck:

Alokasi modal: Harga:
Mobil truk (second) Rp100 juta
Modifikasi/karoseri Rp250 juta
Peralatan produksi Rp20 juta
Bahan baku (1 bulan) Rp5 juta

Bila berminat pada tawaran kemitraan, modal usaha yang harus disiapkan jadi lebih besar. Ambil contoh program waralaba yang ditawarkan Black Jack, sebuah bisnis yang menawarkan makanan serba hitam seperti burger hitam, mi hitam, hotdog hitam bahkan burrito hitam.

Terdapat dua paket kemitraan yang masing-masing dibanderol dengan harga Rp 175 juta dan Rp400 juta dengan target balik modal selama 1 tahun hingga 1,5 tahun. Bagaimana, semakin mantap untuk berbisnis terjun ke bisnis ini?

Tentang Penulis