Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Bermodal Dana IPO, Pura Trans Berencana Borong Truk Medium Hino

by Anes Saputra on 5 Februari, 2020

PT Putra Rajawali Kencana Tbk/Pura Trans berencana menambah fasilitas armada baru dan bekas, serta ban dan karoserinya dari dana hasil penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) yang dilaksanakan perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Rabu, (29/1) lalu.

Pura Trans menghimpun dana segar dari IPO ini senilai Rp 189 miliar. Rencananya, dana dari IPO itu juga digunakan untuk pembelian trailer tronton, dan karoseri serta ban serta aksesorisnya.

Saat ini, pangsa pasar utama perseroan adalah wilayah Pulau Jawa dan Sumatera.  Pura Trans memiliki 155 truk kategori medium truk. Setelah masuk bursa saham, perseroan akan membeli 205 truk kategori medium truk untuk memperkuat pasar logistik nasional.

Sekitar 38,2 persen penggunaan dana IPO, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi efek, akan digunakan untuk pembelian kendaraan truk Hino bekas sebanyak 67 unit dan kendaraan truk Hino baru sebanyak 39 unit.

Kemudian, sekitar 46,1 persen akan digunakan untuk membeli kendaraan trailer dan tronton Hino baru (inden untuk tahun 2020 hingga 2021) sebanyak 99 unit.

Dana sebesar 10,5 persen lainnya akan digunakan untuk pembelian karoseri berupa ekor trailer 20 feet sebanyak 30 unit dan flatbed sebanyak 45 unit, sekitar 4,5 persen dialokasikan untuk membeli aksesorisnya, dan 0,7 persen untuk modal kerja.

Prospek Bisnis Logistik

Ariel Wibisono, Direktur Utama Pura Trans mengatakan industri jasa angkutan darat akan tetap berkembang walaupun ekonomi domestik sedang melambat.

“Ini didukung oleh pemerintah yang terus mengembangkan pembangunan infrastrukur darat. Ada pula kebijakan baru pemerintah yang melarang angkutan barang over dimension and over load (ODOL) sehingga akan memerlukan truk lebih banyak lagi,” tutur Ariel di sela-sela pelaksanaan IPO Pura Trans di Gedung BEI, Jakarta.

Pada kesempatan terpisah, truk berdimensi dan bermuatan lebih alias ODOL itu masih banyak yang melintas di jalanan – baik jalan tol maupun jalan non tol – saban hari. Besaran denda kepada mereka yang nilainya jauh lebih kecil dibanding keuntungan yang diraup menjadikan pemilik truk memilih nekat tetap mengoperasikannya.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Operasi Korps Lalu-lintas Polri, Kombes Pol. Benyamin, yang mencermati truk-truk ODOL yang kedapatan petugas berlalu-lalang di jalanan, telah dihentikan dan ditindak oleh petugas dendan sanksi berupa denda.

“Tapi, nilai dendanya hanya Rp 400.000. Sedangkan keuntungan sekali mengangkut itu Rp 2-2,5 juta. Jadi, bagi oknum pemilik, lebih baik memilih terus mengoperasikan truk ODOL miliknya karena keuntungan masih besar,” papar dia di hadapan Komisi V DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/1).

(Baca juga: Diler Otomotif Amerika Serikat Tidak Serius Pasarkan Mobil Listrik)

Oleh karena itu, Benyamin meminta agar soal sanksi dan dasar aturan untuk penindakan dipertegas. Sehingga, petugas di lapangan bisa memiliki dasar acuan. “Atau, dilarang sama sekali tidak boleh melintas,” ucap dia.

Kendati demikian, industri jasa angkutan darat akan selalu dibutuhkan dalam menunjang kegiatan usaha perseroan untuk mendistribusikan berbagai macam barang industri.

IPO Pura Trans

Ariel menambahkan listing di BEI itu adalah bagian strategis Pura Trans dalam meningkatkan kapasitas armada dan tata kelola yang lebih baik. Pura Trans mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Januari 2020. Selama masa penawaran umum 22-23 Januari 2020, saham perseroan yang berkode PURA ini diapresiasi investor.

“Seluruh saham yang ditawarkan dapat diserap dengan baik dengan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 59,18 kali dari jumlah saham yang ditawarkan untuk porsi pooling, jauh melebihi ekpektasi yang diharapkan oleh perseroan,” kata Ariel.

Perseroan melepas 1,8 miliar saham atau setara 33,95 persen di harga Rp 105 per saham saat melaksanakan IPO pada Rabu pekan ini. PURA juga menerbitkan 1,2 miliar waran seri I atau 34,27 persen dari total modal disetor. Rasionya, setiap tiga pemegang saham baru mendapatkan dua waran.

Waktu pelaksanaan waran mencapai tiga tahun, dengan harga pelaksanaan Rp 106 yang menyertai saham baru perseroan. Harga saham PURA pada perdagangan perdananya di Rabu kemarin ditutup pada harga Rp 178, atau melonjak sebesar 69,52 persen dari harga penawaran senilai Rp 105. Pada perdagangan kemarin itu, saham PURA tercatat di daftar saham-saham yang memberikan imbal hasil tertinggi (top gainers).

Target Omzet

Yonathan Himawan Hendarto, Direktur PURA menyebutkan prospek industri logistik masih dapat bertumbuh dengan baik beberapa tahun ke depan.

“Perseroan juga senantiasa menjaga performa keuangan agar mulai 2024 dapat membagi dividen kepada para pemegang saham,” ujar Yonathan.

Sementara itu, Daud Gunawan, Head of Investment Banking PT UOB Kay Hian Sekuritas, yang merupakan penjamin pelaksana emisi efek PURA menyatakan, perusahaan ini memiliki manajemen yang berpengalaman dan bertata kelola baik.

Potensi dan kebutuhan intra-logistik di Indonesia sangatlah tinggi, sehingga langkah strategis perseroan untuk mendapatkan pendanaan dari bursa saham merupakan langkah yang tepat.

“Manajemen PURA juga optimistis bisnis perseroan akan terus bertumbuh untuk menjadi terdepan dalam industri logistik B2B (business to business),” tutur Daud.

PURA berdiri pada 2012 yang bergerak di bidang logistik untuk kebutuhan antar industri. Perseroan berkembang dengan melayani berbagai kebutuhan angkutan barang, penunjang infrastruktur, dan pendukungnya seperti tiang listrik, tiang pancang, box culvert, bantalan rel, asbes, dan bata ringan/hebel.

Manajemen PURA memproyeksikan pendapatan di tahun 2020 senilai Rp 188 miliar dan peningkatan omset naik menjadi senilai Rp 268 miliar di tahun 2021. Sedangkan, untuk laba kotor pendapatan (gross profit) pada 2020-2021 itu diproyeksikan tumbuh sekitar 207 persen dan 54 persen.

(Baca juga: Mulai Hari Ini Mobil Melintas di Pusat Belanja San Francisco Didenda Rp3,2 Juta)

Untuk mencapai target tersebut, Putra Rajawali akan menjalankan beberapa strategi usaha ke depannya. Strategi itu adalah menambah jumlah armada, memperluas ekspansi pasar di luar Pulau Jawa, dan meningkatkan penggunaan teknologi dalam angkutan jasa darat, serta penggunaan armada truk terbaru dan efisiensi biaya operasi.

Bisnis logistik memang membutuhkan modal yang cukup besar. Namun, untuk bisa memulai bisnis tersebut bukan tidak mungkin.

Kamu bisa mendaftarkan jasa antar jemput barang menggunakan mobil pikap yang ada di rumah, ke berbagai aplikator transportasi online yang ada di Indonesia. Dengan demikian, order-an untuk melayani kebutuhan logistik masyarakat bisa mengalir deras ke jasa yang kamu sediakan.

Jangan lupa lindungi diri dan aset pikap kamu dari beragam risiko yang mungkin terjadi di jalanan. Pilih dan ajukan asuransi kecelakaan dan asuransi kendaraan lewat CekAja.com ya.

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke