Beli Tanah atau Rumah? Bandingkan Kelebihan dan Kekurangan Ini!

5 min. membaca Oleh Vera Khairifah on

Pilihan antara beli tanah atau rumah sering menjadi dilema tersendiri bagi seseorang yang ingin memulai hidup baru atau memulai investasi. Untuk memudahkanmu dalam memilih, simak perbandingan kelebihan dan kekurangannya berikut ini.

Rumah sebagai tempat tinggal merupakan kebutuhan primer yang sangat penting.

Setiap orang membutuhkan tempat tinggal, baik dalam bentuk rumah sewa/kontrak, maupun rumah milik sendiri dengan membeli rumah jadi atau membangun di atas tanah sendiri.

Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang padat di berbagai kota di hampir semua daerah Indonesia, ketersediaan lahan untuk hunian semakin terbatas.

Beli tanah atau rumah menjadi perbandingan yang sulit ditentukan, sebab harga keduanya makin tinggi setiap tahun.

Namun, ada juga asumsi yang mengatakan bahwa membangun rumah di atas tanah sendiri lebih hemat dibandingkan dengan membeli rumah jadi seperti rumah kavling.

(Baca Juga: Tips Agar Lolos Pengajuan Rumah Bersubsidi Bagi Milenial dan Pasangan Muda)

Beli Tanah atau Rumah? Bandingkan Hal Berikut!

Untuk memutuskan pilihan antara beli tanah atau rumah, hal yang utama adalah kamu harus menyesuaikannya dengan kebutuhan dan ketersediaan budget.

Untuk lebih lanjutnya, simak perbandingan beberapa hal berikut ini agar kamu lebih mudah memilih beli tanah atau rumah.

1. Harga Tanah Lebih Murah Dibandingkan Rumah

Perbandingan pertama yang akan dibahas yakni soal harga. Harga tanah di pinggiran kota saat ini kian naik.

Di sisi lain, harga rumah yang tentu saja lebih tinggi dibanding dengan harga tanah masih bisa kamu jangkau dengan metode pembelian cicilan alias KPR.

Jika kamu ingin menekan biaya, maka pilihan untuk membeli tanah di area yang jauh dari kota mungkin bisa menjadi pilihan.

Sebab harganya tentu lebih murah, dan sisa budget yang dimiliki bisa dialihkan untuk biaya pembangunan rumah secara mandiri.

Namun, jika kamu memilih untuk membeli rumah, kamu bisa memilih rumah kosong, tanpa isi perabotan, baik secara tunai atau cicilan.

Untuk metode beli rumah dengan cicilan, pastikan kamu mengambil KPR fixed rate. Yakni besaran bunga tetap yang berlaku selama masa cicil berlangsung.

Soal harga tanah dan rumah, hal ini tergantung dengan ketersediaan budget yang kamu miliki.

2. Beli Rumah Siap Huni Lebih Praktis

Hal kedua yang harus dibandingkan sebelum memilih beli tanah atau rumah adalah soal kesiapan bangunan.

Ada dua tujuan yang ingin diraih seseorang yang sedang menimbang antara beli tanah atau rumah, yakni tujuan investasi dan tujuan untuk memiliki tempat tinggal.

Jika kamu ingin berinvestasi, maka beli tanah mungkin menjadi hal yang lebih tepat. Sebab nilainya selalu naik, dan kamu tak perlu mengeluarkan budget perawatan khusus.

Lain halnya dengan membeli rumah untuk investasi lalu disewakan pada orang lain. Kamu harus menyisihkan budget perawatan rumah, agar nilai dari bangunan tidak turun.

Jika kamu bertujuan untuk memiliki tempat tinggal yang dihuni sendiri, maka saat membeli tanah, kamu harus menyisakan budget ekstra untuk membangun rumah tersebut.

Hal ini tentu membutuhkan waktu pembangunan yang membuatmu harus menunggu. Belum lagi dengan waktu yang kamu korbankan untuk memantau kinerja pekerja bangunan setiap harinya.

Serta kemungkinan proses pembangunan yang terhenti jika ternyata budget membeli material bangunan mandek.

Makanya, kalau kamu ingin memiliki rumah yang segera ditempati, ada baiknya jika kamu membeli rumah saja.

3. Beli Rumah Tidak Bisa Menentukan Desain Sendiri

Desain bangunan juga menjadi pertimbangan sebelum beli tanah atau rumah. Jika kamu membeli tanah dan membangun sendiri, maka desain dan tata letak ruaang bisa kamu atur sesuai selera.

Misalnya mengatur desain pencahayaan rumah agar lebih terang saat siang hari, sehingga hemat listrik. Atau membuat meja dinding yang terbuat dari adonan semen dan batu bata agar kamu lebih irit.

Sedangkan jika kamu membeli rumah jadi, maka kamu harus setuju dengan desain dan tata letak ruang yang dibuat oleh developer.

Sayangnya, pada rumah kavling dengan embel-embel harga murah masa kini, desainnya dibuat agak sempit. Meskipun memiliki halaman di bagian depan atau belakang rumah.

Belum lagi dengan penempatan dapur di area luar belakang rumah yang dirasa sebagian orang merepotkan, karena pembeli rumah ujung-ujungnya harus merenovasi sesuai dengan keinginannya.

Jadi, sebelum tergiur dengan harga rumah murah, pastikan kamu melakukan survei langsung terlebih dulu.

(Baca Juga: Tips Penting Membeli Tanah Murah Agar Tidak Tertipu)

4. Beli Tanah Lebih Irit Budget

Saat memilih beli tanah kemudian membangun rumah sendiri, kamu bisa mengatur budget yang dimiliki sesuai dengan desain rumah, pemilihan material dan budget gaji pekerja bangunan sendiri.

Akan selalu ada pilihan material bangunan yang lebih murah. Kamu juga bisa menggunakan jasa pekerja bangunan dengan sistem ‘borongan’, alias pembayaran gaji pekerja bangunan secara sekaligus.

Jadi, gaji pekerja dibayarkan sesuai dengan target penyelesaian proses pembangunan yang sudah disepakati.

Jika pengerjaan bangunan molor, biasanya aka nada konsekuensi pemotongan gaji pekerja bangunan.

Sistem ‘borongan’ ini lebih hemat jika kamu bertemu dengan pekerja bangunan yang memiliki tarif terjangkau, dan kinerja yang cekatan.

Harga sistem ‘borongan’ juga lebih murah dibandingkan kamu menggunakan pekerja bangunan yang dibayar per hari.

5. Bangun Rumah Sendiri Berarti Mengurus Dokumen Secara Mandiri

Baik beli tanah atau rumah, kamu tentu harus memperhatikan kelengkapan dokumen perizinannya.

Antara lain seperti surat dan sertifikat tanah, dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Izin Penunjukkan dan Penggunaan Tanah (SIPPT), serta ketentuan kala membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) nantinya.

Jika kamu memilih beli tanah, maka kamu harus mengurus semua dokumen itu secara mandiri.

Sementara jika kamu membeli rumah jadi, maka dokumen tersebut sebagian di antaranya sudah diurus oleh developer.

Jadi, Beli Tanah atau Rumah? Ini Kesimpulannya

Beli tanah atau rumah adalah pilihan yang harus disesuaikan dengan tujuan, kebutuhan, serta budget yang kamu miliki.

Berikut ini kesimpulan dari kelebihan dan kekurangan antara beli tanah atau rumah.

Kelebihan beli tanah:

  • Jika dibandingkan di lokasi yang sama, harga tanah lebih murah dibandingkan membeli rumah.
  • Bisa menentukan penggunaan tanah sesuai keinginan. Misalnya untuk disewakan, dibangun menjadi rumah toko (ruko), atau dibangun menjadi rumah yang dihuni sendiri atau disewakan.
  • Bisa menentukan desain rumah sendiri, dengan pemilihan material bangunan dan pekerja bangunan sendiri.
  • Rumah bisa dibangun sesuai dengan pengaturan budget yang dimiliki.

Kekurangan beli tanah:

  • Harus mengurus dokumen sendiri secara detail dan kompleks.
  • Harus menyisihkan waktu ekstra untuk memantau proses pembangunan rumah.
  • Karena masih dalam proses pembangunan rumah, maka tanah yang dibeli tidak bisa buru-buru ditinggali.

Kelebihan beli rumah:

  • Praktis, bisa langsung huni.
  • Dokumen sudah siap dan lengkap

Kekurangan beli rumah:

  • Harga lebih mahal dibandingkan beli tanah di lokasi yang sama
  • Tidak bisa mendesain tata ruang sendiri

Itulah beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum beli tanah atau rumah.

Apapun kebutuhannya, Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang tersedia di CekAja.com bisa menjadi pilihan terbaik untukmu.

KTA memungkinkanmu mendapatkan pinjaman dana tanpa perlu mengagunkan aset apapun.

Penggunaan dana pinjaman yang tak terbatas bisa kamu gunakan untuk beli tanah atau rumah, renovasi rumah, biaya pendidikan, atau biaya pernikahan sekalipun.

CekAja.com akan membantu kamu mengetahui pilihan KTA terbaik yang aman dan terpercaya. Proses pengajuan juga dijamin mudah dan cepat, karena melalui sistem online yang praktis.

Yuk, segera cek dan dapatkan produk KTA terbaik untuk kebutuhan apa saja.

Tentang kami

Vera Khairifah

Vera Khairifah