Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

6 Penyebab Belanja Jadi Mahal, Ongkos Kirim Salah Satunya

by Tisyrin N. T on 1 Agustus, 2017

Dari hal kecil seperti mahalnya biaya ongkos kirim (ongkir), tidak tahu adanya pajak barang, hingga kurang memanfaatkan diskon dan voucher kerap menyebabkan pengeluaran belanja jadi bengkak tanpa disadari.

Niat berhemat bisa menjadi buyar ketika mengetahui telah salah strategi saat belanja. Oleh karena itu, ada baiknya menelaah apa saja hal-hal yang berpotensi menggerogoti uang belanja.

Ingat, rupiah demi rupiah sangatlah berharga. Sayang sekali apabila terbuang percuma tanpa disadari. Sebelum menyesal lebih jauh, cobalah untuk lebih teliti ketika berbelanja baik secara konvensional maupun online. Berikut ini beberapa hal yang membuat belanja terasa mahal :

Tidak cek biaya ongkir

Pernahkah membeli barang secara online dan ternyata ongkos kirim alias ongkir yang harus dibayar lebih mahal daripada harga barang? Sebenarnya kita dapat mensiasati biaya ini dengan cara mencari penjual yang sedang memberikan promo gratis biaya pengiriman. Atau, pilih penjual yang lokasinya tak terlalu jauh dengan tempat tinggal sehingga biaya kirim tidak terlalu besar.

Hal ini juga berlaku untuk belanja konvensional. Mungkin saja sesekali seseorang bernafsu mendatangi mal A karena ada barang yang sedang diskon besar. Atau, ingin mendatangi suatu acara yang menjual barang-barang diskon. Perhitungkan pula ongkos transportasi menuju mal atau lokasi tersebut. Apabila ongkosnya tak sebanding dengan diskon yang diperoleh, percuma bukan?

Ada pajak yang bikin barang mahal

Pajak kadangkala membuat biaya belanja menjadi tinggi, khususnya ketika kita belanja di luar negeri . Sebelum belanja di luar negeri untuk dibawa ke tanah air, perhatikan peraturan soal pajak. Misalnya, ada negara yang tidak mengenakan pajak untuk pembelian pakaian di bawah US$100.

Belum bandingkan harga online

Banyak hadirnya situs  toko online saat ini tidak hanya menjadi tempat untuk berbelanja, namun juga menjadi tempat pembanding harga sebuah produk. Pasalnya, banyak barang yang tersedia di situs penjualan online memiliki harga yang jauh lebih murah. Setidaknya, saat ingin membeli barang secara langsung, sebelumnya kita tahu patokan harga yang lebih murah.

Waktu yang kurang tepat

Seringkali, waktu belanja juga berpengaruh terhadap harga. Misalnya untuk barang elektronik, apabila menunggu dengan sabar model baru, maka model lama akan turun harga. Begitu pula dengan barang lain seperti pakaian, ada kalanya membeli saat cuci gudang adalah pilihan terbaik untuk berhemat.

Ya, bisa jadi seseorang mengeluarkan rupiah jauh lebih banyak untuk barang yang sama dibandingkan orang lain hanya karena melakukan pembelian di waktu yang berbeda.

Kurang manfaatkan kupon diskon

Kombinasikan penjualan dengan kupon diskon, atau bahkan sekarang ini banyak kode voucher yang bisa dgunakan untuk berhemat ketika berbelanja secara online. Luangkan waktu berburu kupon diskon di situs-situs tertentu. Atau, cobalah berlangganan newsletter di situs belanja favorit untuk mendapatkan kode tersebut.

Tidak memikirkan barang substitusi

Ketika barang incaran tidak sesuai dengan anggaran, pikirkanlah alternatif mencari barang serupa tetapi lebih murah harganya. Tak hanya dari merek yang berbeda, turunkanlah pilihan dengan mencari jenis yang lain tetapi fungsinya sama.

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami