Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

6 Alasan Harus Miliki Tabungan Haji untuk Umat Muslim

by Tisyrin N. T on 7 September, 2018

Musim haji 2018 telah berlangsung. Apakah Anda tergugah untuk melaksanakan ibadah haji suatu saat nanti? Melaksanakan ibadah haji memang menjadi impian bagi umat Muslim. Jika Anda termasuk umat Muslim yang telah menyimpan keinginan untuk menginjakan kaki di Tanah Suci, pertimbangkanlah untuk memiliki tabungan haji.

biaya haji _ investasi - CekAja.com

Tabungan haji akan membantu mendorong Anda meraih impian beribadah ke Tanah Suci lebih cepat. Ingat, melaksanakan ibadah haji perlu stamina yang prima, alangkah bahagianya bukan jika Anda bisa mengerjakannya di usia muda?

Dengan stamina yang masih terjaga, tentu Anda dapat mengerjakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan mudah dan lancar. Nah, selagi muda, pertimbangkan alasan-alasan berikut ini sehingga Anda tergerak untuk membuka tabungan haji. Yuk, cek ulasannya di bawah ini!

(Baca juga: Ini 5 Negara dengan Kredit Macet Tertinggi!)

Biaya haji yang tinggi

Biaya haji yang tinggi jadi pertimbangan utama untuk menyiapkan tabungan khusus. Lain cerita jika Anda memang sudah punya dana yang berlimpah, Anda tinggal mendaftar untuk melaksanakan ibadah haji. Namun, apabila Anda tidak siap secara finansial, tabungan haji tentu sangat diperlukan.

Menilik Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2018 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1439 Hijriyah atau 2018, biaya haji regular ditetapkan berdasarkan embarkasi, yakni terendah Rp31.090.010 untuk embarkasi Aceh dan tertinggi Rp 38.798.305 untuk embarkasi Lombok.

Bagaimana dengan ongkos naik haji (ONH) plus? Biayanya berada di kisaran 8.000 dolar AS hingga 12 ribu dolar AS, atau sekitar Rp115 juta hingga Rp173 juta.

Ingat, biaya haji juga biasanya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Bayangkan berapa biaya yang harus Anda keluarkan jika menunaikan ibadah haji 10 tahun mendatang? Oleh karena itu, mengumpulkan dana lewat tabungan khusus haji akan sangat membantu Anda.

(Baca juga: Yakin Mau Kerja Freelance? Cek Dulu Kelebihan dan Kekurangannya!)

Dana tersimpan dengan aman

Tabungan haji tersimpan di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH). Dana Anda akan tersimpan dengan aman dan terjamin, karena BPS BPIH memiliki karakteristik salah satunya adalah kondisi kesehatan bank yang baik.

Selain itu, seperti disebutkan di situs resmi OJK, BPS BPIH wajib menjaminkan dana nasabahnya pada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).  BPS BPIH juga terdaftar di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Untuk menentukan bank yang aman, sebelum membuka tabungan haji, Anda bisa mengecek apakah bank tersebut benar telah terdaftar sebagai BPS BPIH pada situs haji.kemenag.go.id.

(Baca juga: Tarif Impor 1.147 Barang Naik Demi Tahan Pelemahan Rupiah)

Setoran ringan

Anda tentu sangat hapal dengan peribahasa “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit” bukan? Ini berlaku untuk tabungan haji. Setoran awal untuk tabungan haji terbilang ringan yaitu mulai dari Rp50.000-an saja.

Selanjutnya, nasabah bebas menentukan setoran rutin, yang jumlah minimalnya dimulai dari Rp10.000. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan jumlah setoran dengan kondisi finansial Anda. Bagaimana? Masih ragu membuka tabungan haji?

(Baca juga: Menghitung Untung Bisnis Sosis Telor, Jajanan Zaman Now)

Hanya bisa cair untuk ibadah haji

Tabungan haji hanya dapat dicairkan untuk melunasi biaya ibadah haji, tidak untuk keperluan lainnya. Jika Anda mengumpulkan dana di tabungan biasa, tentu Anda akan mudah tergoda menggunakannya untuk keperluan lain. Atau, Anda harus menggunakan dana tabungan untuk keperluan lain karena alasan tertentu.

Karena itu, sebaiknya Anda membuka tabungan khusus haji. Tabungan haji akan memastikan dana yang Anda kumpulkan bertahun-tahun memang digunakan berdasarkan tujuannya yaitu ibadah haji.

Mudah mendaftar haji

Sesuai namanya, tabungan haji tentu akan memudahkan nasabahnya dalam mewujudkan impian ke tanah suci. Jadi, apabila dana telah mencapai Rp25 juta, bank akan meminta nasabah untuk mendaftar ke Kementerian Agama. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi antrian haji yang memakan waktu bertahun-tahun.

Nantinya, setelah melakukan registrasi, nasabah mendapatkan lembar Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) yang ditandatangani oleh pejabat Kemenag. Selanjutnya, nasabah harus membawa SPPH ke bank untuk mendapatkan nomor porsi haji. Apabila sudah, nasabah pun memasuki masa tunggu keberangkatan haji sesuai dengan regulasi Kemenag.

(Baca juga: Mau Liburan Akhir Tahun? Yuk, Berburu Tiket di Travel Fair!)

Disiplin mengumpulkan dana

Dengan memiliki tabungan khusus haji, Anda akan terdorong lebih disiplin menyisihkan uang untuk ibadah haji. Anda juga bisa menggunakan sistem autodebet, artinya bank akan memotong langsung dana dari rekening utama Anda untuk disetorkan ke rekening tabungan haji.

Dengan sistem autodebet, dapat dikatakan Anda akan dipaksa untuk disiplin menabung bukan? Yuk, buka tabungan haji!

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.