Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Belajar Cara Kelola Uang ala Generasi Baby Boomers Yuk!

by Tisyrin N. T on 26 April, 2019

Mengelola keuangan adalah hal penting yang seharusnya menjadi perhatian bagi setiap orang. Mereka yang tergolong generasi baby boomers rupanya terbilang bijak dalam hal itu. Seperti apa cara baby boomers mengelola keuangan?

pekerjaan untuk pensiunan _ investasi - CekAja.com

Menurut teori Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall, terdapat setidaknya 6 kelompok generasi selama kurun waktu 100 tahun terakhir. Pertama adalah generasi tradisionalis yang terlahir pada tahun 1922 – 1945. Selanjutnya baby boomers yang terlahir pada tahun 1946 – 1964.

Lalu ada generasi X yang terlahir pada tahun 1965 – 1980 dan milenial yang terlahir pada tahun 1981 – 1994. Yang termuda adalah generasi Z (1995-2010) serta Alpha (terlahir setelah tahun 2010).

Generasi yang sering jadi bahan perbincangan adalah milenial. Generasi yang satu ini dikenal lebih mementingkan gaya hidup seperti travelling dan menunda memiliki rumah. Nah, milenial atau generasi lainnya bisa belajar dari generasi baby boomers dalam hal mengelola keuangan.

Mengapa Dinamakan Baby Boomers?

Seperti telah disebutkan, generasi baby boomers adalah kelompok orang yang lahir pada tahun 1946 – 1964. Mereka muncul tatkala tingkat kelahiran di seluruh dunia mengalami peningkatan, yaitu setelah Perang Dunia II berakhir. Di Amerika Serikat saja, ada hampir 77 juta bayi dilahirkan.

Pada tahun 1964, baru diperkenalkan pil pengontrol kehamilan yang kemudian populer di dunia. Hal inilah yang menghentikan fenomena ‘ledakan bayi’.

Sejarawan berpendapat, fenomena ‘ledakan bayi’ terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya yaitu banyak orang yang tertunda keinginannya memulai keluarga selama Perang Dunia II. Setelah perang usai, barulah banyak orang mewujudkan keinginan yang tertunda tersebut.

Faktor lain yaitu dorongan untuk menikah di usia yang lebih muda. Selain itu, ada rasa percaya diri bahwa era selanjutnya akan aman dan sejahtera. Memang, pada akhir tahun  1940-an dan 1950-an, terjadi peningkatan upah, perkembangan bisnis hingga peningkatan variasi dan kuantitas produk. Hal tersebut meningkatkan standar hidup di seluruh dunia.

(Baca juga: Milenial Single, Begini Cara Kelola Penghasilan Kamu yang Pas-pasan)
Karakteristik Generasi Baby Boomers

Masa-masa ketika baby boomers lahir adalah masa-masa setelah perang berlalu. Kala itu, adalah saat untuk mempertahankan kemerdekaan dan menata ulang kehidupan. Karenanya, baby boomers punya karakter mandiri.

Dalam bekerja, generasi baby boomers sering disebut sebagai workaholic yang memegang teguh dedikasi dan loyalitas. Mereka adalah sosok pekerja keras, yang berjuang demi kesejahteraan keluarganya, terutama anak-anak mereka. Mereka tidak mau anak-anaknya merasa kesusahan.

Generasi baby boomers biasanya merupakan sosok pensiunan yang punya banyak uang. Alhasil, daya beli mereka tergolong tinggi. Jadi, meski mereka kurang akrab dengan teknologi digital, jangan sepelekan mereka ya!

(Baca juga: 7 Sesat Pikir yang Bikin Milenial Susah Kaya)
Bagaimana Generasi Baby Boomers Mengelola Uang?

Generasi baby boomers terbilang generasi yang pandai mengendalikan keuangan mereka. Mereka siap menanggung pengeluaran tak terduga tanpa harus mengandalkan utang.  Inilah pemaparan selengkapnya:

  • Gemar menabung

Generasi baby boomers tergolong gemar menabung. Mereka juga banyak menggunakan penghasilannya untuk membeli tanah, rumah, hingga kendaraan. Mereka memikirkan nasib keturunannya kelak, karena tak ingin keluarganya terutama anak-anaknya merasa kesusahan. Ya, generasi baby boomers sudah mempersiapkan warisan untuk keturunannya.

Bagaimana denganmu? Kemana saja penghasilanmu selama ini? Jika kamu merasa gajimu selalu tak berbekas, saatnya untuk membenahi keuangan. Mulailah menabung dan berinvestasi untuk masa depanmu.

  • Menyiapkan pensiun

Sebuah studi dari Society of Actuaries baru-baru ini memperlihatkan bagaimana setiap generasi menangani keuangan dan rencana pensiun. Studi itu mengungkapkan beberapa perbedaan utama antara baby boomers, generasi X, dan milenial.

Studi memperlihatkan setengah dari milenial dan dua perlima Generasi X hanya memiliki perencanaan untuk dua hingga tiga bulan ke depan. Sebaliknya, hampir seperempat dari baby boomers punya rencana dengan sisa hidup mereka. Pendekatan jangka panjang ini membuat mereka  lebih cenderung memprioritaskan tabungan dan perencanaan pensiun.

Kalau kamu belum berpikir untuk jangka panjang, saatnya memulai. Buka rekening pensiun, kemudian sisihkan 10 persen hingga 15 persen gaji untuk tabungan pensiun. Jika tidak mampu mengumpulkan sebanyak itu, cari cara untuk mengurangi pengeluaran sehingga tetap bisa menabung.

  • Terhindar dari utang

Studi dari Society of Actuaries juga menunjukkan, hampir sepertiga dari baby boomers tidak memiliki utang. Hal tersebut membuat mereka lebih mudah menabung untuk mencapai tujuan jangka panjang mereka.

Kamu mungkin masih merasa sulit menghindari utang, tetapi kamu dapat meminimalkan jumlahnya. Saat sedang benar-benar membutuhkan pinjaman,  kamu bisa membandingkan beberapa pemberi pinjaman berbeda untuk mencari tahu penawaran terbaik. Misalnya, kamu bisa cari pemberi pinjaman yang menawarkan bunga terendah.

  • Memiliki dana darurat

Studi dari Society of Actuaries juga memperlihatkan generasi baby boomers terbilang siap untuk menghadapi kondisi tak terduga karena sudah punya dana darurat. Memang, idealnya setiap orang harus punya dana daurat untuk menutupi setidaknya tiga hingga enam bulan biaya hidup.

Jika kamu belum punya dana darurat, mulailah mengumpulkannya. Jumlahkan pengeluaranmu dalam sebulan kemudian kalikan tiga hingga enam. Setelah itu, putuskan berapa banyak uang yang harus kamu kumpulkan setiap bulan untuk mencapai jumlah tersebut.

  • Punya penasihat keuangan

Studi dari Society of Actuaries juga menemukan, sebanyak 25 persen generasi baby boomers berkonsultasi dengan penasihat keuangan. Dan, hanya 19 persen dari generasi X dan 10 persen dari generasi milenial yang melakukannya.

Penasihat keuangan yang baik layak dimiliki jika kamu tidak terampil mengelola keuangan sendiri. Penasihat keuangan dapat membuat saran-saran termasuk memilih investasi yang tepat untukmu.

Bagaimana? Siap belajar dari generasi baby boomers?

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami