Tren Budidaya Jamur Tiram Putih, Modal Kecil dengan Hasil Menjanjikan

3 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Tingginya permintaan pasar akan kebutuhan jamur tiram, menjadikan jamur bernama latin pleourotus ostreatus ini ramai digeluti oleh pebisnis dari berbagai kalangan.

Umumnya, terdapat banyak jenis jamur tiram yang bisa dibudidayakan, mulai dari jamur tiram abu-abu, cokelat, putih, hingga emas.

Namun diantara keempat jenis jamur tiram tersebut, hanya jamur tiram putih lah yang banyak diminati oleh masyarakat, karena teksturnya yang kenyal dan biasa disantap sebagai menu diet pengganti daging.

Karena permintaan pasar yang terus-menerus meningkat inilah, membuat banyak orang rela beralih peran untuk menggeluti bisnis budidaya jamur tiram putih.

Terlebih modal yang dibutuhkan pun rupanya tidak terlalu besar, kira-kira sekitar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta saja dan itupun sudah termasuk sewa lahan, baglog, pembuatan rumah jamur, tangki penyiram, serta termometer.

Bisnis budidaya ini bisa dilakukan dengan beberapa peralatan penunjang, namun bagi yang masih pemula, memulai bisnis budidaya jamur tiram putih dilakukan dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah terlebih dahulu.

(Baca juga: Bisnis Budidaya Ternak Ikan Bawal yang Mendatangkan Untung Besar)

Panduan Memulai Bisnis Budidaya Jamur Tiram Putih

1. Siapkan kumbung atau rumah jamur

Kumbung merupakan bangunan yang berisi rak-rak untuk merawat baglog (wadah tanam) dengan suhu dan kelembapan tertentu.

Sebaiknya posisi rak diletakkan berjajar, yang mana antar rak harus dipisahkan oleh lorong sebagai bagian dari perawatan budidaya jamur tiram putih.

Biasanya kumbung dibuat dari material bambu dan kayu, dimana dinding bangunan tersebut dibuat dari papan serta menggunakan atap seng.

Kemudian pada bagian lantai kumbung sebaiknya tetap menggunakan tanah dan tidak diplester, supaya air yang biasanya digunakan untuk menyiram jamur tetap bisa meresap.

Soal ukuran, biasanya kumbung dibuat tidak lebih dari 40 cm dengan panjang tiap ruas rak yakni sekitar 1 meter. Rata-rata ketersediaan rak sendiri bisa disesuikan dengan jumlah baglog yang akan digunakan untuk budidaya jamur tiram putih.

Tetapi perlu diingat, sebelum memasukkan baglog dalam kumbung, bersihkan terlebih dulu kumbung beserta rak penyimpanan baglog dari kotoran.

Lalu, lakukan pengapuran dan penyemprotan menggunakan fungisida yang terkenal ampuh untuk mencegah dan membunuh hama penyakit pada jamur tiram.

Apabila sudah lebih dari 2 hari dari masa pengapuran dan penyemprotan, kamu bisa mulai memasukkan baglog yang sudah siap untuk dibudidayakan.

2. Menyiapkan dan menyusun baglog yang benar

Baglog merupakan media tanam yang berguna untuk meletakkan bibit jamur tiram. Bagi para pemula, biasanya baglog dibeli dari agen lain dengan harga sekitar Rp 5 ribu sampai Rp 40 ribu per baglog.

Sedangkan untuk bisnis budidaya jamur tiram dalam skala besar, pebisnis jamur tersebut biasanya membuat baglog sendiri dari serbuk gergaji, bekatul, tepung jagung, dan kapur bangunan.

Untuk menyusun baglog, kamu bisa menggunakan 2 cara yaitu vertikal dan horizontal. Cara vertikal dilakukan dengan membuat arah lubang baglog menghadap ke atas.

Namun cara ini dianggap kurang efektif karena intensitas siraman akan lebih banyak dan nantinya air sulit masuk ke dalam baglog.

Sementara cara horizontal dianggap lebih aman dari siraman air, yang mana lubang baglog menghadap ke arah samping.

Namun sayangnya, penyusunan secara horizontal menyita banyak ruangan. Kecuali bila kamu memiliki modal banyak untuk membuat kumbung yang jauh lebih besar.

(Baca juga: Bisnis Coworking Space, Persiapkan 5 Hal Ini)

3. Cara perawatan baglog untuk budidaya jamur tiram putih

Ada beberapa hal terkait perawatan yang perlu kamu ketahui dalam budidaya jamur tiram, diantaranya adalah:

  • Buka cincin dan kertas penutup baglog terlebih dahulu saat hendak menyusunnya. Lalu tunggu hingga kurang lebih 5 hari.
  • Lakukan penyiraman 2 sampai 3 kali sehari dengan teknik kabut bila lantai kumbung terbuat dari tanah. Hal ini berguna untuk menjaga tingkat kelembapan di dalam bangunan tersebut.
  • Berikan pula ruang yang lebih lebar untuk tumbuh kembang jamur tiram dengan memotong bagian ujung baglog dan diamkan selama 3 hari.
  • Jangan lupa untuk menggunakan masker saat proses penanaman bibit dan masa inkubasi agar budidaya jamur tiram yang dilakukan berjalan lancar hingga masa panen.

4. Jamur tiram putih siap dipanen

Musim panen dalam budidaya jamur tiram putih umumnya dilakukan pada jamur yang bentuk ujungnya sudah terlihat runcing, tudungnya belum pecah, mekar dan berwarna putih, dengan total pemanenan 5 hingga 8 kali dalam kurun waktu 4 bulan.

Apabila kamu melewati masa panen setengah hari saja, maka warna jamur tiram akan berubah menjadi agak lebih kuning kecoklatan.

Hal ini tentunya mempengaruhi kualitas dari budidaya jamur tiram putih yang dilakukan, dimana jamur berisiko cepat layu dan tidak tahan lama.

Itulah cara budidaya jamur tiram putih yang bisa kamu coba sebagai usaha sampingan dirumah.

Kalau masih terkendala akan modal usaha, kamu bisa mengajukan pinjaman dana tunai dengan cicilan ringan dan bunga rendah hanya dari situs CekAja.com. Yuk, ajukan sekarang!

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri