Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Kontrak Kerja Karyawan Pengaruhi Pengajuan Kredit, Kenapa?

by Tisyrin N. T on 7 September, 2017

Kontrak kerja seorang karyawan ternyata pengaruhi proses pengajuan kredit. Status karyawan tetap jelas lebih diuntungkan dibanding karyawan kontrak. Namun ada beberapa jenis kredit yang khusus karyawan kontrak.

Memang, karyawan tetap memiliki peluang besar mendapatkan kredit bank karena adanya sumber pemasukan tetap yang pasti dalam jangka panjang. Dengan kondisi semacam itu, bank bisa menghindari timbulnya kasus kredit macet. Artinya, bank merasa lebih aman dan terjamin.

Sementara, dengan status karyawan kontrak, seseorang rentan berhenti kerja sebelum tenor pinjaman berakhir. Debitur yang mengalami hal tersebut akan kesulitan membayar cicilan pinjamannya. Jika sudah begini, tentu bank yang akan kerepotan.

Salah satunya adalah adanya produk bank bernama kredit tanpa agunan (KTA). Fasilitas pinjaman yang miliki cicilan ringan ini syaratnya cukup mudah. Bahkan, produk ini jelas diperuntukkan bagi seorang pegawai perusahaan yang miliki status kontrak kerja karyawan tetap.

Di samping disediakan pilihan jangka waktu pengembalian, bisanya hingga 5 tahun, pemanfaatan uang juga bisa untuk apa saja. Paling penting adalah, tidak ada jaminan yang mesti diagunkan.

(Baca: 3 Alasan Kenapa Kamu Harus Ajukan KTA Saat jadi Karyawan)

Kemudahan-kemudahan kredit bagi karyawan, khususnya yang berstatus tetap, juga dimiliki untuk berbagai kredit lainnya, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Sebab, rata-rata bank mencantumkan syarat berupa status karyawan tetap kepada calon debiturnya untuk mengakses pinjaman-pinjaman tersebut.

Pilihan kredit untuk karyawan kontrak

Walau di akui status karyawan tetap lebih unggul, namun bukan artinya seseorang yang kerja dengan status karyawan kontrak tidak punya peluang untuk merasakan kucuran kredit karyawan dari bank.

Bagi yang berstatus karyawan kontrak, ada beberapa bank yang membuka lebar kesempatan bagi karyawan kontrak untuk mengakses produk mereka. Contoh produknya sebagai berikut:

BNP KTA General

Bank Nusantara Parahyangan (BNP) membuka kesempatan bagi karyawan kontrak untuk mengakses KTA. Ini akan sangat menolong karyawan kontrak yang membutuhkan dana cepat tanpa jaminan. Dengan persyaratan yang mudah dan fleksibel, karyawan kontrak pun bisa mengakses KTA yang satu ini.

Salah satu syarat yang memberatkan ketika akan mengajukan KTA yaitu kepemilikan kartu kredit. Sementara BNP KTA General tidak mengharuskan calon debitur memiliki kartu kredit sebelumnya.

Plafond KTA yang satu ini mencapai Rp100 juta. Tenor pinjaman juga terbilang cukup panjang yaitu 12 bulan – 48 bulan. BNP KTA General pun menjadi solusi bagi karyawan kontrak yang penghasilannya memadai untuk membayar cicilan pinjaman tetapi sulit mendapatkan kredit bank.

Syarat untuk mengakses pinjaman ini adalah WNI, usia minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun, penghasilan minimal Rp3 juta. Bagi yang berstatus karyawan kontrak, harus memiliki masa kontrak kerja minimal 8 bulan ke depan. Hal ini akan dibuktikan dengan adanya surat perjanjian kontrak kerja dengan perusahaan yang terkait.

Dokumen yang diperlukan : 1) Fotokopi KTP, 2) Fotokopi NPWP, 3) Fotokopi rekening tabungan / payroll, 4) Fotokopi surat perjanjian kontrak kerja, 5) Slip gaji atau Surat Keterangan Penghasilan (SKP).

MIRAI+

Ada lagi pinjaman dari Bank BNP yang membuat karyawan kontrak bisa tersenyum lega, namanya Miari+. Berbeda dengan produk sebelumnya yang mensyaratkan gaji minimal Rp3 juta. Mirai+ adalah fasilitas pinjaman tunai untuk karyawan tetap dan kontrak, dengan syarat gaji minimal Rp1 juta saja.

Piinjaman tersedia hingga hingga Rp25 juta. Waktui pembayaran hingga 24 bulan untuk nasabah baru. Sementara untuk nasabah existing, plafond yang diberikan lebih besar yaitu mencapai Rp40 juta dan tenor hingga 42 bulan.

Persyaratan untuk mengaksesnya yaitu karyawan tetap dan kontrak. Untuk karyawan kontrak, minimal masa kerja adalah satu tahun dan sisa masa kontrak kerja minimal 7 bulan dengan jangka waktu pinjaman selama 6 bulan.

Persyaratan lainnya yaitu WNI, usia 21 tahun/sudah menikah dan usia 55 tahun pada saat jangka waktu kredit berakhir. Memiliki PSTN (Public Switched Telephone) kantor.

Sementara dokumen yang diperlukan : 1) Fotokopi KTP, 2) Fotokopi Kartu Keluarga (saat pencairan nasabah harus membawa kartu keluarga asli), 3) Slip gaji terbaru/asli surat keterangan penghasilan, 4) Asli surat keterangan bekerja/fotokopi surat pengangkatan terakhir (pada saat pencairan nasabah harus membawa surat pengangkatan asli), 4) Fotokopi surat kontrak untuk karyawan kontrak.

KTA Maybank

KTA Maybank menyediakan pinjaman hingga Rp250 juta, dengan jangka waktu pinjaman 1-5 tahun. Sementara untuk nasabah yang bukan karyawan tetap dan tidak menyalurkan gaji melalui Maybank (non payroll), hanya bisa mengdapatkan pinjaman hingga Rp150 Juta dengan jangka waktu pinjaman maksimal 3 tahun.

Persyaratan – persyaratan umum untuk pengajuan KTA Maybank yaitu WNI, usia 21-55 tahun, penghasilan gross tetap per bulan minimal Rp 2,5 Juta (Jabodetabek). Selain itu, masa kerja minimal satu tahun untuk karyawan.

Persyaratan – persyaratan dokumen untuk pengajuan KTA: 1) Formulir aplikasi asli, 2) KTP fotokopI, 3) Slip gaji asli, 4) Fotocopy Kartu Kredit Bagian Depan, 3) Fotokopi rekening bank 3 bulan terakhir 5) NPWP fotokopi.

KTA BPR Dana Nusantara  

Bagi yang berdomisili di Batam, bisa memanfaatkan tawaran dari BPR Dana Nusantara.  Untuk mendapatkan KTA dari BPR Dana Nusantara, syaratnya adalah perusahaan tempat pemohon bekerja harus sudah menjadi rekanan bank, WNI cakap hukum, usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun untuk karyawan, status karyawan tetap dengan masa kerja minimal dua tahun atau kontrak dengan maksimal jangka waktu kredit sesuai masa kontrak kerja.

Sementara dokumen yang harus disiapkan yaitu : 1) Fotokopi KTP pemohon, 2) Pas foto 3 x 4 (1 lembar), 3) Asli surat keterangan kerja, 4) Asli slip gaji bulan terakhir, 5) Asli kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Mengenal peraturan kontrak kerja karyawan tetap dan kontrak

hobi miliarder _ investasi - CekAja.com

Mengingat status sebagai karyawan kontrak berpotensi menyulitkan ketika seseorang ingin mendapat pinjaman dari bank, maka telitilah sebelum bergabung dengan sebuah perusahaan. Gali informasi tentang proses pengangkatan karyawan tetap di perusahaan tersebut.

Ada baiknya jika kita memahami terlebih dahulu seluk beluk kontrak kerja karyawan sebelum mulai memutuskan bergabung dengan sebuah perusahaan. Karena, karyawan pada dasarnya bekerja dengan landasan hukum yang kuat. Artinya, seluk beluk kontrak kerja karyawan telah tertuang dalam peraturan perundangan yang berlaku di negara ini.

Kontrak Kerja atau Perjanjian Kerja berdasarkan Undang-Undang No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan adalah sebuah perjanjian antara pekerja dengan pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak.

(Baca: Inilah 10 Hak Karyawan Sesuai UU Ketenagakerjaan)

Jadi dalam kontrak kerja tersebut, karyawan akan lebih memahami apa yang akan dia dapatkan dari perusahaan. Selain itu, karyawan juga akan mengetahui apa saja yang harus dia kerjakan.

Secara rinci, kontrak kerja atau perjanjian kerja berdasarkan UU tersebut setidaknya harus memuat hal-hal sebagai berikut : 1) nama perusahaan, alamat, dan jenis usaha, 2) nama pekerja, jenis kelamin, umur, dan alamat, 3) jabatan, 4) tempat pekerjaan, 5) besar upah dan bagaimana cara pembayarannya, 6) hak dan kewajiban pengusaha serta pekerja, 7) jangka waktu berlakunya perjanjian kerja, 8) tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat, 9) tanda tangan para pihak dalam perjanjian kerja.

Kontrak kerja karyawan terdiri dari kontrak kerja berbentuk lisan dan kontrak kerja berbentuk tulisan.  Kontrak kerja dengan bentuk tulisan dibuat dalam rangkap dua. Keduanya memiliki kekuatan hukum yang sama, pekerja dan pengusaha masing-masing harus mendapatkan dan menyimpan Perjanjian Kerja (Pasal 54 ayat 3 UU 13/2003).

Jenis perjanjian kerja sebagai berikut :

a) Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

Seperti namanya, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) merupakan perjanjian kerja yang terjadi antara pekerja dan pengusaha yang bertujuan mengadakan suatu hubungan kerja dengan jangka waktu tertentu. Seseorang yang melakukan perjanjian kerja semacam ini sering disebut karyawan kontrak.

b) Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)

Penjelasan tentang perjanjian ini terdapat dalam Pasal 1 angka 2 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP. 100/MEN/VI/2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.

Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu merupakan perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha yang bertujuan mengadakan hubungan kerja yang sifatnya tetap. Seseorang yang melakukan perjanjian kerja semacam ini sering disebut karyawan tetap.

PKWTT bisa saja mensyaratkan adanya masa percobaan kerja (probation) paling lama tiga bulan. Selama masa percobaan, perusahaan wajib memberikan upah pada pekerja dan tidak boleh lebih rendah dari upah minimum yang berlaku.

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.