Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

11 Cara Membuat Curriculum Vitae yang Menarik Perhatian

by Kartika Ratnasari on 11 October, 2017

membuat CV - CekAja.com

Sebanyak apapun pengalaman dan keahlian yang dimiliki, cara membuat CV (curriculum vitae) yang baik mesti diketahui setiap pencari kerja.

Di tengah persaingan dunia kerja saat ini, sebuah curriculum vitae (CV) atau biasa disebut daftar riwayat hidup, harus dibuat agar dapat langsung menarik perhatian perusahaan yang dituju.

Bahkan orang dengan karier cemerlang sekalipun harus mampu mengemas pengalaman pencapaian pekerjaannya dalam sebuah rangkuman yang dapat memukau pihak penerima kerja.

Bahkan dalam satu penelitian pernah diungkapkan bahwa manajer personalia (human resource development/hrd) hanya membutuhkan waktu enam detik untuk memutuskan apakah seorang kandidat berhasil lolos ke tahap selanjutnya hanya dengan melihat riwayat pelamar di dalam CV.

Setiap orang, termasuk manajer personalia, pasti memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang sebuah curricullum vitae yang baik. Namun, ada beberapa aturan dalam membuatnya agar seorang pelamar pekerjaan terlihat kompeten.

Agar bisa segera mendapat panggilan kerja yang diinginkan, berikut trik yang bisa diterapkan agar CV kita menarik di mata para manajer personalia.

1. Maksimalkan halaman

Seperti yang telah disebut di atas, para manajer personalia hanya butuh awaktu singkat untuk mendapatkan kesan dari pelamar kerja hingga akhirnya mengambil keputusan. Karena itu, tujuan kita adalah menarik perhatian dalam waktu singkat.

Maka usahakan CV yang dibuat tidak bertele-tele dan bisa memaksimalkan halaman yang ada. Bagi yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun, bisa membuatnya dalam dua halaman demi menyebutkan pengalaman karier yang dimiliki. (Baca juga: Kontrak Kerja Karyawan Pengaruhi Pengajuan Kredit, Kenapa?)

2. Hindari salah ketik (typo)

Typo adalah kesalahan fatal yang kerap diremehkan oleh pelamar kerja. Jika baru melihatnya, kemudian pihak penerima menemukan banyak typo, bisa dipastikan bahwa tidak akan ada panggilan selanjutnya. Selain dianggap minim perhatian terhadap hal detail, kita bisa dinilai pemalas dan tidak kompeten.

Maka dari itu, pastikan untuk membaca dan mengecek ulang curricullum vitae yang akan dikirim ke perusahaan. Gunakan tools pemeriksa ejaan, atau minta teman untuk membaca ulang. Jangan sampai satu typo membuat kita gagal mendapat kesempatan untuk bekerja.

3. Pilih jenis dan ukuran font yang wajar dan sesuai

Karena ingin membuat lebih ringkas, bukan berarti ukuran font dibuat sekecil mungkin. Sebab curricullum vitae yang baik dibuat dengan jenis dan ukuran font yang resmi dan masuk akal. Cobalah untuk memilih bentuk huruf Times New Roman atau Arial , dengan ukuran hurus 10 ke atas.

Namun jika melamar untuk bagian kreatif atau desain. Font selain yang disebut di atas tetap aman.

4. Tulis pengalaman yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar

Apakah kita memiliki pengalaman di bidang IT, menulis, sekaligus akuntansi? Sebanyak apapun pengalaman yang kita punya, cantumkan yang paling relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Misalnya kita mendaftar untuk posisi keuangan, cukup cantumkan pengalaman bekerja di bidang akuntansi.

Letakkan pengalaman yang paling relevan tersebut di bagian atas. Kemudian jangan lupa untuk menjelaskan deskripsi pekerjaan sebelumnya. (Baca juga: 5 Cara Bisa Bekerja Sambil Kuliah Kelas Karyawan)

5. Jangan dulu mencantumkan referensi

Meski punya pengalaman bertahun-tahun di perusahaan besar, jangan dulu mencantumkan referensi nama. Sebab memberi referensi bisa dilakukan pada tahap selanjutnya ketika kita bertemu pada sesi wawancara. Namun, beri referensi hanya ketika ditanya. Jangan sampai perekrut lebih tertarik untuk merekrut kenalan yang menjadi referensi kita!

6. Cantumkan pencapaian prestasi dengan angka

Hindari menulis tanggung jawab pencapaian kita pada pekerjaan sebelumnya dengan kalimat “bertanggung jawab untuk”. Kalimat tersebut hanya menyatakan deskripsi pekerjaan yang seharusnya dijalankan, tetapi tidak menjelaskan apakah kita punya performa baik untuk posisi tersebut.

Jika kita memang pernah berprestasi dalam sebuah pencapaian, sebisa mungkin masukan angka pada deskripsi tanggung jawab tersebut.

Misalnya seperti “berhasil mengoptimasi website pada halaman pertama dalam waktu satu minggu”. Atau, contoh lainnya yang lebih sederhana misalnya “Memimpin tim yang terdiri dari 4 orang spesialis”. Dengan menuliskannya, pihak perekrut memiliki gambaran akan pencapaian kita sebelumnya.

7. Hindari kata-kata yang terlalu kaku

Ingatlah bahwa curricullum vitae yang dikirimkan akan dibaca oleh orang, bukan mesin. Hindari kata-kata yang terlalu kaku. Sebab dikhawatirkan pihak penerima kerja tidak bisa melihat gambaran kepribadian kita sebagai pelamar karena kalimat kaku tersebut.

8. Jika dikirim via surat elektronik, pastikan subjek jelas

Poin ini terkait dengan cara mengirimkan. Saat ini, berkirim sebuah lamaran pekerjaan banyak dilakukan via surat elektronik atau email. Nah, apakah selama melamar saat ini kita selalu menulis surat yang dikirimkan dengan subjek “Lamaran Pekerjaan”? Jika jawabannya adalah ‘Ya’, maka jangan heran jika hingga saat ini kita tidak pernah menerima panggilan wawancara.

Ingat, aplikasi lamaran kerja yang diterima bagian personalia dalam sehari tentu jumlahnya puluhan bahkan ratusan. Apalagi perusahaannya termasuk besar dan banyak orang yang ingin menjadi bagian di dalamnya.

Menyaring sebuah lamaran pekerjaan dengan subjek “Lamaran Pekerjaan” tentu akan memusingkan. Pada akhirnya, surat dengan subjek tersebut akan dilewati.

Solusinya, beri subjek dokumen dengan tepat seperti “CV – Nama Lengkap – Divisi Pilihan” agar lamaran yang kita kirimkan dan CV yang kita miliki dapat lebih mudah dikenali. (Baca juga: 7 Penyebab Interview Kerja Gagal Meski Sudah Pengalaman)

9. Gunakan format PDF

Selain subjek email, ukuran dokumen yang terlalu besar juga bisa menjadi penyebab pelamar kerja tak kunjung dipanggil wawancara. Dari sekian banyak surat yang masuk, pihak perekrut tentu tidak memiliki banyak waktu hanya untuk mengunduh CV pelamar.

Ditambah lagi, sering terjadi perubahan format otomatis pada curriculum vitae yang kita buat karena komputer yang digunakan pelamar dan penerima kerja berbeda. Agar personalia tidak kesulitan, sebaiknya kirimkan curriculum vitae yang telah dibuat dalam format PDF lalu satukan dalam format zip/rar agar ukurannya lebih kecil dan lebih rapi.

10. Periksa kembali alamat email kita

Percaya atau tidak, masih banyak pencari kerja di luar sana yang menggunakan alamat email norak seperti akumaniez@gmail.com atau sayakerend@yahoo.com. Email tersebut akan membuat kita terkesan tidak kompeten. Jangankan dipanggil untuk wawancara, mungkin HRD tidak akan melihat isi CV kita setelah melihat alamat email seperti itu.

11. Tidak perlu terpaku dengan surat lamaran

Biasanya kita mengirim CV bersamaan dengan cover letter atau surat lamaran. Kenyataannya, mayoritas manajer HRD tak terlalu memperhatikan surat lamaran kita. Jadi tak perlu buang waktu sia-sia untuk memikirkan kalimat terbaik yang akan dicantumkan di surat lamaran.

Bukan berarti kita bisa sembarangan dalam membuatnya. Tetap buat surat lamaran yang baik, namun fokus pada CV yang akan dibuat.

Tentang Penulis

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami