Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Apa Itu Suku Bunga Kredit dan Pengaruhnya pada Pinjaman?

by Rafly Aditia on 9 September, 2017

Kita mungkin sering mendengar istilah suku bunga kredit. Namun apakah kita pernah tahu apa arti dari istilah itu dan pengaruhnya pada pinjaman?

Apabila ingin mengajukan pinjaman dana tunai atau kredit kepada bank atau multifinance, ada baiknya kita memahami berbagai pengertian, cara kerja pembiayaan dan bagaimana cara menghitungnya.

Pasalnya dengan memahami hal-hal tersebut, kita dapat memutuskan produk keuangan seperti apa yang cocok dengan situasi dan kondisi keuangan masing-masing. Mulai dari penjelasan suku bunga kredit, hingga cara menghitung jumlah cicilan yang harus dibayarkan. Agar lebih jelas, simak penjelasan lengkapnya!

Suku bunga acuan

Pertama-tama, jangan pernah samakan suku bunga kredit dan suku bunga acuan! Suku bunga acuan merupakan suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance dari kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan diumumkan kepada masyarakat. Suku bunga acuan ini biasa dikenal dengan istilah BI Rate.

(Baca: Kontrak Kerja Karyawan Pengaruhi Pengajuan Kredit, Kenapa?)

Dalam menentukan suku bunga acuan, Bank Indonesia mempertimbangkan banyak faktor ekonomi. Suku bunga acuan pada umumnya akan naik apabila diperkirakan bahwa inflasi di masa mendatang akan melewati target yang telah ditetapkan, sementara apabila inflasi diperkirakan akan berada di bawah target justru suku bunga acuan akan diturunkan.

BI Rate biasanya diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap bulan. Tentunya, BI Rate sebagai suku bunga acuan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia lewat pengelolaan likuiditas di pasar uang guna menyasar target operasional yang telah ditentukan sebelumnya.

Suku bunga dasar kredit

Suku bunga dasar kredit atau yang biasa dikenal dengan istilah SBDK merupakan dasar dari penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah. Perhitungan SBDK belum termasuk komponen estimasi premi risiko, dimana hal tersebut besarannya berbeda-beda setiap bank.

Selain itu, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur juga tidak selalu sama dengan SBDK.

Pengertian suku bunga kredit

Nah, kalau suku bunga kredit adalah suatu harga yang harus dibayarkan oleh debitur kepada bank atas pinjaman yang telah diberikan. Untuk pihak bank, suku bunga kredit merupakan harga jual yang akan dibebankan kepada para debitur. Manfaat suku bunga kredit bagi bank adalah untuk mendapatkan keuntungan.

(Bank: Jenis Suku Bunga Kredit Bank dan Cara Menghitungnya)

Demi mendapatkan keuntungan, biasanya suku bunga kredit akan memiliki angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga simpan. Suku bunga kredit sendiri merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi bank. Dalam menentukan tingkat suku bunga kredit ada beberapa komponen antara lain:

  • Biaya operasional
  • Cadangan risiko kredit macet
  • Laba yang ditargetkan
  • Pajak
  • Biaya pembiayaan

Perhitungan suku bunga kredit terbagi menjadi tiga macam yaitu perhitungan flat, efektif dan anuitas.

Apa itu bunga flat dan simulasi cara menghitungnya?

Untuk perhitungan suku bunga flat, bunga akan dihitung dari pokok pinjaman awal dan tidak berubah selama jangka waktu atau tenor yang telah disepakati, dan perhitungan bunga selalu menghasilkan nilai yang sama setiap bulannya.

Contoh perhitungan bunga flat sebagai berikut:

  • Pokok pinjaman = Rp 2.000.000
  • Suku bunga flat = 2 %
  • Tenor = 1 tahun

((Rp 2.000.000 x 2% x 12 bulan) + Rp 2.000.000) / 12 = Rp 206.666

Jadi, dengan pokok pinjaman Rp2.000.000 , suku bunga flat sebesar 2%, serta tenor pinjaman selama 1 tahun alias 12 bulan maka jumlah cicilan yang harus dibayarkan adalah Rp206.666.

Apa itu bunga efektif dan simulasi cara menghitungnya?

Untuk suku bunga efektif, bunga yang harus dibayar setiap bulan dihitung berdasarkan saldo pokok pinjaman sebelumnya.

Contoh perhitungan bunga efektif:

  • Pokok pinjaman = Rp 12.000.000
  • Suku bunga efektif = 15%
  • Tenor = 1 tahun
  • Angsuran pokok pinjaman yang telah ditentukan = Rp 1.000.000 setiap bulan

Bunga efektif bulan 1

Rp 12.000.000 x 15% x (30 hari/360 hari) = Rp149.400

Angsuran pokok + bunga pada bulan 1 adalah Rp 1.000.000 + Rp 149.400 = Rp 1.149.400

Bunga efektif bulan 2

Rp11.000.000 x 15% x (30 hari/360 hari) = Rp 137.445

Angsuran pokok + bunga pada bulan 1 adalah Rp 1.000.000 + Rp 149.400 = Rp 1.137.445

Jika kita lihat perhitungan diatas, maka jumlah cicilan bulan kedua lebih kecil dibanding bulan pertama. Begitu pun bulan berikutnya, cicilan bulan ketiga lebih kecil dibanding bulan kedua, bulan keempat lebih kecil dibanding bulan ketiga, dan seterusnya dimana jumlah cicilan semakin menurun dari waktu ke waktu.

Apa itu bunga anuitas dan simulasi cara menghitungnya?

Sebenarnya, perhitungan bunga anuitas merupakan gabungan dari perhitungan metode flat dan metode efektif. Perhitungan bunga menggunakan metode anuitas mengatur jumlah angsuran dan bunga dibayar agar sama setiap bulan, dimana besarnya jumlah cicilan akan terus sama dari awal hingga akhir tenor yang telah disepakati.

(Baca: Cara Mudah Mengatur Keuangan Keluarga Buat yang Baru Nikah)

Untuk perhitungan bunga menggunakan metode anuitas, bank atau multifinance biasanya memiliki aplikasi tersendiri yang secara otomatis menghitung bunga anuitas.

Pahami kondisi suku bunga

Bukan hanya cara menghitungnya saja yang harus dipahami, tetapi sebagai calon debitur kita juga harus mengetahui bagaimana kondisi bunga yang akan dikenakan. Dalam hal ini, kondisi bunga terbagi menjadi dua yaitu suku bunga tetap alias fixed rate dan suku bunga mengambang alias floating rate dengan penjelasan sebagai berikut

Pengertian suku bunga tetap (fixed rate)

Untuk suku bunga tetap atau fixed rate, besaran bunga yang harus kita bayar adalah tetap dan tidak berubah selama jangka waktu yang telah disepakati.

  • Kelebihan suku bunga tetap: Jumlah yang dibayarkan setiap bulannya sudah pasti, tidak ada perubahan suku bunga walaupun pasar mengalami kenaikan.
  • Kekurangan: Apabila suku bunga di pasaran mengalami penurunan, maka suku bunga kredit yang harus dibayarkan jadi lebih mahal.
Pengertian suku bunga mengambang (floating rate)

Suku bunga mengambang atau floating rate merupakan besaran bunga yang perlu dibayarkan debitur dapat berubah-ubah sewaktu-waktu sesuai dengan tingkat suku bunga bank.

  • Apabila suku bunga pasar mengalami kenaikan, maka suku bunga bank juga ikut naik. Sementara apabila suku bunga pasar turun , maka suku bunga bank juga akan ikut menurun. Hal ini tentu akan mempengaruhi jumlah cicilan yang harus dibayarkan oleh debitur setiap bulannya.
  • Keuntungan: Apabila terjadi penurunan suku bunga pasar, maka suku bunga kredit akan turun sehingga yang harus dibayarkan jadi lebih kecil dibanding sebelumnya
  • Kekurangan: Apabila terjadi kenaikan suku bunga pasar, maka suku bunga kredit yang dibayarkan juga akan mengalami kenaikan.

Tentang Penulis

Writer. Fitness enthusiast.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami